alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pengurus KONI Mulai Berguguran

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gonjang-ganjing di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember terus menyeruak. Setelah munculnya wacana rekontruksi oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, yang diikuti oleh cabang olahraga (cabor) dengan menggalang kekuatan untuk mengadakan musyawarah cabang luar biasa (muscablub). Kini, satu per satu pengurus KONI menyatakan keluar dari kepengurusan.

Adanya pengurus KONI yang keluar dari kepengurusan tersebut terungkap saat cabor-cabor merapatkan barisan di salah satu rumah makan Padang di Kecamatan Patrang, Rabu (24/3). “Permisi. Sebelumnya, ini ada pesan dan mengabarkan bahwa Pak Ervan Friambodo sebagai Ketua PBSI Jember juga Wakil Ketua KONI Jember undur diri dari kepengurusan,” ucap Djatmiko, pegiat olahraga karate yang memimpin rapat tersebut.

Mantan Direktur PDP Kahyangan itu menambahkan, selain Ervan Friambodo juga ada Soetriono yang keluar terlebih dahulu. Di tengah-tengah suasana rapat, lantas pengurus KONI lainnya dari unsur cabor kempo juga menyatakan mundur dari pengurus KONI. “Mohon maaf, selama di olahraga saya itu konsen dalam pembinaan di kempo. Tapi, saat masuk pengurus KONI Jember, saya ingin sekali belajar dan mengenal berbagai cabor. Namun, melihat seperti ini, lebih baik undur diri saja dari pengurus KONI,” ucap Rizki Pramodita, saat di tengah-tengah forum tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Walau Rizky menyatakan bakal mundur dari kepengurusan KONI, tapi Sekretaris Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Jember ini tidak sepenuhnya sependapat dengan muscablub itu. Dia memilih berada di tengah dan tidak memihak mana pun. Baik yang pro muscablub maupun yang kontra. “Secara pribadi saya menginginkan yang terbaik. Apa yang terjadi saya tidak mau terlibat,” ucapnya.

Sebelumnya, kata dia, cabor kempo rutin melakukan latihan setiap Jumat sore. Dan perpecahan antara dua kubu di tubuh KONI Jember itu dinilainya berdampak terhadap psikis para atlet. Sebab, konflik itu berpengaruh pada pembinaan dan proses latihan untuk mengikuti Poprov mendatang.

Seyogianya, dia berpendapat, secara struktural dan prosedural hal semacam ini tidak usah melibatkan cabor. Cabor hanya fokus mempersiapkan atlet mengikut laga. “Kami ini atlet tulen, olahragawan. Jadi, sebaiknya tidak bersinggungan dengan yang seperti ini. Kasihan atletnya,” pungkasnya.

Rupanya, sikap Rizky tersebut berbeda dengan Ketua Perkemi Jember Rendra, yang lebih condong mendukung muscablub. Bahkan, Rendra sampai menawarkan diri untuk mengantarkan surat mosi tidak percaya pada KONI Jatim. “Saya bersedia mengantarkan surat mosi tidak percaya itu ke KONI Jatim,” beber Rendra.

Pengurus KONI Jember dari unsur cabor menembak, Yulianto, juga berencana keluar dari pengurus KONI. Dia merasa tidak nyaman dengan kondisi KONI sekarang. Apalagi, ada piket-piketan di sekretariat KONI. “Piket hanya datang. Tidak ada pekerjaan. Rasanya tidak ada manfaat,” ucapnya.

Piket seminggu sekali itu, menurut pria yang juga Ketua Perbakin ini, terkadang juga memberatkan lantaran pengurus harus meninggalkan pekerjaan utamanya. Selain itu, honor sebagai pengurus pada 2021 juga tidak ada. “Sekarang tidak dapat honor, juga tidak dijelaskan. Biasanya jatuhnya per triwulan sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Ervan Friambodo mengatakan, rencana undur diri dari pengurus KONI tersebut telah disampaikan ke kesekretariatan KONI Jember. Namun, belum secara langsung kepada ketua. Erfan juga belum membuat surat resmi pengunduran dirinya. Rencananya, akan diserahkan langsung ke ketua.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gonjang-ganjing di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember terus menyeruak. Setelah munculnya wacana rekontruksi oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, yang diikuti oleh cabang olahraga (cabor) dengan menggalang kekuatan untuk mengadakan musyawarah cabang luar biasa (muscablub). Kini, satu per satu pengurus KONI menyatakan keluar dari kepengurusan.

