Binaraga Jember Coba Bangkit, Body Contest Bergairah

BUAH USAHA KERAS: Masyhuri, atlet Jember yang meraih medali emas kategori Body Contest dalam Blitar Binaraga Open 2018.

RADARJEMBER.ID – Meski terbilang sedikit, atlet binaraga Jember tetap berikhtiar untuk terus mengukir prestasi. Yang terbaru adalah torehan di Blitar Binaraga Open 2018 yang memperebutkan Piala Bupati Blitar.

IKLAN

“Alhamdulillah, dari tiga kategori yang dipertandingkan, kita berhasil meraih dua medali. Salah satu yang utama adalah Juara 2 untuk kategori Binaraga Kelas 75 Kg, diraih oleh Ardy asal Ambulu,” tutur Mr Kemi Sugianto, Sekretaris Pengkab Persatuan Angkat Besi, Angkat Beban dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Jember saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Jember. Mr atau mister merupakan kualifikasi untuk juri dan trainer binaraga yang diberikan induk organisasi di tingkat Asia.
Diakui Sugianto, persaingan di kategori binaraga cukup ketat. Penilaian juri didasarkan pada tingkat ketebalan dan keringnya otot. Selain itu, bentuk tubuh juga harus simetris. “Kadang ada juri yang suka otot tebal kering, ada yang suka kering saja. Kalau saya, menghitungnya secara simetris antara ketebalan dan kekeringannya,” jelas Sugianto.
Setidaknya dibutuhkan dua fase bagi atlet binaraga untuk mempersiapkan diri jelang kontes. Fase pertama adalah bulking, yakni untuk menambah ketebalan masa otot. “Ini juga untuk memenuhi syarat naik kelas dalam pertandingan,” tutur pria yang juga trainer pusat kebugaran yang ada di salah satu hotel berbintang yang ada di Kaliwates ini.
Adapun fase berikutnya adalah cuting. Pada fase ini, seorang atlet harus menjalani diet ketat ala binaragawan. Yakni harus mengontrol konsumsi gula dan lemak sesuai aturan yang digariskan. “Selain mengkonsumsi low fat, gula rendah dan makannya hanya kukusan saja,” jelas Sugianto.
Secara total, dibutuhkan waktu minimal 3 bulan untuk persiapan jelang kejuaraan. “Ardy memang salah satu atlet binaraga andalan kita. Sebelumnya dia dapat perak di Kejurprov Kediri. Kalau di even resmi seperti kejurprov, seleksi lebih ketat lagi,” tutur Sugianto.
Selain Ardy, atlet lain yang meraih medali adalah Mashuri yang bersaing di kategori body contest di kelas Middle Muscle. Di kelas ini, Mashuri berhasil menjadi yang terbaik dengan raihan juara satu. “Body contest middle muscle ini mirip binaraga, namun yang dihitung hanya separuh badan saja. Jadi dia bisa pakai celana pendek atau celana pantai. Tidak perlu seluruh tubuhnya yang dinilai,” ujar Sugianto.
Secara resmi, PABBSI hanya mempertandingkan tiga kategori, yakni angkat beban, angkat berat dan binaraga. Namun dalam perkembangannya, mulai marak kategori baru, yakni Body Contest. “Di tingkat pusat, secara perlahan Body Contest mulai diakui. Sebelumnya hanya eksibisi saja. Tetapi kabar terakhir, rencananya dalam Porprov 2019 mendatang, akan dipertandingkan secara resmi,” pungkas Sugianto. (ad)

Reporter : Adi Faizin
Fotografer : PABBSI Jember

Editor: Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :