23.2 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Laga Penentu Spanyol Tanding Lawan Jerman

Mobile_AP_Rectangle 1

QATAR, RADARJEMBER.ID – Tak lama berselang, seolah melengkapi kekesalan hati Nagelsmann, Gavi memenangkan gelar pemain U-21 terbaik lainnya, Golden Boy. Kala itu klaim Baby Mou –julukan Nagelsmann– bisa diterima.

Nasib Petaruh Bola Kalah Taruhan Terpaksa Makan Mi Instan

Bayern yang kebetulan segrup dengan Blaugrana di Liga Champions tampil superior. Dua pertemuan mereka sapu bersih dengan diferensiasi gol 5-0. Gavi hanya bermain pada pertemuan pertama (14/9) di matchday kedua.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada pertemuan kedua di matchday kelima (27/10) dia hanya duduk manis di bangku cadangan. Pada dua pertemuan itu, Musiala lebih moncer dengan membukukan 1 umpan gol. Secara keseluruhan, di level klub ia lebih baik daripada Gavi dengan terlibat dalam 22 gol Die Roten.

Bandingkan dengan Gavi karena baru mengukir 1 umpan gol. Namun, torehan tersebut berbanding terbalik jika barometernya adalah level internasional. Lebih khusus lagi dalam Piala Dunia kali ini.

Ketika Gavi mencetak 1 gol yang membantu kemenangan 7-0 Spanyol dari Kosta Rika (24/11), Musiala malah melempem ketika Die Mannschaft dikalahkan Jepang 1-2 (23/11). Nah, bentrokan antara Spanyol dan Jerman pada matchday kedua dini hari nanti

Hal itu membuktikan Gavi lebih baik daripada Musiala di Qatar. Makin menegangkan bagi Jerman, pada laga akan digelar di Al Bayt Stadium, Al Khor, tersebut, kekalahan bisa membuat mereka angkat koper.

Skenario itu terjadi apabila Spanyol mengalahkan Jerman plus Jepang tidak kalah oleh Kosta Rika. Tekanan bagi Jerman kian besar lantaran laga antara Jepang dan Kosta Rika selesai enam jam sebelum laga mereka kontra Spanyol dilangsungkan.

Jika Samurai Biru, julukan Jepang, mengalahkan atau seri dengan Kosta Rika, Jerman harus mengalahkan Spanyol kalau tidak ingin tersingkir di fase grup untuk kali kedua secara beruntun setelah edisi 2018 di Rusia.

”Ini (laga melawan Spanyol dini hari nanti, Red) adalah final pertama bagi kami di Piala Dunia kali ini. Juga tentu saja untuk menghindari terulangnya hal itu (tersingkir di fase grup edisi 2018)” ujar der trainer Jerman Hans-Dieter Flick kepada Bild. (*)

Editor”Winardyasto HariKirono

Foto:AFP

Sumber Berita:jawapos.com

- Advertisement -

QATAR, RADARJEMBER.ID – Tak lama berselang, seolah melengkapi kekesalan hati Nagelsmann, Gavi memenangkan gelar pemain U-21 terbaik lainnya, Golden Boy. Kala itu klaim Baby Mou –julukan Nagelsmann– bisa diterima.

Nasib Petaruh Bola Kalah Taruhan Terpaksa Makan Mi Instan

Bayern yang kebetulan segrup dengan Blaugrana di Liga Champions tampil superior. Dua pertemuan mereka sapu bersih dengan diferensiasi gol 5-0. Gavi hanya bermain pada pertemuan pertama (14/9) di matchday kedua.

Pada pertemuan kedua di matchday kelima (27/10) dia hanya duduk manis di bangku cadangan. Pada dua pertemuan itu, Musiala lebih moncer dengan membukukan 1 umpan gol. Secara keseluruhan, di level klub ia lebih baik daripada Gavi dengan terlibat dalam 22 gol Die Roten.

Bandingkan dengan Gavi karena baru mengukir 1 umpan gol. Namun, torehan tersebut berbanding terbalik jika barometernya adalah level internasional. Lebih khusus lagi dalam Piala Dunia kali ini.