Adanya pengurus KONI yang keluar dari kepengurusan tersebut terungkap saat cabor-cabor merapatkan barisan di salah satu rumah makan Padang di Kecamatan Patrang, Rabu (24/3). “Permisi. Sebelumnya, ini ada pesan dan mengabarkan bahwa Pak Ervan Friambodo sebagai Ketua PBSI Jember juga Wakil Ketua KONI Jember undur diri dari kepengurusan,” ucap Djatmiko, pegiat olahraga karate yang memimpin rapat tersebut.

Mantan Direktur PDP Kahyangan itu menambahkan, selain Ervan Friambodo juga ada Soetriono yang keluar terlebih dahulu. Di tengah-tengah suasana rapat, lantas pengurus KONI lainnya dari unsur cabor kempo juga menyatakan mundur dari pengurus KONI. “Mohon maaf, selama di olahraga saya itu konsen dalam pembinaan di kempo. Tapi, saat masuk pengurus KONI Jember, saya ingin sekali belajar dan mengenal berbagai cabor. Namun, melihat seperti ini, lebih baik undur diri saja dari pengurus KONI,” ucap Rizki Pramodita, saat di tengah-tengah forum tersebut.

Walau Rizky menyatakan bakal mundur dari kepengurusan KONI, tapi Sekretaris Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Jember ini tidak sepenuhnya sependapat dengan muscablub itu. Dia memilih berada di tengah dan tidak memihak mana pun. Baik yang pro muscablub maupun yang kontra. “Secara pribadi saya menginginkan yang terbaik. Apa yang terjadi saya tidak mau terlibat,” ucapnya.

Sebelumnya, kata dia, cabor kempo rutin melakukan latihan setiap Jumat sore. Dan perpecahan antara dua kubu di tubuh KONI Jember itu dinilainya berdampak terhadap psikis para atlet. Sebab, konflik itu berpengaruh pada pembinaan dan proses latihan untuk mengikuti Poprov mendatang.

Seyogianya, dia berpendapat, secara struktural dan prosedural hal semacam ini tidak usah melibatkan cabor. Cabor hanya fokus mempersiapkan atlet mengikut laga. “Kami ini atlet tulen, olahragawan. Jadi, sebaiknya tidak bersinggungan dengan yang seperti ini. Kasihan atletnya,” pungkasnya.

Rupanya, sikap Rizky tersebut berbeda dengan Ketua Perkemi Jember Rendra, yang lebih condong mendukung muscablub. Bahkan, Rendra sampai menawarkan diri untuk mengantarkan surat mosi tidak percaya pada KONI Jatim. “Saya bersedia mengantarkan surat mosi tidak percaya itu ke KONI Jatim,” beber Rendra.

Pengurus KONI Jember dari unsur cabor menembak, Yulianto, juga berencana keluar dari pengurus KONI. Dia merasa tidak nyaman dengan kondisi KONI sekarang. Apalagi, ada piket-piketan di sekretariat KONI. “Piket hanya datang. Tidak ada pekerjaan. Rasanya tidak ada manfaat,” ucapnya.

Piket seminggu sekali itu, menurut pria yang juga Ketua Perbakin ini, terkadang juga memberatkan lantaran pengurus harus meninggalkan pekerjaan utamanya. Selain itu, honor sebagai pengurus pada 2021 juga tidak ada. “Sekarang tidak dapat honor, juga tidak dijelaskan. Biasanya jatuhnya per triwulan sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Ervan Friambodo mengatakan, rencana undur diri dari pengurus KONI tersebut telah disampaikan ke kesekretariatan KONI Jember. Namun, belum secara langsung kepada ketua. Erfan juga belum membuat surat resmi pengunduran dirinya. Rencananya, akan diserahkan langsung ke ketua.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Gonjang-ganjing di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember terus menyeruak. Setelah munculnya wacana rekontruksi oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, yang diikuti oleh cabang olahraga (cabor) dengan menggalang kekuatan untuk mengadakan musyawarah cabang luar biasa (muscablub). Kini, satu per satu pengurus KONI menyatakan keluar dari kepengurusan.

