Berlatih sejak SD, Kini Memperkuat Persid Jember

Yulian Nur Rahmaddani, Mahasiswa Polije yang Memperkuat Persid Jember

AJUNG, RADARJEMBER.ID – YULIAN Nur, Andika, dan Aldi tampak jatuh bangun untuk secepat mungkin menangkap atau menepis bola. Mereka merupakan penjaga gawang yang terus latihan bersama skuad Persid Jember. Ketiganya dilatih intensif oleh pelatih kiper, Wawan Dwi Susanto.

Jersey mereka berbeda-beda di setiap latihan. Dari sekian jersey itu ada yang menarik, yakni yang dikenakan Yulian. Bila yang lain jersey berlabel klub terdahulu atau tanpa label, jersey Yulian di dada kirinya ada logo kampus Polije. Ya, pria yang besar di Ambulu itu memang tercatat sebagai mahasiswa semester lima Jurusan Manajemen Agro Industri di Polije. “Kuliah di Polije, ini jersey kiper futsal Polije,” katanya.

Walau sekarang memperkuat Persid, namun di kalangan kampus Yulian lebih dikenal sebagai kiper Persela Lamongan. “Kalau di kampus memang dikenal Kiper Persela,” ucapnya. Dia memang pernah membela Persela Junior U-19. Sebelumnya, juga pernah dua kali ke Persid Junior, yaitu Persid U-15 dan Persid U-19. Sementara itu, pada 2019 lalu juga menjadi skuad tim sepak bola Jember di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI.

Pada 2019 lalu, pemuda 21 tahun ini memilih lanjut kuliah di Polije. Lewat jalur prestasi, membuat pintu masuk perguruan tinggi vokasi negeri itu terbuka lebar baginya. Dia memilih Polije karena metode belajar di kampus tersebut membuat dirinya nyaman. “Kalau di Polije kan banyak praktiknya. Jadi enak,” paparnya.

Sebagai seorang atlet, Yulian mengaku metode belajar di bangku sekolah itu membosankan. Namun, sejak kuliah di Polije dia merasa studinya lebih asyik. Menurutnya, belajar dengan praktik langsung membuat dirinya lebih cepat menangkap isi materi perkuliahan. “Mungkin saya seorang atlet, jadi lebih cepat menangkap pelajaran dengan bergerak,” terangnya.

Lebih jauh, dia memilih melanjutkan kuliah tersebut karena dirinya ingin punya bekal yang bisa berguna bila berhenti di dunia sepak bola. “Setidaknya punya ijazah yang berguna untuk masa depan,” tuturnya.

Yulian mengaku beruntung karena mudah mendapatkan izin dalam berlatih sepak bola. Apalagi, dirinya telah memberikan prestasi di Polije dengan meraih juara dua futsal pada kompetisi se-Eks Karesidenan Besuki pada 2019.