alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Dua Kali Raih Piala Soeratin di Klub Berbeda, Kini Fokus Sekolah

Cukup jarang pesepak bola muda meraih prestasi gemilang. Apalagi di tingkat nasional. Inilah prestasi yang diraih M Akbar Haris. Dua kali dia mengantarkan tim memperoleh juara pada kompetisi Piala Soeratin U-17. Seperti apa kiprahnya?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Muhammad Akbar Haris, turnamen Piala Soeratin U-17 memiliki kesan manis bagi karir sepak bolanya di usia muda. Sebab, di ajang bergengsi tingkat nasional itu, Haris berhasil menorehkan prestasi terbaik. Bukan hanya sekali, tapi dua kali.

Meski dirinya belum mampu membawa Persid junior menjadi jawara turnamen itu, namun pemain asli Antirogo, Jember, ini mampu dua kali mengangkat trofi juara Piala Soeratin U-17 di dua klub berbeda.

Pelajar SMAN 5 Jember tersebut mencatatkan dua kali juara Piala Soeratin. Pada Februari 2019 lalu, Haris membawa Bajol Ijo Cilik, julukan Persebaya U-17 meraih juara. Kemenangan itu setelah dalam partai puncak, Persebaya junior mengalahkan lawannya Persepan Pandeglang dengan skor 2-0 di Stadion Supriyadi Blitar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Prestasi kedua ditorehkannya tahun ini. Bersama tim Laskar Peta Junior, julukan PSBK Blitar, Haris kembali mengangkat trofi Piala Soeratin level nasional, Minggu (23/2) lalu, di Stadion Gajayana Malang. PSBK Blitar mampu menundukkan lawannya, PS Palembang U-17 dengan skor tipis 1-0. “Saya sangat senang bisa juara Piala Soeratin di babak nasional. Doa saya alhamdulilah terwujud bisa main penuh di babak nasional,” ungkap pemain yang berposisi sebagai stopper ini.

Haris tak lupa berterima kasih kepada kedua orang tuanya, M Yusuf dan Hamyati. “Berkat doa mereka, saya bisa juara Piala Soeratin tingkat nasional dua kali,” tutur pemain kelahiran 21 Agustus 2002 ini.

Perjalanan karir Haris di Piala Soeratin U-17 pun dimulai pada 2018 lalu. Tim pertama yang dia bela adalah Persebaya U-17. Haris berhasil menembus skuad Bajol Ijo Cilik seusai melewati serangkaian seleksi. “Dulu yang seleksi dari Jember ke Persebaya U-17 ada tujuh anak,” ucap Haris.

Ketujuh pemain tersebut yakni Harli Cahya, Taufik Hidayat, Tegar Alfian, Hafi Firmansyah, Iskandar Fauzi, Achyar Rizal, dan Haris. Namun, hanya tiga orang saja yang akhirnya lolos ke Persebaya Junior. Yakni Haris, Taufik Hidayat dan Harli Cahya. Tapi, selama di Persebaya U-17, Haris hanya menjadi pemain penghangat bangku cadangan saja. “Di Persebaya, saya jarang dimainkan. Tapi, saya banyak belajar di tim juara,” kata pemain yang mengidolakan Sergio Ramos dan Hansamu Yama tersebut.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Muhammad Akbar Haris, turnamen Piala Soeratin U-17 memiliki kesan manis bagi karir sepak bolanya di usia muda. Sebab, di ajang bergengsi tingkat nasional itu, Haris berhasil menorehkan prestasi terbaik. Bukan hanya sekali, tapi dua kali.

Meski dirinya belum mampu membawa Persid junior menjadi jawara turnamen itu, namun pemain asli Antirogo, Jember, ini mampu dua kali mengangkat trofi juara Piala Soeratin U-17 di dua klub berbeda.

Pelajar SMAN 5 Jember tersebut mencatatkan dua kali juara Piala Soeratin. Pada Februari 2019 lalu, Haris membawa Bajol Ijo Cilik, julukan Persebaya U-17 meraih juara. Kemenangan itu setelah dalam partai puncak, Persebaya junior mengalahkan lawannya Persepan Pandeglang dengan skor 2-0 di Stadion Supriyadi Blitar.

