alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Keperkasaan MBU, Tim Bola Asal Jember di Grup B Piala Soeratin

Tak Terkalahkan, Mampu Tumbangkan Tim Sekaliber Persema Malang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah foto yang berada di smartphone membuat A Rahman geleng-geleng. Rasa tidak percaya ada di benaknya. Mantan kiper dan Kapten Persid ini kagum bukan karena melihat foto nostalgianya bersama Persid. Namun, dia takjub dengan foto kesebelasan MBU yang baru saja dia tukangi. “Imposible wes ini,” ucap Rahman kepada Jawa Pos Radar Jember.

Rahman serasa tidak percaya, tim itu mampu menyapu bersih dengan kemenangan di Grup B yang dihuni dua tim besar dari Malang yang sekaligus tuan rumah. Persema dan Persekam Metro FC. Selain itu, di grup yang sama juga ada kontestan lain dari Mojokerto FC, Suryanaga Connection dan Assyabaab Bangil.

Tim dengan manager M Siadik, Pelatih Sugeng Sudibyo, asisten pelatih Ugas Tri, dan Rahman sendiri sebagai pelatih kiper ini, pada laga perdana 21 Desember lalu secara mengejutkan mampu mempermalukan Persekam Metro FC dengan skor telak 0-4. Selanjutnya, mengandaskan Assyabaab 2-0, Suryanaga 1-0, Persema Malang 1-0, dan Mojokerto FC 1-0. Alhasil, MBU keluar sebagai juara grup B dengan poin 15 dan akan berjumpa dengan Akor FC sebagai runner up grup A.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kesebelasan yang baru saja ke Jember tersebut mengaku sempat terkendala dalam seleksi pemain. Sebab, pesertanya cukup banyak. Meskipun pada awalnya, ada juga klub internal yang tidak mau mengirim pemain untuk ikut seleksi. “Latihan dalam seminggu hanya dua sampai tiga kali saja,” ungkapnya.

Dia sadar MBU adalah klub baru dan tidak setenar kesebelasan lain di Jember seperti Persid. Bahkan, juga ada pemainnya yang memilih untuk ikut seleksi Persid Junior yang sama-sama mengikuti Piala Soeratin U-17. “Memilih Persid itu tidak apa-apa. Karena anak-anak Jember juga ingin membela tim yang sekian lama jadi kebanggan warganya,” paparnya.

Namun, MBU bisa menjadi wadah kedua bagi generasi bola di Jember. Dengan demikian, talenta mereka dapat tertampung dan tersalurkan dengan baik. Rahman mengaku, pada awal seleksi sempat tidak percaya diri. Sebab, pemain yang mengikuti jauh dari ekspetasi.

Bahkan, dalam laga uji coba hasilnya tidak mulus. Sempat kalah. Hingga kemudian, Rahman terkesima kepada MBU junior saat pertandingan resmi dimulai. “Lha kok berbeda. Mainnya anak-anak tidak seperti uji coba. Jadi, semangatnya seperti 200 persen lebih,” jelasnya.

Dari lawan-lawan yang awalnya tidak mengenal MBU, saat itu mulai melirik seusai menekuk Persekam Metro FC. Kala itu, MBU laiknya kuda hitam yang tampil menawan. Sebagai pelatih kiper, dia mengaku sempat dibuat pusing dengan ketiga penjaga gawangnya. Rahman bingung memilih siapa yang akan diturunkan. “Untuk siapa yang diturunkan sebagai starter, kesepakatannya tiga penjaga gawang MBU. Jadi, setiap pertandingan gantian. Hasilnya ok. Gawang MBU masih belum kebobolan,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah foto yang berada di smartphone membuat A Rahman geleng-geleng. Rasa tidak percaya ada di benaknya. Mantan kiper dan Kapten Persid ini kagum bukan karena melihat foto nostalgianya bersama Persid. Namun, dia takjub dengan foto kesebelasan MBU yang baru saja dia tukangi. “Imposible wes ini,” ucap Rahman kepada Jawa Pos Radar Jember.

Rahman serasa tidak percaya, tim itu mampu menyapu bersih dengan kemenangan di Grup B yang dihuni dua tim besar dari Malang yang sekaligus tuan rumah. Persema dan Persekam Metro FC. Selain itu, di grup yang sama juga ada kontestan lain dari Mojokerto FC, Suryanaga Connection dan Assyabaab Bangil.

Tim dengan manager M Siadik, Pelatih Sugeng Sudibyo, asisten pelatih Ugas Tri, dan Rahman sendiri sebagai pelatih kiper ini, pada laga perdana 21 Desember lalu secara mengejutkan mampu mempermalukan Persekam Metro FC dengan skor telak 0-4. Selanjutnya, mengandaskan Assyabaab 2-0, Suryanaga 1-0, Persema Malang 1-0, dan Mojokerto FC 1-0. Alhasil, MBU keluar sebagai juara grup B dengan poin 15 dan akan berjumpa dengan Akor FC sebagai runner up grup A.

Kesebelasan yang baru saja ke Jember tersebut mengaku sempat terkendala dalam seleksi pemain. Sebab, pesertanya cukup banyak. Meskipun pada awalnya, ada juga klub internal yang tidak mau mengirim pemain untuk ikut seleksi. “Latihan dalam seminggu hanya dua sampai tiga kali saja,” ungkapnya.

