alexametrics
24.4C
Jember
Tuesday, 19 January 2021
Mobile_AP_Top Banner

Pertahankan Performa Atlet

Klub Bulu Tangkis Mulai Bermunculan

Desktop_AP_Leaderboard
Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi korona yang tidak memungkinkan untuk menggelar kompetisi resmi olahraga ternyata masih memunculkan antusiasme terhadap berlatih olahraga. Bahkan, beberapa klub mulai bermunculan. Tujuan mereka di tengah pandemi salah satunya adalah mempertahankan performa atlet.

Salah satu klub bulu tangkis yang rilis adalah Rush Badminton Akademi. Klub berbasis di daerah kampus tersebut mulai melakukan pembinaan bulu tangkis usia dini yang nanti bisa menopang perbulutangkisan di Jember.

Ketua Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember Ervan Friambodo mengatakan, pada pandemi korona seperti ini tidak ada kompetisi yang menjadi upaya klub-klub bulu tangkis. Namun, bagaimana performa atlet harus terjaga. “Karena tidak ada kejuaraan, latihan juga sempat terhenti. Nah, mempertahankan performa itu sudah lebih dari cukup,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengaku, pada pandemi korona seperti ini setidaknya ada tiga klub bulu tangkis yang baru diresmikan. Seperti PB Indoraya Sukorambi, PB Kharisma Junior di Pace Silo, dan juga Rush Badminton Akademi. “Ada juga yang sedang mengajukan, yaitu Huda Badminton Club di Jumerto. Tapi SK masih belum turun,” ucapnya.

Peningkatan jumlah klub bulu tangkis yang kini jumlahnya mencapai belasan klub, menurut Ervan, adalah langkah yang baik dan membuktikan bahwa olahraga tepok bulu tersebut bergeliat, serta terdapat pembinaan. Menurut dia, kehadiran klub baru tersebut membuktikan penguatan pebulu tangkis yang nantinya bisa mewakili Jember.

Banyaknya klub itu juga memunculkan banyak pilihan untuk atlet berlabuh. PBSI juga tidak membuka ruang seluas-luasnya untuk mendaftarkan klub. “Pokoknya ada home base, pelatih, dan atlet,” jelasnya.

Rudi Rahmawan, pemilik Rush Badminton Akademi, mengatakan, pihaknya mendirikan klub karena keinginan keluarga. “Kebetulan keluarga hobinya bulu tangkis dan punya lapangan bulu tangkis. Sehingga, dikembangkan menjadi klub untuk pembinaan pebulu tangkis,” jelasnya.

Dia pun ingin klub barunya tersebut tidak sekadar tempat latihan semata, tapi ada kurikulum berjenjang untuk atletnya. “Konsepnya nanti ada mes dan lainnya,” ucapnya. Cara itu juga mengadopsi kurikulum di klub bulu tangkis yang melahirkan pebulu tangkis andalan untuk bangsa. Apalagi, di Jember potensi bulu tangkisnya cukup baik.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi korona yang tidak memungkinkan untuk menggelar kompetisi resmi olahraga ternyata masih memunculkan antusiasme terhadap berlatih olahraga. Bahkan, beberapa klub mulai bermunculan. Tujuan mereka di tengah pandemi salah satunya adalah mempertahankan performa atlet.

Salah satu klub bulu tangkis yang rilis adalah Rush Badminton Akademi. Klub berbasis di daerah kampus tersebut mulai melakukan pembinaan bulu tangkis usia dini yang nanti bisa menopang perbulutangkisan di Jember.

Ketua Persatuan Bulu tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember Ervan Friambodo mengatakan, pada pandemi korona seperti ini tidak ada kompetisi yang menjadi upaya klub-klub bulu tangkis. Namun, bagaimana performa atlet harus terjaga. “Karena tidak ada kejuaraan, latihan juga sempat terhenti. Nah, mempertahankan performa itu sudah lebih dari cukup,” ucapnya.

Dia mengaku, pada pandemi korona seperti ini setidaknya ada tiga klub bulu tangkis yang baru diresmikan. Seperti PB Indoraya Sukorambi, PB Kharisma Junior di Pace Silo, dan juga Rush Badminton Akademi. “Ada juga yang sedang mengajukan, yaitu Huda Badminton Club di Jumerto. Tapi SK masih belum turun,” ucapnya.

Peningkatan jumlah klub bulu tangkis yang kini jumlahnya mencapai belasan klub, menurut Ervan, adalah langkah yang baik dan membuktikan bahwa olahraga tepok bulu tersebut bergeliat, serta terdapat pembinaan. Menurut dia, kehadiran klub baru tersebut membuktikan penguatan pebulu tangkis yang nantinya bisa mewakili Jember.

Banyaknya klub itu juga memunculkan banyak pilihan untuk atlet berlabuh. PBSI juga tidak membuka ruang seluas-luasnya untuk mendaftarkan klub. “Pokoknya ada home base, pelatih, dan atlet,” jelasnya.

Rudi Rahmawan, pemilik Rush Badminton Akademi, mengatakan, pihaknya mendirikan klub karena keinginan keluarga. “Kebetulan keluarga hobinya bulu tangkis dan punya lapangan bulu tangkis. Sehingga, dikembangkan menjadi klub untuk pembinaan pebulu tangkis,” jelasnya.

Dia pun ingin klub barunya tersebut tidak sekadar tempat latihan semata, tapi ada kurikulum berjenjang untuk atletnya. “Konsepnya nanti ada mes dan lainnya,” ucapnya. Cara itu juga mengadopsi kurikulum di klub bulu tangkis yang melahirkan pebulu tangkis andalan untuk bangsa. Apalagi, di Jember potensi bulu tangkisnya cukup baik.

Mobile_AP_Half Page
Desktop_AP_Half Page

Berita Terbaru

Desktop_AP_Rectangle 1

Wajib Dibaca

Sempat Adu Mulut dengan Warga

Pas Mesra-mesraan Kena Gerebek