alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Berbagi Pengalaman, Bikin Laga Penghibur Warga Desa

Pecah rasanya ketika para pemain muda asal Jember yang berlaga di beberapa kompetisi top Liga Indonesia, berkumpul dalam sebuah pertandingan. Bukan pertandingan spektakuler, hanya di lapangan desa. Antusiasme warga desa menyaksikan pertandingan itu pun cukup tinggi. Para punggawa muda itu pun berhasil menghibur penonton dengan skill mereka.

Mobile_AP_Rectangle 1

Pemain yang akrab disapa Bram ini pun sedikit membagi pengalamannya ketika bermain di Inggris, beberapa waktu lalu, kepada Jawa Pos Radar Jember. Bram mengaku, dirinya sangat bersyukur bisa bergabung dengan Garuda Select. Banyak pengalaman bermain yang didapat. Mulai dari teknik permainan, kerja sama tim, persaingan antarpemain, hingga kekuatan fisik saat melawan pemain yang berpostur tinggi.

Sayangnya, meski sudah bergabung dengan Garuda Select, Bram tak masuk dalam daftar pemanggilan seleksi Timnas U-19 beberapa waktu lalu. Hanya Erlangga Setyo Dwi, kiper asli Jember, yang masuk dalam seleksi tersebut.

Kendati begitu, dirinya tak mempermasalahkan walaupun tak dipanggil seleksi Timnas. “Infonya sih kalau seleksi Timnas U-19 sekarang ini pelatihnya Shin Tae-yong memang juga melihat postur pemain. Karena kan disiapkan untuk Piala AFC dan Piala Dunia yang lawannya juga pasti tinggi-tinggi,” beber Bram.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Moch Idris berpendapat bahwa pertandingan semacam itu cukup penting baginya. Di saat tidak ada pertandingan resmi, bermain dalam sebuah pertandingan cukup penting untuk menjaga feeling atmosfer sebuah pertandingan.

Namun, dirinya tetap harus menjaga permainan tidak terlalu keras dan kasar. Sebab, dia dan Faisol dua bulan mendatang juga harus bersiap menjalani TC dengan PON Jatim. “Ya harus tetap menjaga jangan sampai cedera karena mau TC,” tutur Idris.

Sementara itu, Andy Slamet, panitia lokal, menyebut, pertandingan itu sengaja digelar di desanya. Sebab, warga Desa Pace juga rindu dengan atmosfer sepak bola lokal. “Antusiasme warga di sini menyambut dengan positif. Sangat ramai. Terbukti penonton hadir hingga mengelilingi lapangan,” kata Andy.

- Advertisement -

Pemain yang akrab disapa Bram ini pun sedikit membagi pengalamannya ketika bermain di Inggris, beberapa waktu lalu, kepada Jawa Pos Radar Jember. Bram mengaku, dirinya sangat bersyukur bisa bergabung dengan Garuda Select. Banyak pengalaman bermain yang didapat. Mulai dari teknik permainan, kerja sama tim, persaingan antarpemain, hingga kekuatan fisik saat melawan pemain yang berpostur tinggi.

Sayangnya, meski sudah bergabung dengan Garuda Select, Bram tak masuk dalam daftar pemanggilan seleksi Timnas U-19 beberapa waktu lalu. Hanya Erlangga Setyo Dwi, kiper asli Jember, yang masuk dalam seleksi tersebut.

Kendati begitu, dirinya tak mempermasalahkan walaupun tak dipanggil seleksi Timnas. “Infonya sih kalau seleksi Timnas U-19 sekarang ini pelatihnya Shin Tae-yong memang juga melihat postur pemain. Karena kan disiapkan untuk Piala AFC dan Piala Dunia yang lawannya juga pasti tinggi-tinggi,” beber Bram.

Sementara itu, Moch Idris berpendapat bahwa pertandingan semacam itu cukup penting baginya. Di saat tidak ada pertandingan resmi, bermain dalam sebuah pertandingan cukup penting untuk menjaga feeling atmosfer sebuah pertandingan.

Namun, dirinya tetap harus menjaga permainan tidak terlalu keras dan kasar. Sebab, dia dan Faisol dua bulan mendatang juga harus bersiap menjalani TC dengan PON Jatim. “Ya harus tetap menjaga jangan sampai cedera karena mau TC,” tutur Idris.

Sementara itu, Andy Slamet, panitia lokal, menyebut, pertandingan itu sengaja digelar di desanya. Sebab, warga Desa Pace juga rindu dengan atmosfer sepak bola lokal. “Antusiasme warga di sini menyambut dengan positif. Sangat ramai. Terbukti penonton hadir hingga mengelilingi lapangan,” kata Andy.

Pemain yang akrab disapa Bram ini pun sedikit membagi pengalamannya ketika bermain di Inggris, beberapa waktu lalu, kepada Jawa Pos Radar Jember. Bram mengaku, dirinya sangat bersyukur bisa bergabung dengan Garuda Select. Banyak pengalaman bermain yang didapat. Mulai dari teknik permainan, kerja sama tim, persaingan antarpemain, hingga kekuatan fisik saat melawan pemain yang berpostur tinggi.

Sayangnya, meski sudah bergabung dengan Garuda Select, Bram tak masuk dalam daftar pemanggilan seleksi Timnas U-19 beberapa waktu lalu. Hanya Erlangga Setyo Dwi, kiper asli Jember, yang masuk dalam seleksi tersebut.

Kendati begitu, dirinya tak mempermasalahkan walaupun tak dipanggil seleksi Timnas. “Infonya sih kalau seleksi Timnas U-19 sekarang ini pelatihnya Shin Tae-yong memang juga melihat postur pemain. Karena kan disiapkan untuk Piala AFC dan Piala Dunia yang lawannya juga pasti tinggi-tinggi,” beber Bram.

Sementara itu, Moch Idris berpendapat bahwa pertandingan semacam itu cukup penting baginya. Di saat tidak ada pertandingan resmi, bermain dalam sebuah pertandingan cukup penting untuk menjaga feeling atmosfer sebuah pertandingan.

Namun, dirinya tetap harus menjaga permainan tidak terlalu keras dan kasar. Sebab, dia dan Faisol dua bulan mendatang juga harus bersiap menjalani TC dengan PON Jatim. “Ya harus tetap menjaga jangan sampai cedera karena mau TC,” tutur Idris.

Sementara itu, Andy Slamet, panitia lokal, menyebut, pertandingan itu sengaja digelar di desanya. Sebab, warga Desa Pace juga rindu dengan atmosfer sepak bola lokal. “Antusiasme warga di sini menyambut dengan positif. Sangat ramai. Terbukti penonton hadir hingga mengelilingi lapangan,” kata Andy.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/