alexametrics
27.3 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

29 Cabor Rapatkan Barisan

Sepakat Bikin Gerakan Rekonstruksi KONI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu rekonstruksi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember mulai menyeruak ke permukaan. Kabar ini mencuat setelah ada pertemuan sejumlah cabang olahraga (cabor) di salah satu rumah makan di kawasan Mangli, Kaliwates, belum lama ini. Mereka sepakat merapatkan barisan. Ada yang menyebut, gerakan rekonstruksi ini untuk memperbaiki KONI. Lantaran selama ini, KONI dinilai minim melakukan pembinaan hingga berujung pada anjloknya raihan prestasi.

Menilik ke belakang, sebenarnya kata ‘rekonstruksi’ di bidang olahraga diawali oleh Bupati Jember Hendy Siswanto pada saat seleksi Timnas di Stadion Notohadinegoro, 6 Maret lalu. Kata ‘rekonstruksi’ juga kembali diperdengarkan kala orang nomor satu di Jember itu datang ke acara tasyakuran di salah satu rumah makan di Mangli, 21 Maret. Setelah acara selesai, setidaknya ada 29 cabor yang merapatkan barisan. Dugaan gerakan rekonstruksi di tubuh KONI dari gerakan cabor pun mulai muncul.

Mereka dari berbagai cabor itu tiba-tiba duduk bersama dalam satu meja kayu yang memanjang di rumah makan itu. Dipimpin oleh pegiat karate, Djatmiko, cabor-cabor mulai berdiskusi hingga menyampaikan pendapatnya tentang olahraga Jember ke depan. Apalagi Jember akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2022 mendatang.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Djatmiko mengungkapkan, dalam diskusi dengan berbagai cabor tersebut isinya adalah menindaklanjuti arahan bupati. Hal itu berangkat dari keresahan cabor karena prestasi Jember melorot cukup tajam di Porprov sebelumnya. Dari Porprov Jatim V yang finis di urutan ke-17, di Porprov VI berikutnya justru turun ke posisi 24. “Apalagi, bupati juga menarget juara umum pada Porprov Jatim VII 2022. Karena Jember menjadi salah satu tuan rumah,” terangnya, kemarin (22/3).

Berangkat dari masalah itu, kata Djatmiko, 29 cabor yang hadir tersebut membangun sebuah kesepakatan membentuk tim sembilan. Tugasnya adalah menginventarisasi langkah-langkah yang digunakan dalam rangka merespons keinginan bupati.

Mewakili suara pegiat olahraga dan 29 cabor lainnya, Djatmiko menegaskan, sebenarnya yang dibutuhkan saat ini adalah pembinaan secara organisasi, baik cabor maupun para atletnya. Dan kebutuhan itu belum terpenuhi oleh kepengurusan KONI saat ini. “Bisa pembelian sarana prasarana, pemusatan latihan, hingga pengiriman atlet. Dari tingkat regional, nasional, hingga internasional,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, cabor perlu dukungan finansial dalam rangka pembinaan untuk meraih prestasi yang telah dimimpikan. Mengingat, bantuan dana dari pemerintah daerah beberapa tahun terakhir, cukup minim untuk cabor. Sehingga, demi mencapai target prestasi itu, cabor menginginkan adanya percepatan rekonstruksi di tubuh KONI. Langkah ini untuk merespons hausnya warga Jember akan prestasi. Dan peluang itu diharapkan bisa terjawab pada Porprov mendatang.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu rekonstruksi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember mulai menyeruak ke permukaan. Kabar ini mencuat setelah ada pertemuan sejumlah cabang olahraga (cabor) di salah satu rumah makan di kawasan Mangli, Kaliwates, belum lama ini. Mereka sepakat merapatkan barisan. Ada yang menyebut, gerakan rekonstruksi ini untuk memperbaiki KONI. Lantaran selama ini, KONI dinilai minim melakukan pembinaan hingga berujung pada anjloknya raihan prestasi.

Menilik ke belakang, sebenarnya kata ‘rekonstruksi’ di bidang olahraga diawali oleh Bupati Jember Hendy Siswanto pada saat seleksi Timnas di Stadion Notohadinegoro, 6 Maret lalu. Kata ‘rekonstruksi’ juga kembali diperdengarkan kala orang nomor satu di Jember itu datang ke acara tasyakuran di salah satu rumah makan di Mangli, 21 Maret. Setelah acara selesai, setidaknya ada 29 cabor yang merapatkan barisan. Dugaan gerakan rekonstruksi di tubuh KONI dari gerakan cabor pun mulai muncul.

Mereka dari berbagai cabor itu tiba-tiba duduk bersama dalam satu meja kayu yang memanjang di rumah makan itu. Dipimpin oleh pegiat karate, Djatmiko, cabor-cabor mulai berdiskusi hingga menyampaikan pendapatnya tentang olahraga Jember ke depan. Apalagi Jember akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2022 mendatang.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Djatmiko mengungkapkan, dalam diskusi dengan berbagai cabor tersebut isinya adalah menindaklanjuti arahan bupati. Hal itu berangkat dari keresahan cabor karena prestasi Jember melorot cukup tajam di Porprov sebelumnya. Dari Porprov Jatim V yang finis di urutan ke-17, di Porprov VI berikutnya justru turun ke posisi 24. “Apalagi, bupati juga menarget juara umum pada Porprov Jatim VII 2022. Karena Jember menjadi salah satu tuan rumah,” terangnya, kemarin (22/3).

