radar jember - Gresik United mendapat pil pahit di laga kedua babak play off Liga 2, kemarin, ketika menjamu Persiku Kudus.
Bermain di kandang sendiri, Gresik justru kalah tipis 0-1 dari Persiku Kudus.
”Ini hasil di luar dugaan. Kami gagal memenuhi target tiga poin,” tutur pelatih Gresik United Djadjang Nurdjaman.
Djanur -sapaannya- mengatakan timnya seperti bermain tanpa arah. Kehilangan kendali. Semua game plan yang dipersiapkan tidak berjalan dengan baik. ”Kami bermain tidak selayaknya seperti tim yang baru saja berturut-turut menang,” ujarnya.
Kekalahan atas Persiku jadi tamparan keras bagi Djanur.
Hal tersebut wajib dievaluasi agar tidak terjadi lagi di pertandingan selanjutnya.
”Jika ingin bertahan di Liga 2, kami harus maksimalkan sisa laga dengan kemenangan,” paparnya.
Khususnya saat melawan Persibo Bojonegoro pada 28 Januari mendatang di Stadion Joko Samudro. Kemenangan harus mutlak didapatkan.
”Masih belum kiamat. Meski Persibo secara materi bagus, kami tetap harus menang,” ujarnya.
Editor : M. Ainul Budi