alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Belum Ada Kejurprov, Cabor Catur Siapkan Atlet

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perangai bocah-bocah itu tampak serius memperhatikan kotak kayu yang berwarna hitam dan putih. Di atasnya terdapat bidak-bidak catur beserta koloninya. Tap, tap, tap, tangan-tangan mungil itu tampak lugas meletakkan bidak memasuki pertahanan lawan. Sesekali, wajah salah seorang pemain catur itu tersenyum saat berhasil memangsa bidak lawan.

Inilah yang dilakukan sejumlah atlet muda catur selama pandemi. Mereka tetap berlatih meski tak ada kejuaraan. Plt Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember Salim Puji Mulyono menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan kejelasan terkait ada tidaknya kejuaraan provinsi (kejurprov).

Meski begitu, dia menjelaskan bahwa pihaknya tidak boleh menunggu event. Dia mengaku, bermain catur itu susah-susah gampang. Namun, jika tidak melakukan regenerasi atlet, dia meyakini bakal kelabakan di kemudian hari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bertempat di salah satu warung, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, pihaknya mengadakan praseleksi atlet catur junior, belum lama ini. Meski belum ada kompetisi, setidaknya sudah menyiapkan atlet mulai sekarang. “Sekitar 14 anak yang bakal kami persiapkan nanti,” paparnya. Tujuh atlet laki-laki dan sisanya atlet perempuan.

Jika tahapan praseleksi mulai digelar, lanjut dia, Salim yakin bisa segera mendapatkan atlet yang nantinya akan terus digembleng. Dengan begitu, pihaknya optimistis bisa menyumbangkan medali di kompetisi mendatang.

Lebih lanjut, Sekretaris Percasi Jember Silva Dwi Lestari menerangkan bahwa ada sekitar 50 anak yang mengikuti praseleksi itu. Rata-rata diikuti oleh anak usia sekolah dasar. “Meski belum menerima suratnya, kaderisasi bibit yang berpotensi harus dilakukan,” ungkapnya. Hal itu juga bertujuan untuk menumbuhkan minat catur kepada anak-anak sedini mungkin.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perangai bocah-bocah itu tampak serius memperhatikan kotak kayu yang berwarna hitam dan putih. Di atasnya terdapat bidak-bidak catur beserta koloninya. Tap, tap, tap, tangan-tangan mungil itu tampak lugas meletakkan bidak memasuki pertahanan lawan. Sesekali, wajah salah seorang pemain catur itu tersenyum saat berhasil memangsa bidak lawan.

Inilah yang dilakukan sejumlah atlet muda catur selama pandemi. Mereka tetap berlatih meski tak ada kejuaraan. Plt Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember Salim Puji Mulyono menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan kejelasan terkait ada tidaknya kejuaraan provinsi (kejurprov).

Meski begitu, dia menjelaskan bahwa pihaknya tidak boleh menunggu event. Dia mengaku, bermain catur itu susah-susah gampang. Namun, jika tidak melakukan regenerasi atlet, dia meyakini bakal kelabakan di kemudian hari.

Bertempat di salah satu warung, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, pihaknya mengadakan praseleksi atlet catur junior, belum lama ini. Meski belum ada kompetisi, setidaknya sudah menyiapkan atlet mulai sekarang. “Sekitar 14 anak yang bakal kami persiapkan nanti,” paparnya. Tujuh atlet laki-laki dan sisanya atlet perempuan.

Jika tahapan praseleksi mulai digelar, lanjut dia, Salim yakin bisa segera mendapatkan atlet yang nantinya akan terus digembleng. Dengan begitu, pihaknya optimistis bisa menyumbangkan medali di kompetisi mendatang.

Lebih lanjut, Sekretaris Percasi Jember Silva Dwi Lestari menerangkan bahwa ada sekitar 50 anak yang mengikuti praseleksi itu. Rata-rata diikuti oleh anak usia sekolah dasar. “Meski belum menerima suratnya, kaderisasi bibit yang berpotensi harus dilakukan,” ungkapnya. Hal itu juga bertujuan untuk menumbuhkan minat catur kepada anak-anak sedini mungkin.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perangai bocah-bocah itu tampak serius memperhatikan kotak kayu yang berwarna hitam dan putih. Di atasnya terdapat bidak-bidak catur beserta koloninya. Tap, tap, tap, tangan-tangan mungil itu tampak lugas meletakkan bidak memasuki pertahanan lawan. Sesekali, wajah salah seorang pemain catur itu tersenyum saat berhasil memangsa bidak lawan.

Inilah yang dilakukan sejumlah atlet muda catur selama pandemi. Mereka tetap berlatih meski tak ada kejuaraan. Plt Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Jember Salim Puji Mulyono menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum mendapatkan kejelasan terkait ada tidaknya kejuaraan provinsi (kejurprov).

Meski begitu, dia menjelaskan bahwa pihaknya tidak boleh menunggu event. Dia mengaku, bermain catur itu susah-susah gampang. Namun, jika tidak melakukan regenerasi atlet, dia meyakini bakal kelabakan di kemudian hari.

Bertempat di salah satu warung, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, pihaknya mengadakan praseleksi atlet catur junior, belum lama ini. Meski belum ada kompetisi, setidaknya sudah menyiapkan atlet mulai sekarang. “Sekitar 14 anak yang bakal kami persiapkan nanti,” paparnya. Tujuh atlet laki-laki dan sisanya atlet perempuan.

Jika tahapan praseleksi mulai digelar, lanjut dia, Salim yakin bisa segera mendapatkan atlet yang nantinya akan terus digembleng. Dengan begitu, pihaknya optimistis bisa menyumbangkan medali di kompetisi mendatang.

Lebih lanjut, Sekretaris Percasi Jember Silva Dwi Lestari menerangkan bahwa ada sekitar 50 anak yang mengikuti praseleksi itu. Rata-rata diikuti oleh anak usia sekolah dasar. “Meski belum menerima suratnya, kaderisasi bibit yang berpotensi harus dilakukan,” ungkapnya. Hal itu juga bertujuan untuk menumbuhkan minat catur kepada anak-anak sedini mungkin.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/