Pilih Sepeda untuk Jaga Kebugaran

Cara Mantan Pemain Timnas untuk Tetap Fit

JAGA KONDISI: Rizky Dwi Febrianto, pesepak bola asal Ledokombo ini memilih bersepeda guna tetap menjaga kondisi fisiknya di tengah wabah korona.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pesepak bola muda asal Ledokombo, Rizky Dwi Febrianto, punya cara tersendiri untuk tetap menjaga kebugaran fisiknya di tengah pandemi virus korona ini. Mantan penggawa Timnas U-23 tahun lalu ini memilih untuk aktif bersepeda.

IKLAN

Pemain kelahiran 22 Februari 1997 ini memilih gowes untuk menghilangkan stres sekaligus tetap menjaga kondisi fisiknya. “Cara refreshing di saat wabah korona ini ya bersepeda. Gowes kecil-kecilan keliling desa, lihat sawah, juga ke air terjun,” ungkap pemain yang tahun lalu membela Kalteng Putra di Liga 1 ini.

Mantan punggawa Madura United di musim 2018 ini sebelumnya juga mulai sering bersepeda. Pasca-dirinya mengalami cedera lutut kanan yang dia dapat pada pertengahan musim kompetisi Liga 1 musim lalu. Cedera itu yang dia peroleh ketika Rizky membela skuad Garuda dalam laga uji coba, bulan September 2019 lalu, bersama Timnas U-23 asuhan pelatih kepala Indra Sjafri. Rizky berhasil membawa skuad Garuda menjadi juara tiga di turnamen internasional Merlion Cup bulan Juni 2019 di Singapura.

Rizky sempat mendapat perawatan di salah satu rumah sakit di Jakarta selama tiga bulan lebih untuk pemulihan. Setelah pulih, dokter pun menyarankan untuk melatih otot lutut dan kakinya dengan bersepeda serta lari-lari kecil.

Selain bersepeda, Rizky juga tetap menjaga kebugaran tubuhnya dengan latihan fisik di lapangan. “Seperti latihan penguatan otot-otot. Juga sesekali latihan di lapangan untuk jaga ball feeling saja. Agar sentuhannya tidak terlalu hilang,” ucap pemain yang pernah membela Jember United ini.

Pemain yang juga pernah berjersey Persepam Pamekasan ini berharap wabah virus korona segera lenyap dari muka bumi. Sebab, dirinya juga sudah sangat rindu merumput. “Semoga wabah ini cepat berakhir. Dan kompetisi sepak bola bisa berjalan lagi,” pungkasnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti