alexametrics
32.2 C
Jember
Monday, 16 May 2022

Tak Standar, Bikin Atlet Rentan Cedera

Kondisi Calon Venue Tenis Lapangan Porprov

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lapangan tenis di Kaliwates, tepatnya di muka Hotel Bintang Mulia, menjadi lapangan tenis satu-satunya milik pemkab yang menjadi calon venue pada hajatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun depan. Walau kerap dipakai latihan, tapi sejatinya kondisi lapangan itu tidak standar lagi. Hingga rentan bikin atlet cedera.

Mendekati pukul 15.00, kemarin (21/8), atlet tenis usia dini mulai berdatangan di lapangan itu. Sepatu mulai dikenakan, raket pun telah disiapkan. Tiga atlet cilik, Attar, Imanuel, dan Dhanan, mulai bersiap-siap pemanasan. Namun, saat pemanasan dengan memukul bola, mereka enggan untuk memilih lapangan nomor dua. “Jangan di sana. Tidak enak lapangannya,” ucap Attar.

Lapangan tenis dari gravel tersebut telah rusak di beberapa bagian. Bahkan, Attar pernah mencoba pantulan bolanya tidak sesuai. Dia juga mengaku pernah mengalami luka, karena terpeleset mengejar bola. “Pernah bola itu balik karena kena lapangan yang rusak,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pelatih tenis dari klub Andik Tenis Jember (ATC) Andik Sufiyanto mengatakan, kabarnya tahun ini ada renovasi. Tapi, tidak diketahui kapan itu dilaksanakan. Dari enam lapangan tenis yang tersedia di Kaliwates tersebut, yang layak untuk dipakai hanya saja. Yaitu lapangan satu, tiga, dan empat.

Sementara itu, Subandi, pegawai penjaga lapangan tenis di Kaliwates, mengaku, sejak dibangun, pernah ada dua kali renovasi. Namun, yang dilakukan perbaikan hanya bagian atap saja, tidak sampai ke lantai. “Terakhir itu saat Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) masih dijabat Suparno,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Soetriono mengatakan, lapangan tenis di Kaliwates milik Pemkab Jember tersebut menjadi lapangan baik di zamannya. “Kalau zaman dulu tahun 1980-an, lapangan tenis Kaliwates itu standar,” terangnya.

Namun, dalam perkembangan zaman dan berkembangnya sport sains di era 2005 dan 2010, maka lapangan tenis dengan lantai gravel seperti di Kaliwates tersebut tidak standar lagi. “Gravel itu lapangannya keras. Dengan perkembangan teknologi raket dan lainnya, maka pukulannya juga semakin keras. Sehingga, untuk mengimbangi pukulan bola yang keras tersebut, atlet tidak bisa lagi pakai sliding bila di lapangan gravel,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lapangan tenis di Kaliwates, tepatnya di muka Hotel Bintang Mulia, menjadi lapangan tenis satu-satunya milik pemkab yang menjadi calon venue pada hajatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun depan. Walau kerap dipakai latihan, tapi sejatinya kondisi lapangan itu tidak standar lagi. Hingga rentan bikin atlet cedera.

Mendekati pukul 15.00, kemarin (21/8), atlet tenis usia dini mulai berdatangan di lapangan itu. Sepatu mulai dikenakan, raket pun telah disiapkan. Tiga atlet cilik, Attar, Imanuel, dan Dhanan, mulai bersiap-siap pemanasan. Namun, saat pemanasan dengan memukul bola, mereka enggan untuk memilih lapangan nomor dua. “Jangan di sana. Tidak enak lapangannya,” ucap Attar.

Lapangan tenis dari gravel tersebut telah rusak di beberapa bagian. Bahkan, Attar pernah mencoba pantulan bolanya tidak sesuai. Dia juga mengaku pernah mengalami luka, karena terpeleset mengejar bola. “Pernah bola itu balik karena kena lapangan yang rusak,” jelasnya.

