alexametrics
31 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Ketua Pelti Jember Soetriono Angkat Kaki dari Kepengurusan KONI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono menjadi nama pertama yang angkat kaki dari kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Ketua KONI. Sebelum mengajukan surat undur diri, dia justru mendapatkan surat pemecatan terlebih dahulu.

Dalam berita sebelumnya (26/3), Ketua KONI Jember Abdul Haris Alvianto mengatakan, Soetriono keluar dari pengurusan karena vakum dari KONI setidaknya enam bulan, sehingga tidak ada kontribusinya bagi KONI Jember.

Keterangan berbeda disampaikan Soetriono. Dia mengungkapkan, sebelum dirinya menyerahkan surat pengunduran diri, justru surat pemecatan keluar terlebih dahulu. “Memang setelah Porprov Jatim 2019 kemarin, akan undur diri dari KONI. Tapi sebelum surat pengunduran diri itu saya serahkan, surat pemecatan justru datang terlebih dahulu. Waktu itu yang antarkan Mas Oky,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sementara itu, Oky Wijaya, yang disebut sebagai pengantar surat pemecatan oleh Soetriono, mengakui bahwa dirinya yang dulu menyerahkan langsung surat pemecatan dari pengurus KONI tersebut.

Pria yang juga seorang akademisi di Universitas Jember (Unej) ini mengaku, pada awal kepengurusan KONI dan terpilihnya Alvin sebagai ketua pada 2018 lalu, Soetriono adalah bagian orang yang mengusung Alvin. “Alvin terus terang saya hormati, karena saya termasuk yang usung dirinya untuk jadi Ketua KONI Jember,” ungkapnya.

Dia pun menampik tudingan tidak aktif selama enam bulan dari KONI. Soetrino menuturkan, justru banyak perencanaan KONI adalah buah pemikirannya. Salah satunya adalah tentang kepengurusan KONI diisi dari perwakilan cabor, hal itu digunakan untuk mempermudah koordinasi dengan cabor.

Selisih paham mulai terjadi, ketika persiapan Porprov Jatim VI tahun 2019 lalu. Dalam rapat tidak mau diingatkan, khususnya terkait target peringkat Porprov yang dicanangkan satu digit. Padahal, Soetriono mengingatkan bahwa target satu digit itu tidak mungkin. “Karena selama ini sarana dan prasarana tidak terpenuhi,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono menjadi nama pertama yang angkat kaki dari kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Ketua KONI. Sebelum mengajukan surat undur diri, dia justru mendapatkan surat pemecatan terlebih dahulu.

Dalam berita sebelumnya (26/3), Ketua KONI Jember Abdul Haris Alvianto mengatakan, Soetriono keluar dari pengurusan karena vakum dari KONI setidaknya enam bulan, sehingga tidak ada kontribusinya bagi KONI Jember.

Keterangan berbeda disampaikan Soetriono. Dia mengungkapkan, sebelum dirinya menyerahkan surat pengunduran diri, justru surat pemecatan keluar terlebih dahulu. “Memang setelah Porprov Jatim 2019 kemarin, akan undur diri dari KONI. Tapi sebelum surat pengunduran diri itu saya serahkan, surat pemecatan justru datang terlebih dahulu. Waktu itu yang antarkan Mas Oky,” terangnya.

Sementara itu, Oky Wijaya, yang disebut sebagai pengantar surat pemecatan oleh Soetriono, mengakui bahwa dirinya yang dulu menyerahkan langsung surat pemecatan dari pengurus KONI tersebut.

Pria yang juga seorang akademisi di Universitas Jember (Unej) ini mengaku, pada awal kepengurusan KONI dan terpilihnya Alvin sebagai ketua pada 2018 lalu, Soetriono adalah bagian orang yang mengusung Alvin. “Alvin terus terang saya hormati, karena saya termasuk yang usung dirinya untuk jadi Ketua KONI Jember,” ungkapnya.

Dia pun menampik tudingan tidak aktif selama enam bulan dari KONI. Soetrino menuturkan, justru banyak perencanaan KONI adalah buah pemikirannya. Salah satunya adalah tentang kepengurusan KONI diisi dari perwakilan cabor, hal itu digunakan untuk mempermudah koordinasi dengan cabor.

Selisih paham mulai terjadi, ketika persiapan Porprov Jatim VI tahun 2019 lalu. Dalam rapat tidak mau diingatkan, khususnya terkait target peringkat Porprov yang dicanangkan satu digit. Padahal, Soetriono mengingatkan bahwa target satu digit itu tidak mungkin. “Karena selama ini sarana dan prasarana tidak terpenuhi,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono menjadi nama pertama yang angkat kaki dari kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebelumnya, dia menjabat sebagai Wakil Ketua KONI. Sebelum mengajukan surat undur diri, dia justru mendapatkan surat pemecatan terlebih dahulu.

Dalam berita sebelumnya (26/3), Ketua KONI Jember Abdul Haris Alvianto mengatakan, Soetriono keluar dari pengurusan karena vakum dari KONI setidaknya enam bulan, sehingga tidak ada kontribusinya bagi KONI Jember.

Keterangan berbeda disampaikan Soetriono. Dia mengungkapkan, sebelum dirinya menyerahkan surat pengunduran diri, justru surat pemecatan keluar terlebih dahulu. “Memang setelah Porprov Jatim 2019 kemarin, akan undur diri dari KONI. Tapi sebelum surat pengunduran diri itu saya serahkan, surat pemecatan justru datang terlebih dahulu. Waktu itu yang antarkan Mas Oky,” terangnya.

Sementara itu, Oky Wijaya, yang disebut sebagai pengantar surat pemecatan oleh Soetriono, mengakui bahwa dirinya yang dulu menyerahkan langsung surat pemecatan dari pengurus KONI tersebut.

Pria yang juga seorang akademisi di Universitas Jember (Unej) ini mengaku, pada awal kepengurusan KONI dan terpilihnya Alvin sebagai ketua pada 2018 lalu, Soetriono adalah bagian orang yang mengusung Alvin. “Alvin terus terang saya hormati, karena saya termasuk yang usung dirinya untuk jadi Ketua KONI Jember,” ungkapnya.

Dia pun menampik tudingan tidak aktif selama enam bulan dari KONI. Soetrino menuturkan, justru banyak perencanaan KONI adalah buah pemikirannya. Salah satunya adalah tentang kepengurusan KONI diisi dari perwakilan cabor, hal itu digunakan untuk mempermudah koordinasi dengan cabor.

Selisih paham mulai terjadi, ketika persiapan Porprov Jatim VI tahun 2019 lalu. Dalam rapat tidak mau diingatkan, khususnya terkait target peringkat Porprov yang dicanangkan satu digit. Padahal, Soetriono mengingatkan bahwa target satu digit itu tidak mungkin. “Karena selama ini sarana dan prasarana tidak terpenuhi,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/