alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

NPCI Targetkan Lima Besar

Meski Latihan dengan Keterbatasan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bayangan atap tribune sisi timur Jember Sport Garden (JSG) kala itu masih menutupi gerak-gerik para atlet paralimpik saat menggelar latihan. Dengan membentuk lingkaran, belasan atlet itu mulai melakukan peregangan, senam, hingga berlatih sesuai bidang mereka masing-masing. Mulai dari lompat jauh, lempar lembing, bulu tangkis, hingga berbagai olahraga atletik.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jember Kusbandono menjelaskan, belasan atlet difabel tersebut bakal mengikuti seleksi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jatim pada 20-24 April. “Latihan dimulai pukul 08.00 setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu,” terangnya.

Menurut dia, banyak cabang olahraga (cabor) yang bakal diikuti oleh atlet difabel tersebut. Di antaranya cabor bulu tangkis, tenis meja, tolak peluru, dan lempar lembing. Meski begitu, pemerintah kabupaten memberikan batasan pemberangkatan hanya untuk 10 atlet. Jika lebih, harus menggunakan dana mandiri. “Nantinya, kami bakal mengikutsertakan 14 sampai 17 atlet,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Meski harus menggelontorkan dana mandiri, bagi mereka tidak masalah. Sebab, seleksi Peparprov tersebut merupakan ajang untuk menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua pada November mendatang. “Paling tidak, dengan mengikutkan lebih banyak atlet, kemungkinan untuk lolos bisa lebih banyak,” tuturnya.

Namun, dia mengungkapkan, masih banyak PR yang seharusnya diselesaikan guna menunjang kelancaran organisasi. Di antaranya, terkait dengan minimnya peralatan, tidak memiliki kantor, belum ada pelatih sesuai bidang yang mumpuni, serta tempat latihan yang belum layak. Walau demikian, hal tersebut, diakui Kusbandono, bukan alasan untuk tidak bergerak. “Tahun lalu bisa, masa sekarang tidak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) atletik NPCI Jatim 2019 lalu, NPCI Jember mampu meraih satu medali emas dan dua perak. Medali emas diraih oleh nomor lari 100 meter putra disabilitas daksa lower (kaki), sedangkan dua medali perak diraih pada nomor lari 200 meter dan nomor lompat jauh disabilitas rungu wicara.

Kejurda lalu, pihaknya berada pada peringkat delapan. Kini, pihaknya optimistis bakal mencapai peringkat 5 besar. “Targetnya, minimal menaikkan peringkat,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bayangan atap tribune sisi timur Jember Sport Garden (JSG) kala itu masih menutupi gerak-gerik para atlet paralimpik saat menggelar latihan. Dengan membentuk lingkaran, belasan atlet itu mulai melakukan peregangan, senam, hingga berlatih sesuai bidang mereka masing-masing. Mulai dari lompat jauh, lempar lembing, bulu tangkis, hingga berbagai olahraga atletik.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jember Kusbandono menjelaskan, belasan atlet difabel tersebut bakal mengikuti seleksi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jatim pada 20-24 April. “Latihan dimulai pukul 08.00 setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu,” terangnya.

Menurut dia, banyak cabang olahraga (cabor) yang bakal diikuti oleh atlet difabel tersebut. Di antaranya cabor bulu tangkis, tenis meja, tolak peluru, dan lempar lembing. Meski begitu, pemerintah kabupaten memberikan batasan pemberangkatan hanya untuk 10 atlet. Jika lebih, harus menggunakan dana mandiri. “Nantinya, kami bakal mengikutsertakan 14 sampai 17 atlet,” ungkapnya.

Meski harus menggelontorkan dana mandiri, bagi mereka tidak masalah. Sebab, seleksi Peparprov tersebut merupakan ajang untuk menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua pada November mendatang. “Paling tidak, dengan mengikutkan lebih banyak atlet, kemungkinan untuk lolos bisa lebih banyak,” tuturnya.

Namun, dia mengungkapkan, masih banyak PR yang seharusnya diselesaikan guna menunjang kelancaran organisasi. Di antaranya, terkait dengan minimnya peralatan, tidak memiliki kantor, belum ada pelatih sesuai bidang yang mumpuni, serta tempat latihan yang belum layak. Walau demikian, hal tersebut, diakui Kusbandono, bukan alasan untuk tidak bergerak. “Tahun lalu bisa, masa sekarang tidak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) atletik NPCI Jatim 2019 lalu, NPCI Jember mampu meraih satu medali emas dan dua perak. Medali emas diraih oleh nomor lari 100 meter putra disabilitas daksa lower (kaki), sedangkan dua medali perak diraih pada nomor lari 200 meter dan nomor lompat jauh disabilitas rungu wicara.

Kejurda lalu, pihaknya berada pada peringkat delapan. Kini, pihaknya optimistis bakal mencapai peringkat 5 besar. “Targetnya, minimal menaikkan peringkat,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bayangan atap tribune sisi timur Jember Sport Garden (JSG) kala itu masih menutupi gerak-gerik para atlet paralimpik saat menggelar latihan. Dengan membentuk lingkaran, belasan atlet itu mulai melakukan peregangan, senam, hingga berlatih sesuai bidang mereka masing-masing. Mulai dari lompat jauh, lempar lembing, bulu tangkis, hingga berbagai olahraga atletik.

Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jember Kusbandono menjelaskan, belasan atlet difabel tersebut bakal mengikuti seleksi Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jatim pada 20-24 April. “Latihan dimulai pukul 08.00 setiap hari Rabu, Jumat, dan Minggu,” terangnya.

Menurut dia, banyak cabang olahraga (cabor) yang bakal diikuti oleh atlet difabel tersebut. Di antaranya cabor bulu tangkis, tenis meja, tolak peluru, dan lempar lembing. Meski begitu, pemerintah kabupaten memberikan batasan pemberangkatan hanya untuk 10 atlet. Jika lebih, harus menggunakan dana mandiri. “Nantinya, kami bakal mengikutsertakan 14 sampai 17 atlet,” ungkapnya.

Meski harus menggelontorkan dana mandiri, bagi mereka tidak masalah. Sebab, seleksi Peparprov tersebut merupakan ajang untuk menuju Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) di Papua pada November mendatang. “Paling tidak, dengan mengikutkan lebih banyak atlet, kemungkinan untuk lolos bisa lebih banyak,” tuturnya.

Namun, dia mengungkapkan, masih banyak PR yang seharusnya diselesaikan guna menunjang kelancaran organisasi. Di antaranya, terkait dengan minimnya peralatan, tidak memiliki kantor, belum ada pelatih sesuai bidang yang mumpuni, serta tempat latihan yang belum layak. Walau demikian, hal tersebut, diakui Kusbandono, bukan alasan untuk tidak bergerak. “Tahun lalu bisa, masa sekarang tidak,” pungkasnya.

Seperti diketahui, pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) atletik NPCI Jatim 2019 lalu, NPCI Jember mampu meraih satu medali emas dan dua perak. Medali emas diraih oleh nomor lari 100 meter putra disabilitas daksa lower (kaki), sedangkan dua medali perak diraih pada nomor lari 200 meter dan nomor lompat jauh disabilitas rungu wicara.

Kejurda lalu, pihaknya berada pada peringkat delapan. Kini, pihaknya optimistis bakal mencapai peringkat 5 besar. “Targetnya, minimal menaikkan peringkat,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/