alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Mendekati Porprov, Sarana Tak Lengkap

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, Radar Jember – Masalah sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Jember terus menjadi perhatian. Bukan hanya belum selesainya venue pertandingan Porprov saja. Bahkan cabang olahraga (cabor) juga mengeluh tak memiliki peralatan olahraga.

BACA JUGA : Dua Bocah di Bawah Umur Asal Puger Tertangkap Edarkan Pil Edan

Pelatih utama senam Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Jember, Ani Kuntariani, mengaku sangat prihatin melihat para atletnya harus berlatih dengan fasilitas yang tidak memadai.  Bahkan dirinya mengaku kasihan pada atletnya. Pasalnya, untuk melakukan senam aerobik gimnastik yang gerakannya berbahaya, mereka tidak memiliki matras standar. “Matras sangat penting, karena menjadi tumpuannya atlet. Kalau tidak ada matras, ya berbahaya, karena bisa cedera,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ani menjelaskan, terdapat beberapa nomor pertandingan dalam cabor senam. Namun, Jember tidak memiliki semua peralatannya. Di antaranya yaitu balok tumpuan, gelang-gelang atau ring, palang tunggal, hingga kuda-kuda lompat. Walau tidak memiliki, Ani berupaya untuk mengatasinya dan tidak memakai peralatan standar olahraga. “Kuda-kuda lompat, kami pakai meja bangku sekolah,” paparnya.

Bahkan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Terlebih lagi, kuda-kuda lompat pada Porprov Jatim 2013 di Madiun, pernah mendapatkan medali perunggu. “Dari dulu ya pakai meja bangku sekolah untuk latihan nomor kuda-kuda lompat,” paparnya.

Kendati demikian, kendala fasilitas peralatan tersebut tidak semua bisa diatasi. “Seperti gelang-gelang ring, kami tidak bisa latihan,” paparnya. Agar atletnya bisa latihan di nomor tersebut, maka memaksimalkan saat training center (TC) di Malang. “Kami akan memakai fasilitas di Malang. Karena di sana lengkap,” ucapnya. Karenanya, TC di Malang tersebut untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mencoba peralatan senam yang standar.

- Advertisement -

KALIWATES, Radar Jember – Masalah sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Jember terus menjadi perhatian. Bukan hanya belum selesainya venue pertandingan Porprov saja. Bahkan cabang olahraga (cabor) juga mengeluh tak memiliki peralatan olahraga.

BACA JUGA : Dua Bocah di Bawah Umur Asal Puger Tertangkap Edarkan Pil Edan

Pelatih utama senam Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Jember, Ani Kuntariani, mengaku sangat prihatin melihat para atletnya harus berlatih dengan fasilitas yang tidak memadai.  Bahkan dirinya mengaku kasihan pada atletnya. Pasalnya, untuk melakukan senam aerobik gimnastik yang gerakannya berbahaya, mereka tidak memiliki matras standar. “Matras sangat penting, karena menjadi tumpuannya atlet. Kalau tidak ada matras, ya berbahaya, karena bisa cedera,” paparnya.

Ani menjelaskan, terdapat beberapa nomor pertandingan dalam cabor senam. Namun, Jember tidak memiliki semua peralatannya. Di antaranya yaitu balok tumpuan, gelang-gelang atau ring, palang tunggal, hingga kuda-kuda lompat. Walau tidak memiliki, Ani berupaya untuk mengatasinya dan tidak memakai peralatan standar olahraga. “Kuda-kuda lompat, kami pakai meja bangku sekolah,” paparnya.

Bahkan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Terlebih lagi, kuda-kuda lompat pada Porprov Jatim 2013 di Madiun, pernah mendapatkan medali perunggu. “Dari dulu ya pakai meja bangku sekolah untuk latihan nomor kuda-kuda lompat,” paparnya.

Kendati demikian, kendala fasilitas peralatan tersebut tidak semua bisa diatasi. “Seperti gelang-gelang ring, kami tidak bisa latihan,” paparnya. Agar atletnya bisa latihan di nomor tersebut, maka memaksimalkan saat training center (TC) di Malang. “Kami akan memakai fasilitas di Malang. Karena di sana lengkap,” ucapnya. Karenanya, TC di Malang tersebut untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mencoba peralatan senam yang standar.

KALIWATES, Radar Jember – Masalah sarana dan prasarana olahraga di Kabupaten Jember terus menjadi perhatian. Bukan hanya belum selesainya venue pertandingan Porprov saja. Bahkan cabang olahraga (cabor) juga mengeluh tak memiliki peralatan olahraga.

BACA JUGA : Dua Bocah di Bawah Umur Asal Puger Tertangkap Edarkan Pil Edan

Pelatih utama senam Persatuan Senam Seluruh Indonesia (Persani) Jember, Ani Kuntariani, mengaku sangat prihatin melihat para atletnya harus berlatih dengan fasilitas yang tidak memadai.  Bahkan dirinya mengaku kasihan pada atletnya. Pasalnya, untuk melakukan senam aerobik gimnastik yang gerakannya berbahaya, mereka tidak memiliki matras standar. “Matras sangat penting, karena menjadi tumpuannya atlet. Kalau tidak ada matras, ya berbahaya, karena bisa cedera,” paparnya.

Ani menjelaskan, terdapat beberapa nomor pertandingan dalam cabor senam. Namun, Jember tidak memiliki semua peralatannya. Di antaranya yaitu balok tumpuan, gelang-gelang atau ring, palang tunggal, hingga kuda-kuda lompat. Walau tidak memiliki, Ani berupaya untuk mengatasinya dan tidak memakai peralatan standar olahraga. “Kuda-kuda lompat, kami pakai meja bangku sekolah,” paparnya.

Bahkan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama. Terlebih lagi, kuda-kuda lompat pada Porprov Jatim 2013 di Madiun, pernah mendapatkan medali perunggu. “Dari dulu ya pakai meja bangku sekolah untuk latihan nomor kuda-kuda lompat,” paparnya.

Kendati demikian, kendala fasilitas peralatan tersebut tidak semua bisa diatasi. “Seperti gelang-gelang ring, kami tidak bisa latihan,” paparnya. Agar atletnya bisa latihan di nomor tersebut, maka memaksimalkan saat training center (TC) di Malang. “Kami akan memakai fasilitas di Malang. Karena di sana lengkap,” ucapnya. Karenanya, TC di Malang tersebut untuk mengukur kemampuan atlet sekaligus mencoba peralatan senam yang standar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/