Liga Ditiadakan, Pemasukan Kembang Kempis

Dilema Penggawa Sepak Bola Jember

MASIH BURAM: Salah satu pertandingan yang dilakoni Persid Jember tahun lalu di Jember Sport Garden. Tahun ini, kompetisi Liga 3 masih belum jelas diputar kembali atau tidak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 benar-benar berdampak besar pada dunia sepak bola tanah air. Betapa tidak, kompetisi Liga 1 dan Liga 2 sudah dihentikan sejak tiga bulan lalu karena semakin tingginya wabah virus korona di tanah air. Para pemain pun hanya mendapatkan gaji 25 persen, sesuai kontrak mereka dengan klub masing-masing.

IKLAN

Namun, itu masih sebagian pemain yang berada di klub Liga 1 dan Liga 2. Bagaimana dengan pemain-pemain klub liga amatir, alias Liga 3? Roda kompetisi pun belum dimulai. Apalagi dengan situasi pandemi sekarang ini, kompetisi amatir terancam tidak digelar. Sebab, situasinya masih belum memungkinkan.

Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia (APSSI), PSSI, dan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) sempat menggelar rapat secara virtual, beberapa waktu lalu. Hasilnya, perwakilan pemain berharap semua roda kompetisi tetap dilanjutkan. Tetapi juga harus memperhatikan protokol kesehatan. Tidak hanya saat pertandingan, namun juga dalam sesi latihan rutin nantinya. Namun, keputusan itu tetap diserahkan kepada pihak federasi PSSI dan pemerintah terkait bagaimana teknis dan format kompetisinya ke depan.

Iwan Sampurno, salah seorang pemain senior asal Jember sekaligus mantan kapten Persid Jember tahun lalu, juga tetap berharap kompetisi kembali berjalan seperti sedia akal. Namun sebagai pemain, dirinya tak bisa berbuat banyak. “Kita juga harus ikuti anjuran pemerintah terkait pandemi ini,” bebernya.

Menurutnya, kompetisi Liga 3 memang belum diputar hingga saat ini. Para pemain pun mulai harus pintar-pintar mengatur kondisi keuangan mereka. Terlebih, bagi pesepak bola yang hanya menggantungkan hidup di dunia sepak bola saja. “Dengan adanya situasi ini, pemasukan buat pemain tentu tidak ada. Pemain banyak yang latihan sendiri, karena saling menjaga masing-masing,” imbuh pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan ini.

Kalaupun nanti keputusan Liga 3 tidak digulirkan karena pandemi ini, tentu imbasnya sangat besar kepada pemain sepak bola. Khususnya bagi pesepak bola klub amatir. “Ya kasihan pemainnya juga. Apalagi mereka bergantung penghasilannya di sepak bola saja. Jadi, satu tahun cukup lama kalau vakum,” ujarnya.

Dia pun tetap berharap, kondisi seperti ini dapat berangsur membaik dan segera pulih. “Ya semoga cepat normal lagi. Khususnya dunia sepak bola, bisa bermain lagi,” pungkasnya.

Editor: Lintang Anis Bena Kinanti
Reporter: Muchammad Ainul Budi
Fotografer: Muchammad Ainul Budi