alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Pemain Jember Women Gagal Ikut Pertiwi Cup 2022, Ini Alasannya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Piala Sepak Bola Putri atau Pertiwi Cup 2022 yang digelar Asprov Jatim rupanya gagal diikuti kesebelasan Jember Women (JW). Pasalnya, kesebelasan JW yang memakai nama Persid Jember tersebut terkena sanksi. Akibat masih ada utang yang belum dilunasi pada kompetisi Liga 3 pada 2021 lalu.

Baca Juga : Persiapan Venue Porprov di Lumajang, Masih Butuh Penyempurnaan

Diketahui bahwa Persid didenda Rp 50 juta. Akibat ulah vandalisme suporter Persid terhadap bus calon lawan, yaitu PSIL Lumajang. Karena Persid belum melunasi, dampaknya tim sepak bola putri yang jadi tumbalnya. Alhasil, tim sepak bola putri gagal mengikuti ajang bergengsi tersebut. “Kami gagal mengikuti karena masih ada denda yang ditujukan kepada Persid, karena ulah suporter,” kata Exco PSSI Zainul Arifin saat dikonfirmasi lewat telepon, kemarin (23/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Diketahui, untuk mengikuti Piala Pertiwi, ada berbagai perubahan dari Asprov. JW yang telah lama mempersiapkan mengikuti Piala Pertiwi tersebut tidak bisa ikut, karena yang diperbolehkan adalah Tim Liga 3. Karenanya, JW memakai nama Persid Jember sebagai kontestan Liga 3. Sayangnya, mimpi menuju Piala Pertiwi dengan memakai nama Persid itu buyar.

Terlebih lagi, kata Zainul, keikutsertaan dalam Piala Pertiwi ini juga sebagai persiapan tim Porprov sepak bola putri Jember. “Ini momen untuk mematangkan pemain melihat calon-calon lawan yang bertanding, seperti Arema serta Persebaya dan yang lainnya,” katanya.

Zainul melanjutkan, dengan mengusung nama Persid Putri, harapannya tentu saja besar. Termasuk ingin jadi tuan rumah. Akan tetapi, melihat Persid masih memiliki tanggungan yang belum terselesaikan, maka otomatis Persid dilarang menjadi tuan rumah.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Piala Sepak Bola Putri atau Pertiwi Cup 2022 yang digelar Asprov Jatim rupanya gagal diikuti kesebelasan Jember Women (JW). Pasalnya, kesebelasan JW yang memakai nama Persid Jember tersebut terkena sanksi. Akibat masih ada utang yang belum dilunasi pada kompetisi Liga 3 pada 2021 lalu.

Baca Juga : Persiapan Venue Porprov di Lumajang, Masih Butuh Penyempurnaan

Diketahui bahwa Persid didenda Rp 50 juta. Akibat ulah vandalisme suporter Persid terhadap bus calon lawan, yaitu PSIL Lumajang. Karena Persid belum melunasi, dampaknya tim sepak bola putri yang jadi tumbalnya. Alhasil, tim sepak bola putri gagal mengikuti ajang bergengsi tersebut. “Kami gagal mengikuti karena masih ada denda yang ditujukan kepada Persid, karena ulah suporter,” kata Exco PSSI Zainul Arifin saat dikonfirmasi lewat telepon, kemarin (23/3).

Diketahui, untuk mengikuti Piala Pertiwi, ada berbagai perubahan dari Asprov. JW yang telah lama mempersiapkan mengikuti Piala Pertiwi tersebut tidak bisa ikut, karena yang diperbolehkan adalah Tim Liga 3. Karenanya, JW memakai nama Persid Jember sebagai kontestan Liga 3. Sayangnya, mimpi menuju Piala Pertiwi dengan memakai nama Persid itu buyar.

Terlebih lagi, kata Zainul, keikutsertaan dalam Piala Pertiwi ini juga sebagai persiapan tim Porprov sepak bola putri Jember. “Ini momen untuk mematangkan pemain melihat calon-calon lawan yang bertanding, seperti Arema serta Persebaya dan yang lainnya,” katanya.

Zainul melanjutkan, dengan mengusung nama Persid Putri, harapannya tentu saja besar. Termasuk ingin jadi tuan rumah. Akan tetapi, melihat Persid masih memiliki tanggungan yang belum terselesaikan, maka otomatis Persid dilarang menjadi tuan rumah.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Piala Sepak Bola Putri atau Pertiwi Cup 2022 yang digelar Asprov Jatim rupanya gagal diikuti kesebelasan Jember Women (JW). Pasalnya, kesebelasan JW yang memakai nama Persid Jember tersebut terkena sanksi. Akibat masih ada utang yang belum dilunasi pada kompetisi Liga 3 pada 2021 lalu.

Baca Juga : Persiapan Venue Porprov di Lumajang, Masih Butuh Penyempurnaan

Diketahui bahwa Persid didenda Rp 50 juta. Akibat ulah vandalisme suporter Persid terhadap bus calon lawan, yaitu PSIL Lumajang. Karena Persid belum melunasi, dampaknya tim sepak bola putri yang jadi tumbalnya. Alhasil, tim sepak bola putri gagal mengikuti ajang bergengsi tersebut. “Kami gagal mengikuti karena masih ada denda yang ditujukan kepada Persid, karena ulah suporter,” kata Exco PSSI Zainul Arifin saat dikonfirmasi lewat telepon, kemarin (23/3).

Diketahui, untuk mengikuti Piala Pertiwi, ada berbagai perubahan dari Asprov. JW yang telah lama mempersiapkan mengikuti Piala Pertiwi tersebut tidak bisa ikut, karena yang diperbolehkan adalah Tim Liga 3. Karenanya, JW memakai nama Persid Jember sebagai kontestan Liga 3. Sayangnya, mimpi menuju Piala Pertiwi dengan memakai nama Persid itu buyar.

Terlebih lagi, kata Zainul, keikutsertaan dalam Piala Pertiwi ini juga sebagai persiapan tim Porprov sepak bola putri Jember. “Ini momen untuk mematangkan pemain melihat calon-calon lawan yang bertanding, seperti Arema serta Persebaya dan yang lainnya,” katanya.

Zainul melanjutkan, dengan mengusung nama Persid Putri, harapannya tentu saja besar. Termasuk ingin jadi tuan rumah. Akan tetapi, melihat Persid masih memiliki tanggungan yang belum terselesaikan, maka otomatis Persid dilarang menjadi tuan rumah.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/