Ijen Trail Running (ITR) 2018 Libatkan Atlet Lari dari 18 Mancanegara

Sholikhul Huda/Radar Ijen PERSIAPAN: Kabag Ops Kompol Farouk (pegang mic), Alfan Impriadi (panitia), dan Ririn Mardikaningrum (Disparpora) saat rapat persiapan ITR 2018 di Aula Disparpora.

BONDOWOSO RADARJEMBER.ID – Tepat Jumat, 28 September 2018, gelaran tahunan yang melibatkan puluhan negara akan di gelar di Kota Tape, Bondowoso. Yakni Ijen Trail Running (ITR) 2018. Gelaran lari ini sangat menantang adrenalin. Sebab, ada kelas terjauh 100 km. Gelaran ini merupakan gelaran pertama bagi pasangan pemimpin baru Bondowoso. Bupati Kiai Salwa Arifin dan Wakil Bupati Irwan Bachtiar.

IKLAN

Sebagai persiapan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) rapat dengan berbagai pihak di aula Disparpora, (26/9). Beberapa pihak yang terlibat yakni Polres Bondowoso, Satpol PP, Kecamatan Ijen, Protokoler, dan beberapa stakeholder lainnya.

Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Farouk menegaskan, pihaknya akan all out melakukan pengamanan. Sebab, gelaran ini melibatkan 18 negara. Tentunya jangan sampai ada kesan yang tidak menyenangkan bagi para peserta. “Jika senang, maka akan ditularkan ke teman, saudara, dan handai tolan peserta, begitu juga sebaliknya tentunya,” terangnya. Pihaknya mengajak stakeholder lainnya untuk turut serta menyukseskan acara ITR tersebut.

Ketua Panitia Alfan Impriadi mengatakan, tema ITR tahun ini adalah Race to The Bluefire. Tujuannya adalah mengajak peserta untuk menikmati Blue Fire Kawah Ijen. Sebab, rutenya dari Lapangan Hasanddin, Kecamatan Ijen, lari melewati berbagai rute dan sampai ke Blue Fire Kawah Ijen. “Daya tariknya adalah Blue Fire Kawah Ijen,” terangnya.

Untuk kelas 100 km, akan dilepas Jumat dini hari. Sedangkan kelas 70 km akan dilepas Sabtu sore, kelas 42 km Minggu dini hari, dan 21 km Minggu pagi.

Kepala Disparpora Harry Patriantono mengatakan, geliat ITR dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. ITR ini masuk dalam Kalender Even Bondowoso 2018. Kelas jarak dalam ITR 2018 ini ada empat. Yakni 21 kilometer, 42 kilometer, 70 kilometer, dan 100 kilometer. Keempat kategori itu, dilaksanakan start dan finish di Lapangan Hasanuddin di Kecamatan Ijen. “Tema tahun ini Race to The Blue Fire,” ungkapnya.

Tema ini, untuk mengangkat pesona Blue Fire di Kawah Ijen, Bondowoso. Selain Blue Fire, ada beberapa objek wisata di kawasan Ijen yang menjadi rute. Seperti Megasari, Kawah Wurung, Air Terjun Blawan, Bukit Jabal Kirmit, Bukit Teletubbis, dan sarana kebun kopi yang luas. Panitia telah menyiapkan rute beserta petugas di titik-titik yang dilalui.

Dijelaskannya, karena kegiatan ini digelar selama tiga hari, maka length of stay wisatawan dan para pelari lebih lama di Bondowoso. Tentunya, hotel tidak akan menampung di kawasan Ijen. Oleh karenanya, masyarakat sudah diedukasi untuk membuat penginapan di rumahnya. “Harganya diseragamkan, yang tidak ada air panas Rp 100 ribu, dan yang ada air panasnya Rp 150 ribu,’ ujarnya.

Panitia selain dari pihak ketiga, kata dia, juga melibatkan masyarakat Kecamatan Ijen. Bahkan, untuk kemeriahan pembukaan, juga menggunakan anak-anak dari sekolah-sekolah di Kecamatan Ijen.

Reporter & Fotografer: Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :