alexametrics
31.2 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Diserahkan ke Bupati Tanpa Syarat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persid Jember versi Sunardi akhirnya merelakan Yayasan Persid dikembalikan ke bupati. Pengelolaan Persid itu sepenuhnya dia serahkan ke pemerintah daerah. Meski begitu, Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim menilai masih terjadi dualisme di tubuh Persid.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sunardi mengatakan, Yayasan Persid Jember (YPJ) yang dinakhodai dirinya akan diserahkan ke pimpinan daerah, yaitu bupati. “Karena bupati sekarang (hari ini, Red) ke Jakarta, kami tidak bisa audiensi. Namun, keputusan saya bulat, yaitu menyerahkan Persid sepenuhnya ke bupati,” jelasnya.

Penyerahan itu juga tidak ada syarat apa pun. Kata dia, terserah bupati nanti, apakah dirinya dipakai lagi untuk mengelola Persid atau tidak. Bahkan, ketika namanya tak lagi dicantumkan dalam jajaran kepengurusan, pria yang juga anggota DPR Jember ini mengaku tidak masalah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Artinya, kata dia, penyerahan YPJ itu adalah sepenuhnya kewenangan bupati dalam pengelolaannya nanti. Penyerahan tersebut karena berharap Persid Jember menjadi lebih baik.  “Siapa manajernya Persid dan semuanya nanti adalah kewenangan bupati,” terangnya.

Dualisme Persid Jember terjadi sejak persiapan kompetisi 2020 lalu. Karena tidak ada kompetisi yang bergulir, membuat efek dualisme Persid, yaitu versi Sunardi dan versi Jo, tidak begitu kentara.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persid Jember versi Sunardi akhirnya merelakan Yayasan Persid dikembalikan ke bupati. Pengelolaan Persid itu sepenuhnya dia serahkan ke pemerintah daerah. Meski begitu, Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim menilai masih terjadi dualisme di tubuh Persid.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sunardi mengatakan, Yayasan Persid Jember (YPJ) yang dinakhodai dirinya akan diserahkan ke pimpinan daerah, yaitu bupati. “Karena bupati sekarang (hari ini, Red) ke Jakarta, kami tidak bisa audiensi. Namun, keputusan saya bulat, yaitu menyerahkan Persid sepenuhnya ke bupati,” jelasnya.

Penyerahan itu juga tidak ada syarat apa pun. Kata dia, terserah bupati nanti, apakah dirinya dipakai lagi untuk mengelola Persid atau tidak. Bahkan, ketika namanya tak lagi dicantumkan dalam jajaran kepengurusan, pria yang juga anggota DPR Jember ini mengaku tidak masalah.

Artinya, kata dia, penyerahan YPJ itu adalah sepenuhnya kewenangan bupati dalam pengelolaannya nanti. Penyerahan tersebut karena berharap Persid Jember menjadi lebih baik.  “Siapa manajernya Persid dan semuanya nanti adalah kewenangan bupati,” terangnya.

Dualisme Persid Jember terjadi sejak persiapan kompetisi 2020 lalu. Karena tidak ada kompetisi yang bergulir, membuat efek dualisme Persid, yaitu versi Sunardi dan versi Jo, tidak begitu kentara.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persid Jember versi Sunardi akhirnya merelakan Yayasan Persid dikembalikan ke bupati. Pengelolaan Persid itu sepenuhnya dia serahkan ke pemerintah daerah. Meski begitu, Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim menilai masih terjadi dualisme di tubuh Persid.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sunardi mengatakan, Yayasan Persid Jember (YPJ) yang dinakhodai dirinya akan diserahkan ke pimpinan daerah, yaitu bupati. “Karena bupati sekarang (hari ini, Red) ke Jakarta, kami tidak bisa audiensi. Namun, keputusan saya bulat, yaitu menyerahkan Persid sepenuhnya ke bupati,” jelasnya.

Penyerahan itu juga tidak ada syarat apa pun. Kata dia, terserah bupati nanti, apakah dirinya dipakai lagi untuk mengelola Persid atau tidak. Bahkan, ketika namanya tak lagi dicantumkan dalam jajaran kepengurusan, pria yang juga anggota DPR Jember ini mengaku tidak masalah.

Artinya, kata dia, penyerahan YPJ itu adalah sepenuhnya kewenangan bupati dalam pengelolaannya nanti. Penyerahan tersebut karena berharap Persid Jember menjadi lebih baik.  “Siapa manajernya Persid dan semuanya nanti adalah kewenangan bupati,” terangnya.

Dualisme Persid Jember terjadi sejak persiapan kompetisi 2020 lalu. Karena tidak ada kompetisi yang bergulir, membuat efek dualisme Persid, yaitu versi Sunardi dan versi Jo, tidak begitu kentara.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/