alexametrics
29.1 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Dana Hibah Porprov 2019 Terus Disorot

Kumpulkan Keterangan Dugaan Manipulasi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terus melakukan pemanggilan terhadap sejumlah cabang olahraga yang tergabung dalam KONI Jember. Salah satunya kemarin (22/6). Mereka dipanggil menyusul adanya laporan terkait dugaan penyelewengan anggaran dana hibah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VI, 2019 lalu.

Ada tiga cabor yang dipanggil, kemarin. Yakni perwakilan dari cabor voli, catur, dan wushu. Mereka dipanggil untuk memberikan keterangan ke penyelidik kejari tentang penerimaan dana dari pengurus KONI saat memberangkatkan atlet pada perhelatan Porprov 2019 lalu. “Pertanyaan tidak jauh dari kuitansi dan dana yang kami terima berapa,” terang Lisa Mei Linda, pengurus Wushu Indonesia (WI) Jember, seusai diperiksa tim penyelidik.

Selama 1,5 jam dirinya diperiksa oleh penyelidik kejari dengan berbagai pertanyaan. “Intinya, pemeriksaan itu untuk mengonfirmasi sumber dana yang kami terima dan alirannya ke mana saja,” sebutnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemeriksaan itu ditengarai terkait dugaan pemalsuan pembukuan atau laporan pertanggungjawaban (LPj) dana hibah Porprov. Sebab, muncul dugaan antara dana yang diterima pengurus cabor dan dana yang di-LPj-kan berbeda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam event Porprov, biasanya tiap cabor mendapatkan kisaran Rp 5 jutaan. Namun, beberapa pengakuan cabor justru tidak demikian. Pada beberapa cabor tertentu, mereka menerima sekitar Rp 1,5 jutaan, kala itu. Namun, dalam LPj justru tertulis Rp 3,3 jutaan.

Perbedaan antara dana yang diterima dan yang dilaporkan itu diketahui pengurus cabor sejak kasus tersebut masuk ke Kejati Jatim dan dilimpahkan ke Kejari Jember. “Dana segitu tidaklah cukup. Kami masih banyak yang nalangi sendiri,” terang pengurus cabor yang enggan disebut namanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kajari Jember Zullikar Tanjung melalui PLH Kasipidsus Kejari Jember Yoyot tampaknya masih irit bicara. Pihaknya hanya menyebut, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui detail ihwal penyelidikan yang dilakukan kejari ke mantan pengurus KONI dan cabor itu.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terus melakukan pemanggilan terhadap sejumlah cabang olahraga yang tergabung dalam KONI Jember. Salah satunya kemarin (22/6). Mereka dipanggil menyusul adanya laporan terkait dugaan penyelewengan anggaran dana hibah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VI, 2019 lalu.

Ada tiga cabor yang dipanggil, kemarin. Yakni perwakilan dari cabor voli, catur, dan wushu. Mereka dipanggil untuk memberikan keterangan ke penyelidik kejari tentang penerimaan dana dari pengurus KONI saat memberangkatkan atlet pada perhelatan Porprov 2019 lalu. “Pertanyaan tidak jauh dari kuitansi dan dana yang kami terima berapa,” terang Lisa Mei Linda, pengurus Wushu Indonesia (WI) Jember, seusai diperiksa tim penyelidik.

Selama 1,5 jam dirinya diperiksa oleh penyelidik kejari dengan berbagai pertanyaan. “Intinya, pemeriksaan itu untuk mengonfirmasi sumber dana yang kami terima dan alirannya ke mana saja,” sebutnya.

Pemeriksaan itu ditengarai terkait dugaan pemalsuan pembukuan atau laporan pertanggungjawaban (LPj) dana hibah Porprov. Sebab, muncul dugaan antara dana yang diterima pengurus cabor dan dana yang di-LPj-kan berbeda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam event Porprov, biasanya tiap cabor mendapatkan kisaran Rp 5 jutaan. Namun, beberapa pengakuan cabor justru tidak demikian. Pada beberapa cabor tertentu, mereka menerima sekitar Rp 1,5 jutaan, kala itu. Namun, dalam LPj justru tertulis Rp 3,3 jutaan.

Perbedaan antara dana yang diterima dan yang dilaporkan itu diketahui pengurus cabor sejak kasus tersebut masuk ke Kejati Jatim dan dilimpahkan ke Kejari Jember. “Dana segitu tidaklah cukup. Kami masih banyak yang nalangi sendiri,” terang pengurus cabor yang enggan disebut namanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kajari Jember Zullikar Tanjung melalui PLH Kasipidsus Kejari Jember Yoyot tampaknya masih irit bicara. Pihaknya hanya menyebut, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui detail ihwal penyelidikan yang dilakukan kejari ke mantan pengurus KONI dan cabor itu.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember terus melakukan pemanggilan terhadap sejumlah cabang olahraga yang tergabung dalam KONI Jember. Salah satunya kemarin (22/6). Mereka dipanggil menyusul adanya laporan terkait dugaan penyelewengan anggaran dana hibah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VI, 2019 lalu.

Ada tiga cabor yang dipanggil, kemarin. Yakni perwakilan dari cabor voli, catur, dan wushu. Mereka dipanggil untuk memberikan keterangan ke penyelidik kejari tentang penerimaan dana dari pengurus KONI saat memberangkatkan atlet pada perhelatan Porprov 2019 lalu. “Pertanyaan tidak jauh dari kuitansi dan dana yang kami terima berapa,” terang Lisa Mei Linda, pengurus Wushu Indonesia (WI) Jember, seusai diperiksa tim penyelidik.

Selama 1,5 jam dirinya diperiksa oleh penyelidik kejari dengan berbagai pertanyaan. “Intinya, pemeriksaan itu untuk mengonfirmasi sumber dana yang kami terima dan alirannya ke mana saja,” sebutnya.

Pemeriksaan itu ditengarai terkait dugaan pemalsuan pembukuan atau laporan pertanggungjawaban (LPj) dana hibah Porprov. Sebab, muncul dugaan antara dana yang diterima pengurus cabor dan dana yang di-LPj-kan berbeda. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam event Porprov, biasanya tiap cabor mendapatkan kisaran Rp 5 jutaan. Namun, beberapa pengakuan cabor justru tidak demikian. Pada beberapa cabor tertentu, mereka menerima sekitar Rp 1,5 jutaan, kala itu. Namun, dalam LPj justru tertulis Rp 3,3 jutaan.

Perbedaan antara dana yang diterima dan yang dilaporkan itu diketahui pengurus cabor sejak kasus tersebut masuk ke Kejati Jatim dan dilimpahkan ke Kejari Jember. “Dana segitu tidaklah cukup. Kami masih banyak yang nalangi sendiri,” terang pengurus cabor yang enggan disebut namanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kajari Jember Zullikar Tanjung melalui PLH Kasipidsus Kejari Jember Yoyot tampaknya masih irit bicara. Pihaknya hanya menyebut, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui detail ihwal penyelidikan yang dilakukan kejari ke mantan pengurus KONI dan cabor itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/