alexametrics
23.1 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Harusnya Prioritaskan Porprov Jatim

Ada Kelompok Poros Tengah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Merebaknya isu restrukturisasi di tubuh kepengurusan KONI Jember periode 2018-2022 menuai tanggapan berbeda dari sejumlah cabor. Mereka ada yang setuju, ada pula yang menolak. Pun yang memilih untuk tidak terlibat di dalam keduanya juga ada. Kelompok ini disebut Poros Tengah.

Mereka yang emoh ikut-ikutan dalam polemik musorkablub itu menilai, ke depan ada beberapa prioritas yang segera butuh penanganan. Yaitu kesiapan atlet dalam mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII tahun 2022 mendatang.

Terlebih, dalam ajang bergengsi itu, Jember dinobatkan sebagai tuan rumah. Kekhawatiran pun muncul jika isu di tubuh KONI tak segera tertangani atau bahkan berlarut-larut. Bukan tidak mungkin, mimpi menjadi tuan rumah Porprov itu bisa saja ambyar. Imbasnya, atlet bakal gigit jari.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Umum Keluarga Tarung Derajat (Kodrat) Jember Haryu Islamuddin menjelaskan, adanya kedua pihak, tim 9 dan tim verifikasi di tubuh KONI, semuanya harus bermuara pada kemajuan olahraga Jember. Kendati ia tidak terlibat langsung di antara dua pihak tersebut, namun Haryu menegaskan bahwa apa pun keputusan yang terlahir, pihaknya bakal mendukung. “Kami bukan berarti netral, juga bukan pendukung kedua pihak itu. Kami tetap bagian dari KONI, sebagai rumah besarnya cabor,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, seharusnya dalam polemik yang mendera KONI saat ini, perlu ada saluran komunikasi dan mediasi antara KONI dan semua cabor. Entah yang difasilitasi orang atau perwakilan pemerintah daerah, ataupun pihak ketiga. Mediasi itu dianggap penting. Sebagai jembatan atau alat untuk mencari titik temu. Sekaligus solusi antara dua pihak. Baik yang diinisiasi oleh pemerintah daerah ataupun pihak ketiga.

Pria asal Makassar itu juga tegas menyatakan tidak terlibat langsung di tim 9 atau tim verifikasi. Karenanya, dia membentuk tim yang mana tarung derajat tidak masuk di kedua tim tersebut. Namun, tetap menjadi bagian dari KONI. Karena sejatinya, kata Haryu, tiap cabor adalah aset KONI.

Ia juga memaklumi, dalam isu tersebut pasti ada upaya tarik ulur untuk dukung-mendukung, dan itu diakuinya wajar. “Tapi kami tidak dalam rangka itu. Bagi kami, dukung-mendukung itu nomor sekian. Kami tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana,” bebernya.

Ia menganjurkan, semestinya ada prioritas yang butuh penanganan segera, yakni Porprov Jatim VII tahun 2022 mendatang. Karenanya, ia tetap optimistis, siapa pun nanti yang memimpin KONI, tugas utama dan terdekat adalah menyukseskan Porprov. “Dan tarung drajat siap mengawal keputusan tersebut sesuai amanah yang dijalankan secara profesional dan proporsional,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Merebaknya isu restrukturisasi di tubuh kepengurusan KONI Jember periode 2018-2022 menuai tanggapan berbeda dari sejumlah cabor. Mereka ada yang setuju, ada pula yang menolak. Pun yang memilih untuk tidak terlibat di dalam keduanya juga ada. Kelompok ini disebut Poros Tengah.

Mereka yang emoh ikut-ikutan dalam polemik musorkablub itu menilai, ke depan ada beberapa prioritas yang segera butuh penanganan. Yaitu kesiapan atlet dalam mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII tahun 2022 mendatang.

Terlebih, dalam ajang bergengsi itu, Jember dinobatkan sebagai tuan rumah. Kekhawatiran pun muncul jika isu di tubuh KONI tak segera tertangani atau bahkan berlarut-larut. Bukan tidak mungkin, mimpi menjadi tuan rumah Porprov itu bisa saja ambyar. Imbasnya, atlet bakal gigit jari.

Ketua Umum Keluarga Tarung Derajat (Kodrat) Jember Haryu Islamuddin menjelaskan, adanya kedua pihak, tim 9 dan tim verifikasi di tubuh KONI, semuanya harus bermuara pada kemajuan olahraga Jember. Kendati ia tidak terlibat langsung di antara dua pihak tersebut, namun Haryu menegaskan bahwa apa pun keputusan yang terlahir, pihaknya bakal mendukung. “Kami bukan berarti netral, juga bukan pendukung kedua pihak itu. Kami tetap bagian dari KONI, sebagai rumah besarnya cabor,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, seharusnya dalam polemik yang mendera KONI saat ini, perlu ada saluran komunikasi dan mediasi antara KONI dan semua cabor. Entah yang difasilitasi orang atau perwakilan pemerintah daerah, ataupun pihak ketiga. Mediasi itu dianggap penting. Sebagai jembatan atau alat untuk mencari titik temu. Sekaligus solusi antara dua pihak. Baik yang diinisiasi oleh pemerintah daerah ataupun pihak ketiga.

