Fokus Benahi Teknik Jurus

GIAT BERLATIH: Meski masih anak-anak, atlet junior wushu ini tetap berlatih jurus wushu taolu dengan serius. Mereka tampak antusias dan penuh konsentrasi. 

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Seni olahraga bela diri asal Tiongkok ini terus berkembang, yakni Wushu. Tak terkecuali di Jember. Bahkan, cabang olahraga (cabor) tersebut menjadi andalan Jember saat ikut serta dalam beberapa ajang bergengsi tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.

IKLAN

Meski masih banyak atlet junior, performa mereka saat pertandingan tak bisa diremehkan. Sederet prestasi sudah ditorehkan para atlet cilik wushu Jember. Mulai medali di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun lalu hingga kejuaraan internasional junior tingkat Asia, juga tahun lalu dengan mengandalkan satu atlet, Jessie Djalimin.

Pada awal tahun 2020 ini, wushu Jember masih terus berlatih secara intensif. Menurut salah satu pelatih, Alifa Novrina, atlet wushu junior tersebut sudah terbiasa dengan intensitas jadwal latihan yang cukup padat.

“Dalam satu minggu, sudah ada jadwal latihannya. Terbagi menjadi tiga kelas, yaitu prestasi 1, 2, dan 3. Bahkan, kami tetap latihan pada hari Minggu,” ucap perempuan yang akrab disapa Rina tersebut.

Untuk program latihan Minggu, mereka lebih menekankan pada latihan fisik. “Latihan fisik pada Minggu pagi,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Jember. Hari-hari besar seperti Libur Idul Fitri atau Hari Raya Imlek, mereka mendapat libur.

Rina menambahkan, dirinya bersama tiga pelatih lain wajib memperhatikan program latihan dan kebugaran anak asuhnya. Sebab, susah-susah gampang memberikan arahan kepada atlet cilik. “Kalau sudah mendekati turnamen, kami harus menekankan teknik jurus buat anak-anak. Misalnya, main seperempat atau setengah,” lanjut Rina.

Sebagian besar atlet junior yang berlatih difokuskan di kategori wushu taolu alias seni wushu, bukan kategori pertarungan. Apalagi, tim pelatih juga harus memperhatikan regulasi federasi pusat yang baru berubah. Terkait dengan regulasi usia, pengurus pusat Wushu Indonesia (WI) memperbarui aturan usia para atletnya. Yaitu, kelas junior D usia Sembilan tahun kebawah, junior C 10-12 tahun, junior B 13-15 tahun, junior A 16-18 tahun, sedangkan kelas senior 19-30 tahun.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Hadi Sumarsono