Prestasi kedua ditorehkannya tahun ini. Bersama tim Laskar Peta Junior, julukan PSBK Blitar, Haris kembali mengangkat trofi Piala Soeratin level nasional, Minggu (23/2) lalu, di Stadion Gajayana Malang. PSBK Blitar mampu menundukkan lawannya, PS Palembang U-17 dengan skor tipis 1-0. “Saya sangat senang bisa juara Piala Soeratin di babak nasional. Doa saya alhamdulilah terwujud bisa main penuh di babak nasional,” ungkap pemain yang berposisi sebagai stopper ini.

Haris tak lupa berterima kasih kepada kedua orang tuanya, M Yusuf dan Hamyati. “Berkat doa mereka, saya bisa juara Piala Soeratin tingkat nasional dua kali,” tutur pemain kelahiran 21 Agustus 2002 ini.

Perjalanan karir Haris di Piala Soeratin U-17 pun dimulai pada 2018 lalu. Tim pertama yang dia bela adalah Persebaya U-17. Haris berhasil menembus skuad Bajol Ijo Cilik seusai melewati serangkaian seleksi. “Dulu yang seleksi dari Jember ke Persebaya U-17 ada tujuh anak,” ucap Haris.

Ketujuh pemain tersebut yakni Harli Cahya, Taufik Hidayat, Tegar Alfian, Hafi Firmansyah, Iskandar Fauzi, Achyar Rizal, dan Haris. Namun, hanya tiga orang saja yang akhirnya lolos ke Persebaya Junior. Yakni Haris, Taufik Hidayat dan Harli Cahya. Tapi, selama di Persebaya U-17, Haris hanya menjadi pemain penghangat bangku cadangan saja. “Di Persebaya, saya jarang dimainkan. Tapi, saya banyak belajar di tim juara,” kata pemain yang mengidolakan Sergio Ramos dan Hansamu Yama tersebut.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bagi Muhammad Akbar Haris, turnamen Piala Soeratin U-17 memiliki kesan manis bagi karir sepak bolanya di usia muda. Sebab, di ajang bergengsi tingkat nasional itu, Haris berhasil menorehkan prestasi terbaik. Bukan hanya sekali, tapi dua kali.

Meski dirinya belum mampu membawa Persid junior menjadi jawara turnamen itu, namun pemain asli Antirogo, Jember, ini mampu dua kali mengangkat trofi juara Piala Soeratin U-17 di dua klub berbeda.

Pelajar SMAN 5 Jember tersebut mencatatkan dua kali juara Piala Soeratin. Pada Februari 2019 lalu, Haris membawa Bajol Ijo Cilik, julukan Persebaya U-17 meraih juara. Kemenangan itu setelah dalam partai puncak, Persebaya junior mengalahkan lawannya Persepan Pandeglang dengan skor 2-0 di Stadion Supriyadi Blitar.

Prestasi kedua ditorehkannya tahun ini. Bersama tim Laskar Peta Junior, julukan PSBK Blitar, Haris kembali mengangkat trofi Piala Soeratin level nasional, Minggu (23/2) lalu, di Stadion Gajayana Malang. PSBK Blitar mampu menundukkan lawannya, PS Palembang U-17 dengan skor tipis 1-0. “Saya sangat senang bisa juara Piala Soeratin di babak nasional. Doa saya alhamdulilah terwujud bisa main penuh di babak nasional,” ungkap pemain yang berposisi sebagai stopper ini.

Haris tak lupa berterima kasih kepada kedua orang tuanya, M Yusuf dan Hamyati. “Berkat doa mereka, saya bisa juara Piala Soeratin tingkat nasional dua kali,” tutur pemain kelahiran 21 Agustus 2002 ini.

Perjalanan karir Haris di Piala Soeratin U-17 pun dimulai pada 2018 lalu. Tim pertama yang dia bela adalah Persebaya U-17. Haris berhasil menembus skuad Bajol Ijo Cilik seusai melewati serangkaian seleksi. “Dulu yang seleksi dari Jember ke Persebaya U-17 ada tujuh anak,” ucap Haris.

Ketujuh pemain tersebut yakni Harli Cahya, Taufik Hidayat, Tegar Alfian, Hafi Firmansyah, Iskandar Fauzi, Achyar Rizal, dan Haris. Namun, hanya tiga orang saja yang akhirnya lolos ke Persebaya Junior. Yakni Haris, Taufik Hidayat dan Harli Cahya. Tapi, selama di Persebaya U-17, Haris hanya menjadi pemain penghangat bangku cadangan saja. “Di Persebaya, saya jarang dimainkan. Tapi, saya banyak belajar di tim juara,” kata pemain yang mengidolakan Sergio Ramos dan Hansamu Yama tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/