Pria asal Makassar itu juga tegas menyatakan tidak terlibat langsung di tim 9 atau tim verifikasi. Karenanya, dia membentuk tim yang mana tarung derajat tidak masuk di kedua tim tersebut. Namun, tetap menjadi bagian dari KONI. Karena sejatinya, kata Haryu, tiap cabor adalah aset KONI.

Ia juga memaklumi, dalam isu tersebut pasti ada upaya tarik ulur untuk dukung-mendukung, dan itu diakuinya wajar. “Tapi kami tidak dalam rangka itu. Bagi kami, dukung-mendukung itu nomor sekian. Kami tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana,” bebernya.

Ia menganjurkan, semestinya ada prioritas yang butuh penanganan segera, yakni Porprov Jatim VII tahun 2022 mendatang. Karenanya, ia tetap optimistis, siapa pun nanti yang memimpin KONI, tugas utama dan terdekat adalah menyukseskan Porprov. “Dan tarung drajat siap mengawal keputusan tersebut sesuai amanah yang dijalankan secara profesional dan proporsional,” imbuhnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Merebaknya isu restrukturisasi di tubuh kepengurusan KONI Jember periode 2018-2022 menuai tanggapan berbeda dari sejumlah cabor. Mereka ada yang setuju, ada pula yang menolak. Pun yang memilih untuk tidak terlibat di dalam keduanya juga ada. Kelompok ini disebut Poros Tengah.

Mereka yang emoh ikut-ikutan dalam polemik musorkablub itu menilai, ke depan ada beberapa prioritas yang segera butuh penanganan. Yaitu kesiapan atlet dalam mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII tahun 2022 mendatang.

Terlebih, dalam ajang bergengsi itu, Jember dinobatkan sebagai tuan rumah. Kekhawatiran pun muncul jika isu di tubuh KONI tak segera tertangani atau bahkan berlarut-larut. Bukan tidak mungkin, mimpi menjadi tuan rumah Porprov itu bisa saja ambyar. Imbasnya, atlet bakal gigit jari.

Ketua Umum Keluarga Tarung Derajat (Kodrat) Jember Haryu Islamuddin menjelaskan, adanya kedua pihak, tim 9 dan tim verifikasi di tubuh KONI, semuanya harus bermuara pada kemajuan olahraga Jember. Kendati ia tidak terlibat langsung di antara dua pihak tersebut, namun Haryu menegaskan bahwa apa pun keputusan yang terlahir, pihaknya bakal mendukung. “Kami bukan berarti netral, juga bukan pendukung kedua pihak itu. Kami tetap bagian dari KONI, sebagai rumah besarnya cabor,” terangnya.

Ia juga menjelaskan, seharusnya dalam polemik yang mendera KONI saat ini, perlu ada saluran komunikasi dan mediasi antara KONI dan semua cabor. Entah yang difasilitasi orang atau perwakilan pemerintah daerah, ataupun pihak ketiga. Mediasi itu dianggap penting. Sebagai jembatan atau alat untuk mencari titik temu. Sekaligus solusi antara dua pihak. Baik yang diinisiasi oleh pemerintah daerah ataupun pihak ketiga.

Pria asal Makassar itu juga tegas menyatakan tidak terlibat langsung di tim 9 atau tim verifikasi. Karenanya, dia membentuk tim yang mana tarung derajat tidak masuk di kedua tim tersebut. Namun, tetap menjadi bagian dari KONI. Karena sejatinya, kata Haryu, tiap cabor adalah aset KONI.

Ia juga memaklumi, dalam isu tersebut pasti ada upaya tarik ulur untuk dukung-mendukung, dan itu diakuinya wajar. “Tapi kami tidak dalam rangka itu. Bagi kami, dukung-mendukung itu nomor sekian. Kami tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana,” bebernya.

Ia menganjurkan, semestinya ada prioritas yang butuh penanganan segera, yakni Porprov Jatim VII tahun 2022 mendatang. Karenanya, ia tetap optimistis, siapa pun nanti yang memimpin KONI, tugas utama dan terdekat adalah menyukseskan Porprov. “Dan tarung drajat siap mengawal keputusan tersebut sesuai amanah yang dijalankan secara profesional dan proporsional,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/