Berangkat dari masalah itu, kata Djatmiko, 29 cabor yang hadir tersebut membangun sebuah kesepakatan membentuk tim sembilan. Tugasnya adalah menginventarisasi langkah-langkah yang digunakan dalam rangka merespons keinginan bupati.

Mewakili suara pegiat olahraga dan 29 cabor lainnya, Djatmiko menegaskan, sebenarnya yang dibutuhkan saat ini adalah pembinaan secara organisasi, baik cabor maupun para atletnya. Dan kebutuhan itu belum terpenuhi oleh kepengurusan KONI saat ini. “Bisa pembelian sarana prasarana, pemusatan latihan, hingga pengiriman atlet. Dari tingkat regional, nasional, hingga internasional,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, cabor perlu dukungan finansial dalam rangka pembinaan untuk meraih prestasi yang telah dimimpikan. Mengingat, bantuan dana dari pemerintah daerah beberapa tahun terakhir, cukup minim untuk cabor. Sehingga, demi mencapai target prestasi itu, cabor menginginkan adanya percepatan rekonstruksi di tubuh KONI. Langkah ini untuk merespons hausnya warga Jember akan prestasi. Dan peluang itu diharapkan bisa terjawab pada Porprov mendatang.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Isu rekonstruksi di tubuh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember mulai menyeruak ke permukaan. Kabar ini mencuat setelah ada pertemuan sejumlah cabang olahraga (cabor) di salah satu rumah makan di kawasan Mangli, Kaliwates, belum lama ini. Mereka sepakat merapatkan barisan. Ada yang menyebut, gerakan rekonstruksi ini untuk memperbaiki KONI. Lantaran selama ini, KONI dinilai minim melakukan pembinaan hingga berujung pada anjloknya raihan prestasi.

Menilik ke belakang, sebenarnya kata ‘rekonstruksi’ di bidang olahraga diawali oleh Bupati Jember Hendy Siswanto pada saat seleksi Timnas di Stadion Notohadinegoro, 6 Maret lalu. Kata ‘rekonstruksi’ juga kembali diperdengarkan kala orang nomor satu di Jember itu datang ke acara tasyakuran di salah satu rumah makan di Mangli, 21 Maret. Setelah acara selesai, setidaknya ada 29 cabor yang merapatkan barisan. Dugaan gerakan rekonstruksi di tubuh KONI dari gerakan cabor pun mulai muncul.

Mereka dari berbagai cabor itu tiba-tiba duduk bersama dalam satu meja kayu yang memanjang di rumah makan itu. Dipimpin oleh pegiat karate, Djatmiko, cabor-cabor mulai berdiskusi hingga menyampaikan pendapatnya tentang olahraga Jember ke depan. Apalagi Jember akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2022 mendatang.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Djatmiko mengungkapkan, dalam diskusi dengan berbagai cabor tersebut isinya adalah menindaklanjuti arahan bupati. Hal itu berangkat dari keresahan cabor karena prestasi Jember melorot cukup tajam di Porprov sebelumnya. Dari Porprov Jatim V yang finis di urutan ke-17, di Porprov VI berikutnya justru turun ke posisi 24. “Apalagi, bupati juga menarget juara umum pada Porprov Jatim VII 2022. Karena Jember menjadi salah satu tuan rumah,” terangnya, kemarin (22/3).

Berangkat dari masalah itu, kata Djatmiko, 29 cabor yang hadir tersebut membangun sebuah kesepakatan membentuk tim sembilan. Tugasnya adalah menginventarisasi langkah-langkah yang digunakan dalam rangka merespons keinginan bupati.

Mewakili suara pegiat olahraga dan 29 cabor lainnya, Djatmiko menegaskan, sebenarnya yang dibutuhkan saat ini adalah pembinaan secara organisasi, baik cabor maupun para atletnya. Dan kebutuhan itu belum terpenuhi oleh kepengurusan KONI saat ini. “Bisa pembelian sarana prasarana, pemusatan latihan, hingga pengiriman atlet. Dari tingkat regional, nasional, hingga internasional,” paparnya.

Oleh karena itu, lanjut dia, cabor perlu dukungan finansial dalam rangka pembinaan untuk meraih prestasi yang telah dimimpikan. Mengingat, bantuan dana dari pemerintah daerah beberapa tahun terakhir, cukup minim untuk cabor. Sehingga, demi mencapai target prestasi itu, cabor menginginkan adanya percepatan rekonstruksi di tubuh KONI. Langkah ini untuk merespons hausnya warga Jember akan prestasi. Dan peluang itu diharapkan bisa terjawab pada Porprov mendatang.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/