alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Liga Ditiadakan, Pemasukan Kembang Kempis

Dilema Penggawa Sepak Bola Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak besar pada dunia sepak bola tanah air. Betapa tidak, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sudah dihentikan sejak tiga bulan lalu karena semakin tingginya wabah virus korona di tanah air. Para pemain pun hanya mendapatkan gaji 25 persen, sesuai kontrak mereka dengan klub masing-masing.

Namun, itu masih sebagian pemain yang berada di klub Liga 1 dan Liga 2. Bagaimana dengan pemain-pemain klub liga amatir, alias Liga 3? Roda kompetisi pun belum dimulai. Apalagi dengan situasi pandemi sekarang ini, kompetisi amatir terancam tidak digelar. Sebab, situasinya masih belum memungkinkan.

Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), PSSI, dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sempat menggelar rapat secara virtual, beberapa waktu lalu. Hasilnya, perwakilan pemain berharap semua roda kompetisi tetap dilanjutkan. Tetapi juga harus memperhatikan protokol kesehatan. Tidak hanya saat pertandingan, namun juga dalam sesi latihan rutin nantinya. Namun, keputusan itu tetap diserahkan kepada pihak federasi PSSI dan pemerintah terkait bagaimana teknis dan format kompetisinya ke depan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Iwan Sampurno, salah seorang pemain senior asal Jember sekaligus mantan kapten Persid Jember tahun lalu, juga tetap berharap kompetisi kembali berjalan seperti sedia akal. Namun sebagai pemain, dirinya tak bisa berbuat banyak. “Kita juga harus ikuti anjuran pemerintah terkait pandemi ini,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak besar pada dunia sepak bola tanah air. Betapa tidak, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sudah dihentikan sejak tiga bulan lalu karena semakin tingginya wabah virus korona di tanah air. Para pemain pun hanya mendapatkan gaji 25 persen, sesuai kontrak mereka dengan klub masing-masing.

Namun, itu masih sebagian pemain yang berada di klub Liga 1 dan Liga 2. Bagaimana dengan pemain-pemain klub liga amatir, alias Liga 3? Roda kompetisi pun belum dimulai. Apalagi dengan situasi pandemi sekarang ini, kompetisi amatir terancam tidak digelar. Sebab, situasinya masih belum memungkinkan.

Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), PSSI, dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sempat menggelar rapat secara virtual, beberapa waktu lalu. Hasilnya, perwakilan pemain berharap semua roda kompetisi tetap dilanjutkan. Tetapi juga harus memperhatikan protokol kesehatan. Tidak hanya saat pertandingan, namun juga dalam sesi latihan rutin nantinya. Namun, keputusan itu tetap diserahkan kepada pihak federasi PSSI dan pemerintah terkait bagaimana teknis dan format kompetisinya ke depan.

Iwan Sampurno, salah seorang pemain senior asal Jember sekaligus mantan kapten Persid Jember tahun lalu, juga tetap berharap kompetisi kembali berjalan seperti sedia akal. Namun sebagai pemain, dirinya tak bisa berbuat banyak. “Kita juga harus ikuti anjuran pemerintah terkait pandemi ini,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak besar pada dunia sepak bola tanah air. Betapa tidak, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sudah dihentikan sejak tiga bulan lalu karena semakin tingginya wabah virus korona di tanah air. Para pemain pun hanya mendapatkan gaji 25 persen, sesuai kontrak mereka dengan klub masing-masing.

Namun, itu masih sebagian pemain yang berada di klub Liga 1 dan Liga 2. Bagaimana dengan pemain-pemain klub liga amatir, alias Liga 3? Roda kompetisi pun belum dimulai. Apalagi dengan situasi pandemi sekarang ini, kompetisi amatir terancam tidak digelar. Sebab, situasinya masih belum memungkinkan.

Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), PSSI, dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sempat menggelar rapat secara virtual, beberapa waktu lalu. Hasilnya, perwakilan pemain berharap semua roda kompetisi tetap dilanjutkan. Tetapi juga harus memperhatikan protokol kesehatan. Tidak hanya saat pertandingan, namun juga dalam sesi latihan rutin nantinya. Namun, keputusan itu tetap diserahkan kepada pihak federasi PSSI dan pemerintah terkait bagaimana teknis dan format kompetisinya ke depan.

Iwan Sampurno, salah seorang pemain senior asal Jember sekaligus mantan kapten Persid Jember tahun lalu, juga tetap berharap kompetisi kembali berjalan seperti sedia akal. Namun sebagai pemain, dirinya tak bisa berbuat banyak. “Kita juga harus ikuti anjuran pemerintah terkait pandemi ini,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/