alexametrics
24.8 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Atlet Anggar Jember Minim Sarana, Begini Penjelasannya..

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Menjelang satu tahun pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, ternyata masih ada saja cabor yang minim sarana. Padahal Jember akan menjadi salah satu tuan rumahnya. Lantaran sarana penunjang minimalis, ada atlet anggar yang menjaga pedangnya agar tidak bengkok saat latihan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, atlet anggar mulai berlatih di gedung eks BHS. Diawali latihan fisik, latihan bersama pelatih, hingga duel. Mereka memakai kostum serba putih dengan topeng warna hitam. Tusukan pedang yang mengenai tubuh lawan juga mengubah poin. Namun, saat latihan pertandingan mulai sengit, tiba-tiba kata-kata stop terlontar. “Stop, stop, berhenti dulu,” ucap Doni Tri Istiqomah, Ketua Ikatan Anggar Indonesia (Ikasi) Jember.

Doni bergegas mendekat ke atlet. Dia langsung mencoba meluruskan kembali pedang yang dipakai atlet. Kepada Jawa Pos Radar Jember Doni mengaku, untuk anggar, sekitar 10 tahun terakhir terjadi degradasi. “Rekrutmen atlet stagnan. Padahal, Jember dulu langganan memunculkan atlet untuk menuju PON,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kini, lanjut Doni, mantan atlet dan pelatih mulai berkumpul kembali untuk bersama-sama membesarkan anggar Jember. Bila latihan intensif dan didukung sarana, Doni berani menargetkan dua sampai empat medali emas di Porprov Jatim 2022, bila ada 12 medali yang diperebutkan.

Terkait sarana, diakuinya masih minim. “Peralatan sebenarnya sudah waktunya ganti,” tuturnya. Untuk satu set kostum, tanpa pedang dan sepatu, setidaknya butuh dana Rp 5–6 juta. Bahkan, untuk rompi floret juga kurang peka dan waktunya diganti. Hal itu berdampak pada latihan yang seharusnya tusukannya masuk poin, tetapi di angka digital tidak muncul poin masuk. “Kalau saat pertandingan, kadang kami dipinjami atlet dari luar daerah,” imbuhnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Menjelang satu tahun pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, ternyata masih ada saja cabor yang minim sarana. Padahal Jember akan menjadi salah satu tuan rumahnya. Lantaran sarana penunjang minimalis, ada atlet anggar yang menjaga pedangnya agar tidak bengkok saat latihan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, atlet anggar mulai berlatih di gedung eks BHS. Diawali latihan fisik, latihan bersama pelatih, hingga duel. Mereka memakai kostum serba putih dengan topeng warna hitam. Tusukan pedang yang mengenai tubuh lawan juga mengubah poin. Namun, saat latihan pertandingan mulai sengit, tiba-tiba kata-kata stop terlontar. “Stop, stop, berhenti dulu,” ucap Doni Tri Istiqomah, Ketua Ikatan Anggar Indonesia (Ikasi) Jember.

Doni bergegas mendekat ke atlet. Dia langsung mencoba meluruskan kembali pedang yang dipakai atlet. Kepada Jawa Pos Radar Jember Doni mengaku, untuk anggar, sekitar 10 tahun terakhir terjadi degradasi. “Rekrutmen atlet stagnan. Padahal, Jember dulu langganan memunculkan atlet untuk menuju PON,” ucapnya.

Kini, lanjut Doni, mantan atlet dan pelatih mulai berkumpul kembali untuk bersama-sama membesarkan anggar Jember. Bila latihan intensif dan didukung sarana, Doni berani menargetkan dua sampai empat medali emas di Porprov Jatim 2022, bila ada 12 medali yang diperebutkan.

Terkait sarana, diakuinya masih minim. “Peralatan sebenarnya sudah waktunya ganti,” tuturnya. Untuk satu set kostum, tanpa pedang dan sepatu, setidaknya butuh dana Rp 5–6 juta. Bahkan, untuk rompi floret juga kurang peka dan waktunya diganti. Hal itu berdampak pada latihan yang seharusnya tusukannya masuk poin, tetapi di angka digital tidak muncul poin masuk. “Kalau saat pertandingan, kadang kami dipinjami atlet dari luar daerah,” imbuhnya.

JEMBER LOR, RADARJEMBER.ID – Menjelang satu tahun pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, ternyata masih ada saja cabor yang minim sarana. Padahal Jember akan menjadi salah satu tuan rumahnya. Lantaran sarana penunjang minimalis, ada atlet anggar yang menjaga pedangnya agar tidak bengkok saat latihan.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, atlet anggar mulai berlatih di gedung eks BHS. Diawali latihan fisik, latihan bersama pelatih, hingga duel. Mereka memakai kostum serba putih dengan topeng warna hitam. Tusukan pedang yang mengenai tubuh lawan juga mengubah poin. Namun, saat latihan pertandingan mulai sengit, tiba-tiba kata-kata stop terlontar. “Stop, stop, berhenti dulu,” ucap Doni Tri Istiqomah, Ketua Ikatan Anggar Indonesia (Ikasi) Jember.

Doni bergegas mendekat ke atlet. Dia langsung mencoba meluruskan kembali pedang yang dipakai atlet. Kepada Jawa Pos Radar Jember Doni mengaku, untuk anggar, sekitar 10 tahun terakhir terjadi degradasi. “Rekrutmen atlet stagnan. Padahal, Jember dulu langganan memunculkan atlet untuk menuju PON,” ucapnya.

Kini, lanjut Doni, mantan atlet dan pelatih mulai berkumpul kembali untuk bersama-sama membesarkan anggar Jember. Bila latihan intensif dan didukung sarana, Doni berani menargetkan dua sampai empat medali emas di Porprov Jatim 2022, bila ada 12 medali yang diperebutkan.

Terkait sarana, diakuinya masih minim. “Peralatan sebenarnya sudah waktunya ganti,” tuturnya. Untuk satu set kostum, tanpa pedang dan sepatu, setidaknya butuh dana Rp 5–6 juta. Bahkan, untuk rompi floret juga kurang peka dan waktunya diganti. Hal itu berdampak pada latihan yang seharusnya tusukannya masuk poin, tetapi di angka digital tidak muncul poin masuk. “Kalau saat pertandingan, kadang kami dipinjami atlet dari luar daerah,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/