alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Ayah Tiara Idol Masuk Bursa Ketua

Jelang Muskab Forki Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama orang tua Tiara Idol, Dedy Nugroho, santer diperbincangkan di tubuh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jember. Sebab, Dedy disebut-sebut akan disiapkan sebagai Ketua Forki yang baru dalam musyawarah kabupaten (muskab) yang diagendakan beberapa pekan ke depan.

Sekretaris Forki Jember Ikhwan Hadi Ismail mengatakan, hingga saat ini Forki belum melakukan muskab. Sebenarnya, berakhirnya kepengurusan adalah Mei 2020 lalu. Dia pun mengaku, nama ayah Tiara Idol diagenda masuk bursa Ketua Umum Forki Jember menggantikan Arum Sabil yang sudah dua periode menjabat.

Walau ada nama Dedy, Ikhwan mengaku, pihaknya sedikit kecewa dengan ketua harian Forki lantaran Muskab tidak kunjung dilaksanakan. Alasannya justru sibuk dengan agenda yang lain. Menurutnya, jumlah perguruan di Forki Jember itu ada tujuh, tapi hanya enam yang aktif. Di antaranya Inkai, Inkanas, Lemkari, Shindoka, dan Aski.

Mobile_AP_Rectangle 2

Justru, Ikhwan menguraikan, sekarang perguruan Forki Jember banyak membahas tentang posisi Djatmiko saat hadir di salah satu rumah makan di Mangli, pekan kemarin. Pertemuan itu membahas isu rekonstruksi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebab, menurut dia, Djatmiko sebagai ketua harian Forki Jember datang ke rumah makan itu atas nama pegiat olahraga.

Sementara itu, kepada Jawa Pos Radar Jember, Djatmiko mengatakan, saat datang ke rumah makan tersebut, dirinya bukan mengatasnamakan dari Forki, melainkan pegiat olahraga karate. Pria yang juga sebagai Ketua Inkai Jember ini menambahkan, ada kesalahpahaman awak media pada posisi dirinya saat diwawancarai.

Kaitannya dengan Muskab Forki, dia menyerahkan seluruhnya ke kepengurusan. Artinya, dia juga siap tidak menjabat di pengurusan Forki, termasuk menjadi ketua harian Forki Jember seperti sekarang untuk periode mendatang. “Saya ini sudah tua, tidak butuh jabatan juga. Terpenting, sebagai karateka bisa tetap latihan,” jelasnya.

Dia mengakui, kepengurusan Forki Jember sejatinya berakhir pada 2020 lalu. Karena pandemi, maka molornya muskab itu juga dimaklumi. “Apalagi juga tidak ada kompetisi dan tidak ada kucuran dana dari KONI Jember,” ucapnya.

Prinsipnya, dia menambahkan, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forki Jatim, ada pemakluman dan bagi daerah diberi kelonggaran untuk memperpanjang masa kepengurusannya lantaran pandemi. “Jadi, tidak hanya Jember yang molor muskabnya,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama orang tua Tiara Idol, Dedy Nugroho, santer diperbincangkan di tubuh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jember. Sebab, Dedy disebut-sebut akan disiapkan sebagai Ketua Forki yang baru dalam musyawarah kabupaten (muskab) yang diagendakan beberapa pekan ke depan.

Sekretaris Forki Jember Ikhwan Hadi Ismail mengatakan, hingga saat ini Forki belum melakukan muskab. Sebenarnya, berakhirnya kepengurusan adalah Mei 2020 lalu. Dia pun mengaku, nama ayah Tiara Idol diagenda masuk bursa Ketua Umum Forki Jember menggantikan Arum Sabil yang sudah dua periode menjabat.

Walau ada nama Dedy, Ikhwan mengaku, pihaknya sedikit kecewa dengan ketua harian Forki lantaran Muskab tidak kunjung dilaksanakan. Alasannya justru sibuk dengan agenda yang lain. Menurutnya, jumlah perguruan di Forki Jember itu ada tujuh, tapi hanya enam yang aktif. Di antaranya Inkai, Inkanas, Lemkari, Shindoka, dan Aski.

Justru, Ikhwan menguraikan, sekarang perguruan Forki Jember banyak membahas tentang posisi Djatmiko saat hadir di salah satu rumah makan di Mangli, pekan kemarin. Pertemuan itu membahas isu rekonstruksi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebab, menurut dia, Djatmiko sebagai ketua harian Forki Jember datang ke rumah makan itu atas nama pegiat olahraga.

Sementara itu, kepada Jawa Pos Radar Jember, Djatmiko mengatakan, saat datang ke rumah makan tersebut, dirinya bukan mengatasnamakan dari Forki, melainkan pegiat olahraga karate. Pria yang juga sebagai Ketua Inkai Jember ini menambahkan, ada kesalahpahaman awak media pada posisi dirinya saat diwawancarai.

Kaitannya dengan Muskab Forki, dia menyerahkan seluruhnya ke kepengurusan. Artinya, dia juga siap tidak menjabat di pengurusan Forki, termasuk menjadi ketua harian Forki Jember seperti sekarang untuk periode mendatang. “Saya ini sudah tua, tidak butuh jabatan juga. Terpenting, sebagai karateka bisa tetap latihan,” jelasnya.

Dia mengakui, kepengurusan Forki Jember sejatinya berakhir pada 2020 lalu. Karena pandemi, maka molornya muskab itu juga dimaklumi. “Apalagi juga tidak ada kompetisi dan tidak ada kucuran dana dari KONI Jember,” ucapnya.

Prinsipnya, dia menambahkan, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forki Jatim, ada pemakluman dan bagi daerah diberi kelonggaran untuk memperpanjang masa kepengurusannya lantaran pandemi. “Jadi, tidak hanya Jember yang molor muskabnya,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Nama orang tua Tiara Idol, Dedy Nugroho, santer diperbincangkan di tubuh Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) Jember. Sebab, Dedy disebut-sebut akan disiapkan sebagai Ketua Forki yang baru dalam musyawarah kabupaten (muskab) yang diagendakan beberapa pekan ke depan.

Sekretaris Forki Jember Ikhwan Hadi Ismail mengatakan, hingga saat ini Forki belum melakukan muskab. Sebenarnya, berakhirnya kepengurusan adalah Mei 2020 lalu. Dia pun mengaku, nama ayah Tiara Idol diagenda masuk bursa Ketua Umum Forki Jember menggantikan Arum Sabil yang sudah dua periode menjabat.

Walau ada nama Dedy, Ikhwan mengaku, pihaknya sedikit kecewa dengan ketua harian Forki lantaran Muskab tidak kunjung dilaksanakan. Alasannya justru sibuk dengan agenda yang lain. Menurutnya, jumlah perguruan di Forki Jember itu ada tujuh, tapi hanya enam yang aktif. Di antaranya Inkai, Inkanas, Lemkari, Shindoka, dan Aski.

Justru, Ikhwan menguraikan, sekarang perguruan Forki Jember banyak membahas tentang posisi Djatmiko saat hadir di salah satu rumah makan di Mangli, pekan kemarin. Pertemuan itu membahas isu rekonstruksi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember. Sebab, menurut dia, Djatmiko sebagai ketua harian Forki Jember datang ke rumah makan itu atas nama pegiat olahraga.

Sementara itu, kepada Jawa Pos Radar Jember, Djatmiko mengatakan, saat datang ke rumah makan tersebut, dirinya bukan mengatasnamakan dari Forki, melainkan pegiat olahraga karate. Pria yang juga sebagai Ketua Inkai Jember ini menambahkan, ada kesalahpahaman awak media pada posisi dirinya saat diwawancarai.

Kaitannya dengan Muskab Forki, dia menyerahkan seluruhnya ke kepengurusan. Artinya, dia juga siap tidak menjabat di pengurusan Forki, termasuk menjadi ketua harian Forki Jember seperti sekarang untuk periode mendatang. “Saya ini sudah tua, tidak butuh jabatan juga. Terpenting, sebagai karateka bisa tetap latihan,” jelasnya.

Dia mengakui, kepengurusan Forki Jember sejatinya berakhir pada 2020 lalu. Karena pandemi, maka molornya muskab itu juga dimaklumi. “Apalagi juga tidak ada kompetisi dan tidak ada kucuran dana dari KONI Jember,” ucapnya.

Prinsipnya, dia menambahkan, dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Forki Jatim, ada pemakluman dan bagi daerah diberi kelonggaran untuk memperpanjang masa kepengurusannya lantaran pandemi. “Jadi, tidak hanya Jember yang molor muskabnya,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/