Pelatih tenis dari klub Andik Tenis Jember (ATC) Andik Sufiyanto mengatakan, kabarnya tahun ini ada renovasi. Tapi, tidak diketahui kapan itu dilaksanakan. Dari enam lapangan tenis yang tersedia di Kaliwates tersebut, yang layak untuk dipakai hanya saja. Yaitu lapangan satu, tiga, dan empat.

Sementara itu, Subandi, pegawai penjaga lapangan tenis di Kaliwates, mengaku, sejak dibangun, pernah ada dua kali renovasi. Namun, yang dilakukan perbaikan hanya bagian atap saja, tidak sampai ke lantai. “Terakhir itu saat Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) masih dijabat Suparno,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Soetriono mengatakan, lapangan tenis di Kaliwates milik Pemkab Jember tersebut menjadi lapangan baik di zamannya. “Kalau zaman dulu tahun 1980-an, lapangan tenis Kaliwates itu standar,” terangnya.

Namun, dalam perkembangan zaman dan berkembangnya sport sains di era 2005 dan 2010, maka lapangan tenis dengan lantai gravel seperti di Kaliwates tersebut tidak standar lagi. “Gravel itu lapangannya keras. Dengan perkembangan teknologi raket dan lainnya, maka pukulannya juga semakin keras. Sehingga, untuk mengimbangi pukulan bola yang keras tersebut, atlet tidak bisa lagi pakai sliding bila di lapangan gravel,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lapangan tenis di Kaliwates, tepatnya di muka Hotel Bintang Mulia, menjadi lapangan tenis satu-satunya milik pemkab yang menjadi calon venue pada hajatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun depan. Walau kerap dipakai latihan, tapi sejatinya kondisi lapangan itu tidak standar lagi. Hingga rentan bikin atlet cedera.

Mendekati pukul 15.00, kemarin (21/8), atlet tenis usia dini mulai berdatangan di lapangan itu. Sepatu mulai dikenakan, raket pun telah disiapkan. Tiga atlet cilik, Attar, Imanuel, dan Dhanan, mulai bersiap-siap pemanasan. Namun, saat pemanasan dengan memukul bola, mereka enggan untuk memilih lapangan nomor dua. “Jangan di sana. Tidak enak lapangannya,” ucap Attar.

Lapangan tenis dari gravel tersebut telah rusak di beberapa bagian. Bahkan, Attar pernah mencoba pantulan bolanya tidak sesuai. Dia juga mengaku pernah mengalami luka, karena terpeleset mengejar bola. “Pernah bola itu balik karena kena lapangan yang rusak,” jelasnya.

Pelatih tenis dari klub Andik Tenis Jember (ATC) Andik Sufiyanto mengatakan, kabarnya tahun ini ada renovasi. Tapi, tidak diketahui kapan itu dilaksanakan. Dari enam lapangan tenis yang tersedia di Kaliwates tersebut, yang layak untuk dipakai hanya saja. Yaitu lapangan satu, tiga, dan empat.

Sementara itu, Subandi, pegawai penjaga lapangan tenis di Kaliwates, mengaku, sejak dibangun, pernah ada dua kali renovasi. Namun, yang dilakukan perbaikan hanya bagian atap saja, tidak sampai ke lantai. “Terakhir itu saat Kepala Kantor Pemuda dan Olahraga (Kanpora) masih dijabat Suparno,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Soetriono mengatakan, lapangan tenis di Kaliwates milik Pemkab Jember tersebut menjadi lapangan baik di zamannya. “Kalau zaman dulu tahun 1980-an, lapangan tenis Kaliwates itu standar,” terangnya.

Namun, dalam perkembangan zaman dan berkembangnya sport sains di era 2005 dan 2010, maka lapangan tenis dengan lantai gravel seperti di Kaliwates tersebut tidak standar lagi. “Gravel itu lapangannya keras. Dengan perkembangan teknologi raket dan lainnya, maka pukulannya juga semakin keras. Sehingga, untuk mengimbangi pukulan bola yang keras tersebut, atlet tidak bisa lagi pakai sliding bila di lapangan gravel,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/