Tetap Jaga Fisik dan Ball Feeling

RUTIN LAPORAN: Gilang Oktavana, pesepak bola muda asal Sumberjambe ini rutin mengirim video latihannya kepada tim pelatih Arema U-18.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sudah satu bulan lebih para pesepak bola tidak berkompetisi. Wabah virus korona membuat seluruh aktivitas sepak bola di bawah naungan PSSI untuk sementara waktu dihentikan. Mulai dari turnamen, kompetisi tingkat junior, semi profesional, hingga liga profesional.

IKLAN

Para pesepak bola itu pun mengisi waktu dengan berlatih agar tetap menjaga kondisi kebugarannya. Bahkan, mereka yang sudah bergabung di klub mendapat instruksi khusus oleh jajaran tim pelatih. Seperti Gilang Oktavana, salah satu pesepak bola muda asal Desa Gunung Malang, Sumberjambe.

Pemain yang tahun ini bergabung bersama Arema U-18 di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) harus tetap berlatih mandiri. Sebab, kompetisi EPA Liga 1 U-18 pun belum digulirkan, karena ada pandemi korona ini.

Kan masih libur kompetisi panjang ini. Jadi, saya latihan fisik sendiri. Materi latihan juga diberikan sama tim pelatih dari Arema. Istilahnya, latihan online gitu,” papar mantan kapten Persid Jember U-17 tahun lalu ini.

Setiap penggawa Arema junior pun diharuskan lapor rutin kepada jajaran pelatih, termasuk Gilang. “Kami kirim dalam bentuk video kalau latihan. Dua hari sekali dikirim videonya,” jelas pemain kelahiran 2 Oktober 2002 ini.

Pemain yang berposisi sebagai gelandang serang ini mengaku, latihan fisik secara mandiri ini sangatlah penting. “Latihan fisik ini kan cukup lama. Jadi, buat pembentukan otot dan penguatan napas saja. Ya seperti jogging gitu,” imbuh pemain yang tahun lalu mengantarkan PSBK Blitar juara Piala Soeratin U-17 ini.

Selain itu, dirinya tetap berlatih untuk menjaga ball feeling. Hal ini dilakukan agar penguasaan bola dan skill-nya tidak terlalu canggung apabila nanti kompetisi sudah bergulir. “Kalau jaga ball feeling, ya harus. Biasanya saya main bola di halaman belakang rumah,” pungkas Gilang.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti