alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Skuad Tim Persid Jember Kontraknya Berlaku Sebulan, Bukan Semusim

Status Pemain dan Staf Kepelatihan Persid Jember Sudah Jelas

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pemain Persid Jember kini bisa bernapas lega. Sebab, status mereka telah jelas menjadi skuad tim berjuluk Macan Sangar tersebut. Ini setelah seluruh pemain, termasuk jajaran kepelatihan, telah meneken kontrak. Meskipun, kontrak tersebut bukan untuk satu musim penuh, melainkan per bulan sekali.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember dalam sesi latihan pagi di Stadion Notohadinegoro, seluruh pemain digenjot habis fisiknya oleh Pelatih Kepala Riono Asnan. Setelah fisik pemain terkuras, siang harinya mereka mulai bisa tersenyum lebar. Sebab, di mes Persid Jember yang berada di Hotel Seven Dream, satu persatu staf kepelatihan hingga pemain dipanggil oleh pihak manajemen.

Pihak manajemen yang diwakili Rezky Pratama sebagai ketua pengurus yayasan, mengatakan, semua pemain dan staf kepelatihan sudah ada kejelasan. Sudah dikontrak dan digaji per bulan. “Total ada 25 pemain yang teken kontrak,” tuturnya, kemarin (21/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebenarnya, kepastian kompetisi Liga III hingga kini belum jelas. Sebab, jadwal Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim yang membahas kompetisi Liga III juga ditunda. “Kongres Asprov Jatim awalnya 14 Juli, tapi ditunda,” tuturnya.

Sebagai manajemen klub, termasuk Persid Jember, pihaknya juga ada rasa khawatir kompetisi akan ditunda lagi sampai tahun depan. Oleh karena itu, kontrak pemain dan pelatih dibikin per bulan sekali, bukan setahun full atau satu kompetisi. “Kalau masalah gaji tidak ada masalah. Yang dipermasalahkan adalah kepastian tanggal kompetisi itu digulirkan,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Ekky ini menegaskan, kontrak dan gaji per bulan sekali tersebut juga tidak menyalahi aturan. “Sesuai dengan regulasi Liga III, memang untuk kontrak hanya per bulan,” jelasnya.

Nominal gaji pemain terbesar adalah Rp 6 juta per bulan, dengan catatan untuk pemain berpengalaman. Sementara, untuk pemain lain terendah Rp 2 juta lebih setiap bulan, atau minimal sama dengan upah minimum kabupaten (UMK).

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pemain Persid Jember kini bisa bernapas lega. Sebab, status mereka telah jelas menjadi skuad tim berjuluk Macan Sangar tersebut. Ini setelah seluruh pemain, termasuk jajaran kepelatihan, telah meneken kontrak. Meskipun, kontrak tersebut bukan untuk satu musim penuh, melainkan per bulan sekali.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember dalam sesi latihan pagi di Stadion Notohadinegoro, seluruh pemain digenjot habis fisiknya oleh Pelatih Kepala Riono Asnan. Setelah fisik pemain terkuras, siang harinya mereka mulai bisa tersenyum lebar. Sebab, di mes Persid Jember yang berada di Hotel Seven Dream, satu persatu staf kepelatihan hingga pemain dipanggil oleh pihak manajemen.

Pihak manajemen yang diwakili Rezky Pratama sebagai ketua pengurus yayasan, mengatakan, semua pemain dan staf kepelatihan sudah ada kejelasan. Sudah dikontrak dan digaji per bulan. “Total ada 25 pemain yang teken kontrak,” tuturnya, kemarin (21/7).

Sebenarnya, kepastian kompetisi Liga III hingga kini belum jelas. Sebab, jadwal Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim yang membahas kompetisi Liga III juga ditunda. “Kongres Asprov Jatim awalnya 14 Juli, tapi ditunda,” tuturnya.

Sebagai manajemen klub, termasuk Persid Jember, pihaknya juga ada rasa khawatir kompetisi akan ditunda lagi sampai tahun depan. Oleh karena itu, kontrak pemain dan pelatih dibikin per bulan sekali, bukan setahun full atau satu kompetisi. “Kalau masalah gaji tidak ada masalah. Yang dipermasalahkan adalah kepastian tanggal kompetisi itu digulirkan,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Ekky ini menegaskan, kontrak dan gaji per bulan sekali tersebut juga tidak menyalahi aturan. “Sesuai dengan regulasi Liga III, memang untuk kontrak hanya per bulan,” jelasnya.

Nominal gaji pemain terbesar adalah Rp 6 juta per bulan, dengan catatan untuk pemain berpengalaman. Sementara, untuk pemain lain terendah Rp 2 juta lebih setiap bulan, atau minimal sama dengan upah minimum kabupaten (UMK).

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Pemain Persid Jember kini bisa bernapas lega. Sebab, status mereka telah jelas menjadi skuad tim berjuluk Macan Sangar tersebut. Ini setelah seluruh pemain, termasuk jajaran kepelatihan, telah meneken kontrak. Meskipun, kontrak tersebut bukan untuk satu musim penuh, melainkan per bulan sekali.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember dalam sesi latihan pagi di Stadion Notohadinegoro, seluruh pemain digenjot habis fisiknya oleh Pelatih Kepala Riono Asnan. Setelah fisik pemain terkuras, siang harinya mereka mulai bisa tersenyum lebar. Sebab, di mes Persid Jember yang berada di Hotel Seven Dream, satu persatu staf kepelatihan hingga pemain dipanggil oleh pihak manajemen.

Pihak manajemen yang diwakili Rezky Pratama sebagai ketua pengurus yayasan, mengatakan, semua pemain dan staf kepelatihan sudah ada kejelasan. Sudah dikontrak dan digaji per bulan. “Total ada 25 pemain yang teken kontrak,” tuturnya, kemarin (21/7).

Sebenarnya, kepastian kompetisi Liga III hingga kini belum jelas. Sebab, jadwal Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim yang membahas kompetisi Liga III juga ditunda. “Kongres Asprov Jatim awalnya 14 Juli, tapi ditunda,” tuturnya.

Sebagai manajemen klub, termasuk Persid Jember, pihaknya juga ada rasa khawatir kompetisi akan ditunda lagi sampai tahun depan. Oleh karena itu, kontrak pemain dan pelatih dibikin per bulan sekali, bukan setahun full atau satu kompetisi. “Kalau masalah gaji tidak ada masalah. Yang dipermasalahkan adalah kepastian tanggal kompetisi itu digulirkan,” imbuhnya.

Pria yang akrab disapa Ekky ini menegaskan, kontrak dan gaji per bulan sekali tersebut juga tidak menyalahi aturan. “Sesuai dengan regulasi Liga III, memang untuk kontrak hanya per bulan,” jelasnya.

Nominal gaji pemain terbesar adalah Rp 6 juta per bulan, dengan catatan untuk pemain berpengalaman. Sementara, untuk pemain lain terendah Rp 2 juta lebih setiap bulan, atau minimal sama dengan upah minimum kabupaten (UMK).

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/