Adanya pengurus KONI yang keluar dari kepengurusan tersebut terungkap saat cabor-cabor merapatkan barisan di salah satu rumah makan Padang di Kecamatan Patrang, Rabu (24/3). “Permisi. Sebelumnya, ini ada pesan dan mengabarkan bahwa Pak Ervan Friambodo sebagai Ketua PBSI Jember juga Wakil Ketua KONI Jember undur diri dari kepengurusan,” ucap Djatmiko, pegiat olahraga karate yang memimpin rapat tersebut.

Mantan Direktur PDP Kahyangan itu menambahkan, selain Ervan Friambodo juga ada Soetriono yang keluar terlebih dahulu. Di tengah-tengah suasana rapat, lantas pengurus KONI lainnya dari unsur cabor kempo juga menyatakan mundur dari pengurus KONI. “Mohon maaf, selama di olahraga saya itu konsen dalam pembinaan di kempo. Tapi, saat masuk pengurus KONI Jember, saya ingin sekali belajar dan mengenal berbagai cabor. Namun, melihat seperti ini, lebih baik undur diri saja dari pengurus KONI,” ucap Rizki Pramodita, saat di tengah-tengah forum tersebut.

Walau Rizky menyatakan bakal mundur dari kepengurusan KONI, tapi Sekretaris Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Jember ini tidak sepenuhnya sependapat dengan muscablub itu. Dia memilih berada di tengah dan tidak memihak mana pun. Baik yang pro muscablub maupun yang kontra. “Secara pribadi saya menginginkan yang terbaik. Apa yang terjadi saya tidak mau terlibat,” ucapnya.

Sebelumnya, kata dia, cabor kempo rutin melakukan latihan setiap Jumat sore. Dan perpecahan antara dua kubu di tubuh KONI Jember itu dinilainya berdampak terhadap psikis para atlet. Sebab, konflik itu berpengaruh pada pembinaan dan proses latihan untuk mengikuti Poprov mendatang.

Seyogianya, dia berpendapat, secara struktural dan prosedural hal semacam ini tidak usah melibatkan cabor. Cabor hanya fokus mempersiapkan atlet mengikut laga. “Kami ini atlet tulen, olahragawan. Jadi, sebaiknya tidak bersinggungan dengan yang seperti ini. Kasihan atletnya,” pungkasnya.

Rupanya, sikap Rizky tersebut berbeda dengan Ketua Perkemi Jember Rendra, yang lebih condong mendukung muscablub. Bahkan, Rendra sampai menawarkan diri untuk mengantarkan surat mosi tidak percaya pada KONI Jatim. “Saya bersedia mengantarkan surat mosi tidak percaya itu ke KONI Jatim,” beber Rendra.

Pengurus KONI Jember dari unsur cabor menembak, Yulianto, juga berencana keluar dari pengurus KONI. Dia merasa tidak nyaman dengan kondisi KONI sekarang. Apalagi, ada piket-piketan di sekretariat KONI. “Piket hanya datang. Tidak ada pekerjaan. Rasanya tidak ada manfaat,” ucapnya.

Piket seminggu sekali itu, menurut pria yang juga Ketua Perbakin ini, terkadang juga memberatkan lantaran pengurus harus meninggalkan pekerjaan utamanya. Selain itu, honor sebagai pengurus pada 2021 juga tidak ada. “Sekarang tidak dapat honor, juga tidak dijelaskan. Biasanya jatuhnya per triwulan sekali,” jelasnya.

Sementara itu, Ervan Friambodo mengatakan, rencana undur diri dari pengurus KONI tersebut telah disampaikan ke kesekretariatan KONI Jember. Namun, belum secara langsung kepada ketua. Erfan juga belum membuat surat resmi pengunduran dirinya. Rencananya, akan diserahkan langsung ke ketua.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/