Dia sadar MBU adalah klub baru dan tidak setenar kesebelasan lain di Jember seperti Persid. Bahkan, juga ada pemainnya yang memilih untuk ikut seleksi Persid Junior yang sama-sama mengikuti Piala Soeratin U-17. “Memilih Persid itu tidak apa-apa. Karena anak-anak Jember juga ingin membela tim yang sekian lama jadi kebanggan warganya,” paparnya.

Namun, MBU bisa menjadi wadah kedua bagi generasi bola di Jember. Dengan demikian, talenta mereka dapat tertampung dan tersalurkan dengan baik. Rahman mengaku, pada awal seleksi sempat tidak percaya diri. Sebab, pemain yang mengikuti jauh dari ekspetasi.

Bahkan, dalam laga uji coba hasilnya tidak mulus. Sempat kalah. Hingga kemudian, Rahman terkesima kepada MBU junior saat pertandingan resmi dimulai. “Lha kok berbeda. Mainnya anak-anak tidak seperti uji coba. Jadi, semangatnya seperti 200 persen lebih,” jelasnya.

Dari lawan-lawan yang awalnya tidak mengenal MBU, saat itu mulai melirik seusai menekuk Persekam Metro FC. Kala itu, MBU laiknya kuda hitam yang tampil menawan. Sebagai pelatih kiper, dia mengaku sempat dibuat pusing dengan ketiga penjaga gawangnya. Rahman bingung memilih siapa yang akan diturunkan. “Untuk siapa yang diturunkan sebagai starter, kesepakatannya tiga penjaga gawang MBU. Jadi, setiap pertandingan gantian. Hasilnya ok. Gawang MBU masih belum kebobolan,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sebuah foto yang berada di smartphone membuat A Rahman geleng-geleng. Rasa tidak percaya ada di benaknya. Mantan kiper dan Kapten Persid ini kagum bukan karena melihat foto nostalgianya bersama Persid. Namun, dia takjub dengan foto kesebelasan MBU yang baru saja dia tukangi. “Imposible wes ini,” ucap Rahman kepada Jawa Pos Radar Jember.

Rahman serasa tidak percaya, tim itu mampu menyapu bersih dengan kemenangan di Grup B yang dihuni dua tim besar dari Malang yang sekaligus tuan rumah. Persema dan Persekam Metro FC. Selain itu, di grup yang sama juga ada kontestan lain dari Mojokerto FC, Suryanaga Connection dan Assyabaab Bangil.

Tim dengan manager M Siadik, Pelatih Sugeng Sudibyo, asisten pelatih Ugas Tri, dan Rahman sendiri sebagai pelatih kiper ini, pada laga perdana 21 Desember lalu secara mengejutkan mampu mempermalukan Persekam Metro FC dengan skor telak 0-4. Selanjutnya, mengandaskan Assyabaab 2-0, Suryanaga 1-0, Persema Malang 1-0, dan Mojokerto FC 1-0. Alhasil, MBU keluar sebagai juara grup B dengan poin 15 dan akan berjumpa dengan Akor FC sebagai runner up grup A.

Kesebelasan yang baru saja ke Jember tersebut mengaku sempat terkendala dalam seleksi pemain. Sebab, pesertanya cukup banyak. Meskipun pada awalnya, ada juga klub internal yang tidak mau mengirim pemain untuk ikut seleksi. “Latihan dalam seminggu hanya dua sampai tiga kali saja,” ungkapnya.

Dia sadar MBU adalah klub baru dan tidak setenar kesebelasan lain di Jember seperti Persid. Bahkan, juga ada pemainnya yang memilih untuk ikut seleksi Persid Junior yang sama-sama mengikuti Piala Soeratin U-17. “Memilih Persid itu tidak apa-apa. Karena anak-anak Jember juga ingin membela tim yang sekian lama jadi kebanggan warganya,” paparnya.

Namun, MBU bisa menjadi wadah kedua bagi generasi bola di Jember. Dengan demikian, talenta mereka dapat tertampung dan tersalurkan dengan baik. Rahman mengaku, pada awal seleksi sempat tidak percaya diri. Sebab, pemain yang mengikuti jauh dari ekspetasi.

Bahkan, dalam laga uji coba hasilnya tidak mulus. Sempat kalah. Hingga kemudian, Rahman terkesima kepada MBU junior saat pertandingan resmi dimulai. “Lha kok berbeda. Mainnya anak-anak tidak seperti uji coba. Jadi, semangatnya seperti 200 persen lebih,” jelasnya.

Dari lawan-lawan yang awalnya tidak mengenal MBU, saat itu mulai melirik seusai menekuk Persekam Metro FC. Kala itu, MBU laiknya kuda hitam yang tampil menawan. Sebagai pelatih kiper, dia mengaku sempat dibuat pusing dengan ketiga penjaga gawangnya. Rahman bingung memilih siapa yang akan diturunkan. “Untuk siapa yang diturunkan sebagai starter, kesepakatannya tiga penjaga gawang MBU. Jadi, setiap pertandingan gantian. Hasilnya ok. Gawang MBU masih belum kebobolan,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/