Ketika Gavi mencetak 1 gol yang membantu kemenangan 7-0 Spanyol dari Kosta Rika (24/11), Musiala malah melempem ketika Die Mannschaft dikalahkan Jepang 1-2 (23/11). Nah, bentrokan antara Spanyol dan Jerman pada matchday kedua dini hari nanti

Hal itu membuktikan Gavi lebih baik daripada Musiala di Qatar. Makin menegangkan bagi Jerman, pada laga akan digelar di Al Bayt Stadium, Al Khor, tersebut, kekalahan bisa membuat mereka angkat koper.

Skenario itu terjadi apabila Spanyol mengalahkan Jerman plus Jepang tidak kalah oleh Kosta Rika. Tekanan bagi Jerman kian besar lantaran laga antara Jepang dan Kosta Rika selesai enam jam sebelum laga mereka kontra Spanyol dilangsungkan.

Jika Samurai Biru, julukan Jepang, mengalahkan atau seri dengan Kosta Rika, Jerman harus mengalahkan Spanyol kalau tidak ingin tersingkir di fase grup untuk kali kedua secara beruntun setelah edisi 2018 di Rusia.

”Ini (laga melawan Spanyol dini hari nanti, Red) adalah final pertama bagi kami di Piala Dunia kali ini. Juga tentu saja untuk menghindari terulangnya hal itu (tersingkir di fase grup edisi 2018)” ujar der trainer Jerman Hans-Dieter Flick kepada Bild. (*)

Editor”Winardyasto HariKirono

Foto:AFP

Sumber Berita:jawapos.com

QATAR, RADARJEMBER.ID – Tak lama berselang, seolah melengkapi kekesalan hati Nagelsmann, Gavi memenangkan gelar pemain U-21 terbaik lainnya, Golden Boy. Kala itu klaim Baby Mou –julukan Nagelsmann– bisa diterima.

Nasib Petaruh Bola Kalah Taruhan Terpaksa Makan Mi Instan

Bayern yang kebetulan segrup dengan Blaugrana di Liga Champions tampil superior. Dua pertemuan mereka sapu bersih dengan diferensiasi gol 5-0. Gavi hanya bermain pada pertemuan pertama (14/9) di matchday kedua.

Pada pertemuan kedua di matchday kelima (27/10) dia hanya duduk manis di bangku cadangan. Pada dua pertemuan itu, Musiala lebih moncer dengan membukukan 1 umpan gol. Secara keseluruhan, di level klub ia lebih baik daripada Gavi dengan terlibat dalam 22 gol Die Roten.

Bandingkan dengan Gavi karena baru mengukir 1 umpan gol. Namun, torehan tersebut berbanding terbalik jika barometernya adalah level internasional. Lebih khusus lagi dalam Piala Dunia kali ini.

Ketika Gavi mencetak 1 gol yang membantu kemenangan 7-0 Spanyol dari Kosta Rika (24/11), Musiala malah melempem ketika Die Mannschaft dikalahkan Jepang 1-2 (23/11). Nah, bentrokan antara Spanyol dan Jerman pada matchday kedua dini hari nanti

Hal itu membuktikan Gavi lebih baik daripada Musiala di Qatar. Makin menegangkan bagi Jerman, pada laga akan digelar di Al Bayt Stadium, Al Khor, tersebut, kekalahan bisa membuat mereka angkat koper.

Skenario itu terjadi apabila Spanyol mengalahkan Jerman plus Jepang tidak kalah oleh Kosta Rika. Tekanan bagi Jerman kian besar lantaran laga antara Jepang dan Kosta Rika selesai enam jam sebelum laga mereka kontra Spanyol dilangsungkan.

Jika Samurai Biru, julukan Jepang, mengalahkan atau seri dengan Kosta Rika, Jerman harus mengalahkan Spanyol kalau tidak ingin tersingkir di fase grup untuk kali kedua secara beruntun setelah edisi 2018 di Rusia.

”Ini (laga melawan Spanyol dini hari nanti, Red) adalah final pertama bagi kami di Piala Dunia kali ini. Juga tentu saja untuk menghindari terulangnya hal itu (tersingkir di fase grup edisi 2018)” ujar der trainer Jerman Hans-Dieter Flick kepada Bild. (*)

Editor”Winardyasto HariKirono

Foto:AFP

Sumber Berita:jawapos.com

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca