alexametrics
25 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Fokus Pemulihan Cedera, Ingin Segera Turun ke Lapangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pascacedera sewaktu membela Timnas U-23, hingga kini Rizky Dwi Febrianto masih menjalani perawatan intensif. Selama lima bulan, pesepakbola asli Ledokombo ini mendapat pemeriksaan rutin di Jakarta. Namun saat ini kondisinya mulai membaik. Dia ingin segera kembali merumput.

Setelah mengalami cedera cukup parah saat membela skuad Timnas U-23 dalam turnamen segitiga di Jogjakarta September lalu, Rizky belum bisa merumput kembali. Dia masih menjalani masa pemulihan. Kendati begitu, dia tetap terlihat ketika tim yang dibelanya Kalteng Putra menghadapi tuan rumah Bhayangkara FC dalam pertandingan lanjutan pekan ke-33 Liga 1 2019, di Stadion PTIK Jakarta Selatan, Senin (16/12) lalu.

Kala bertemu wartawan Radarjember.id, Rizky duduk di bangku cadangan pemain, tanpa mengenakan jersey tim. “Saya belum bisa bermain karena cedera ACL di lutut kanan saya. Belum boleh main sama dokter,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sudah tiga bulan Rizky menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dia pun harus sewa kos di dekat rumah sakit. Karena cedera yang dia dapat waktu membela Garuda Muda, maka semua pembiayaan medis di rumah sakit ditanggung oleh PSSI. “Kira-kira saya tidak boleh main selama lima bulan. Tapi alhamdulillah, kondisi saya sekarang mulai membaik,” tuturnya.

Dia juga sudah mulai menjalani aktivitas olahraga yang membantu pemulihan lutut kanannya itu. “Sudah bersepeda, coba jalan cepat dan sudah boleh latihan angkat beban,” ungkap pemuda 22 tahun ini.

Dalam kurun sepekan, Rizky mendapat jadwal check up ke rumah sakit sebanyak tiga kali. Namun, dia tak memutuskan bergantung pada pemeriksaan rutin saja. Mantan pemain Jember United U-17 ini berinisiatif untuk menambah porsi latihannya. “Saya menambah lagi latihannya. Seperti nge-gym gitu, biar badan nggak tambah lemu,” katanya, kemudian tertawa kecil.

Cedera dengan waktu yang cukup panjang, memang menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet untuk dapat menjaga kebugaran tubuh agar berat badan tak bertambah. Cedera itu juga berimbas pada penampilan di klubnya Kalteng Putra. Karena Rizky hanya dapat merumput bersama timnya itu di putaran pertama saja. Sisa laga di putaran kedua, dia terpaksa gigit jari dan hanya bisa melihat rekan-rekannya dari layar kaca.

“Musim ini saya main putaran pertama dengan catatan memberi empat kali assist yang berbuah gol. Tapi sayang, saya belum bisa cetak gol di klub untuk tahun ini,” ungkap pemain kelahiran 1997 tersebut.

Pada Desember, kompetisi Liga 1 2019 memasuki masa pertandingan terakhir. Rizky mengaku tak sabar ingin segera memulai debutnya di liga tahun 2020. “Kalau musim depan insyaallah saya bisa main lagi. Tidak sabar rasanya ingin segera main lagi,” ujarnya.

Disinggung mengenai apakah ada tawaran dari klub lain, Rizky buka suara. Dia bilang, beberapa klub Liga 1 lainnya sudah mulai memberi tawaran via telepon. Karena, Kalteng Putra resmi terdegradasi alias harus turun kasta dari Liga 1 2019 dan bermain di Liga 2 2020. “Sudah ada dua tim yang telepon saya. Tapi nanti dulu lah soal pindah klub. Saya masih fokus pemulihan cedera dulu,” ucapnya.

Cedera yang diderita Rizky saat membela timnas, memupuskan impiannya bermain di ajang bergengsi internasional lainnya yang dijalani timnas. Seperti Sea Games belum lama ini di Filipina. “Ini pertama kalinya cedera saya bersama timnas, juga cedera saya dengan waktu yang cukup lama. Sebelum-sebelumnya tidak separah ini,” imbuhnya.

Rizky menambahkan, dia hanya membela Timnas U-23 asuhan Pelatih Kepala Indra Sjafri di satu turnamen internasional saja. Yakni Merlion Cup pada Juni lalu di Singapura. Namun, dalam turnamen tersebut, Rizky punya kenangan manis. “Itu pertama kalinya saya membela timnas dan main di turnamen luar negeri. Alhamdulillah bisa membawa timnas juara tiga, meski belum bisa meraih juara pertama,” lanjut anak kedua dari pasangan Muzamil dan Mamik Suhaemi tersebut.

Bersama Timnas U-23, Rizky dkk berhasil mengalahkan Filipina dalam perebutan juara tiga Merlion Cup dengan skor 5-0. Waktu itu, Rizky mampu menyumbangkan satu gol. Golnya terlahir di menit ke-47 setelah dia dilanggar di kotak penalti.

Gol tersebut, menjadi gol perdananya membela timnas dalam pertandingan turnamen internasional. “Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mencetak gol buat Indonesia,” kenang pemain yang pada 2018 lalu membela Madura United ini.

Ke depan, Rizky berharap bisa kembali bergabung bersama skuad Garuda. Sebab, membela Timnas dan mengenakan jersey berlambang Garuda di dada sudah menjadi cita-cita bagi seluruh pesepakbola di Tanah Air. “Impian saya semoga bisa bersama timnas lagi dalam turnamen internasional yang lebih besar,” pungkasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pascacedera sewaktu membela Timnas U-23, hingga kini Rizky Dwi Febrianto masih menjalani perawatan intensif. Selama lima bulan, pesepakbola asli Ledokombo ini mendapat pemeriksaan rutin di Jakarta. Namun saat ini kondisinya mulai membaik. Dia ingin segera kembali merumput.

Setelah mengalami cedera cukup parah saat membela skuad Timnas U-23 dalam turnamen segitiga di Jogjakarta September lalu, Rizky belum bisa merumput kembali. Dia masih menjalani masa pemulihan. Kendati begitu, dia tetap terlihat ketika tim yang dibelanya Kalteng Putra menghadapi tuan rumah Bhayangkara FC dalam pertandingan lanjutan pekan ke-33 Liga 1 2019, di Stadion PTIK Jakarta Selatan, Senin (16/12) lalu.

Kala bertemu wartawan Radarjember.id, Rizky duduk di bangku cadangan pemain, tanpa mengenakan jersey tim. “Saya belum bisa bermain karena cedera ACL di lutut kanan saya. Belum boleh main sama dokter,” katanya.

Sudah tiga bulan Rizky menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dia pun harus sewa kos di dekat rumah sakit. Karena cedera yang dia dapat waktu membela Garuda Muda, maka semua pembiayaan medis di rumah sakit ditanggung oleh PSSI. “Kira-kira saya tidak boleh main selama lima bulan. Tapi alhamdulillah, kondisi saya sekarang mulai membaik,” tuturnya.

Dia juga sudah mulai menjalani aktivitas olahraga yang membantu pemulihan lutut kanannya itu. “Sudah bersepeda, coba jalan cepat dan sudah boleh latihan angkat beban,” ungkap pemuda 22 tahun ini.

Dalam kurun sepekan, Rizky mendapat jadwal check up ke rumah sakit sebanyak tiga kali. Namun, dia tak memutuskan bergantung pada pemeriksaan rutin saja. Mantan pemain Jember United U-17 ini berinisiatif untuk menambah porsi latihannya. “Saya menambah lagi latihannya. Seperti nge-gym gitu, biar badan nggak tambah lemu,” katanya, kemudian tertawa kecil.

Cedera dengan waktu yang cukup panjang, memang menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet untuk dapat menjaga kebugaran tubuh agar berat badan tak bertambah. Cedera itu juga berimbas pada penampilan di klubnya Kalteng Putra. Karena Rizky hanya dapat merumput bersama timnya itu di putaran pertama saja. Sisa laga di putaran kedua, dia terpaksa gigit jari dan hanya bisa melihat rekan-rekannya dari layar kaca.

“Musim ini saya main putaran pertama dengan catatan memberi empat kali assist yang berbuah gol. Tapi sayang, saya belum bisa cetak gol di klub untuk tahun ini,” ungkap pemain kelahiran 1997 tersebut.

Pada Desember, kompetisi Liga 1 2019 memasuki masa pertandingan terakhir. Rizky mengaku tak sabar ingin segera memulai debutnya di liga tahun 2020. “Kalau musim depan insyaallah saya bisa main lagi. Tidak sabar rasanya ingin segera main lagi,” ujarnya.

Disinggung mengenai apakah ada tawaran dari klub lain, Rizky buka suara. Dia bilang, beberapa klub Liga 1 lainnya sudah mulai memberi tawaran via telepon. Karena, Kalteng Putra resmi terdegradasi alias harus turun kasta dari Liga 1 2019 dan bermain di Liga 2 2020. “Sudah ada dua tim yang telepon saya. Tapi nanti dulu lah soal pindah klub. Saya masih fokus pemulihan cedera dulu,” ucapnya.

Cedera yang diderita Rizky saat membela timnas, memupuskan impiannya bermain di ajang bergengsi internasional lainnya yang dijalani timnas. Seperti Sea Games belum lama ini di Filipina. “Ini pertama kalinya cedera saya bersama timnas, juga cedera saya dengan waktu yang cukup lama. Sebelum-sebelumnya tidak separah ini,” imbuhnya.

Rizky menambahkan, dia hanya membela Timnas U-23 asuhan Pelatih Kepala Indra Sjafri di satu turnamen internasional saja. Yakni Merlion Cup pada Juni lalu di Singapura. Namun, dalam turnamen tersebut, Rizky punya kenangan manis. “Itu pertama kalinya saya membela timnas dan main di turnamen luar negeri. Alhamdulillah bisa membawa timnas juara tiga, meski belum bisa meraih juara pertama,” lanjut anak kedua dari pasangan Muzamil dan Mamik Suhaemi tersebut.

Bersama Timnas U-23, Rizky dkk berhasil mengalahkan Filipina dalam perebutan juara tiga Merlion Cup dengan skor 5-0. Waktu itu, Rizky mampu menyumbangkan satu gol. Golnya terlahir di menit ke-47 setelah dia dilanggar di kotak penalti.

Gol tersebut, menjadi gol perdananya membela timnas dalam pertandingan turnamen internasional. “Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mencetak gol buat Indonesia,” kenang pemain yang pada 2018 lalu membela Madura United ini.

Ke depan, Rizky berharap bisa kembali bergabung bersama skuad Garuda. Sebab, membela Timnas dan mengenakan jersey berlambang Garuda di dada sudah menjadi cita-cita bagi seluruh pesepakbola di Tanah Air. “Impian saya semoga bisa bersama timnas lagi dalam turnamen internasional yang lebih besar,” pungkasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pascacedera sewaktu membela Timnas U-23, hingga kini Rizky Dwi Febrianto masih menjalani perawatan intensif. Selama lima bulan, pesepakbola asli Ledokombo ini mendapat pemeriksaan rutin di Jakarta. Namun saat ini kondisinya mulai membaik. Dia ingin segera kembali merumput.

Setelah mengalami cedera cukup parah saat membela skuad Timnas U-23 dalam turnamen segitiga di Jogjakarta September lalu, Rizky belum bisa merumput kembali. Dia masih menjalani masa pemulihan. Kendati begitu, dia tetap terlihat ketika tim yang dibelanya Kalteng Putra menghadapi tuan rumah Bhayangkara FC dalam pertandingan lanjutan pekan ke-33 Liga 1 2019, di Stadion PTIK Jakarta Selatan, Senin (16/12) lalu.

Kala bertemu wartawan Radarjember.id, Rizky duduk di bangku cadangan pemain, tanpa mengenakan jersey tim. “Saya belum bisa bermain karena cedera ACL di lutut kanan saya. Belum boleh main sama dokter,” katanya.

Sudah tiga bulan Rizky menjalani perawatan intensif di salah satu rumah sakit di Jakarta. Dia pun harus sewa kos di dekat rumah sakit. Karena cedera yang dia dapat waktu membela Garuda Muda, maka semua pembiayaan medis di rumah sakit ditanggung oleh PSSI. “Kira-kira saya tidak boleh main selama lima bulan. Tapi alhamdulillah, kondisi saya sekarang mulai membaik,” tuturnya.

Dia juga sudah mulai menjalani aktivitas olahraga yang membantu pemulihan lutut kanannya itu. “Sudah bersepeda, coba jalan cepat dan sudah boleh latihan angkat beban,” ungkap pemuda 22 tahun ini.

Dalam kurun sepekan, Rizky mendapat jadwal check up ke rumah sakit sebanyak tiga kali. Namun, dia tak memutuskan bergantung pada pemeriksaan rutin saja. Mantan pemain Jember United U-17 ini berinisiatif untuk menambah porsi latihannya. “Saya menambah lagi latihannya. Seperti nge-gym gitu, biar badan nggak tambah lemu,” katanya, kemudian tertawa kecil.

Cedera dengan waktu yang cukup panjang, memang menjadi tantangan tersendiri bagi seorang atlet untuk dapat menjaga kebugaran tubuh agar berat badan tak bertambah. Cedera itu juga berimbas pada penampilan di klubnya Kalteng Putra. Karena Rizky hanya dapat merumput bersama timnya itu di putaran pertama saja. Sisa laga di putaran kedua, dia terpaksa gigit jari dan hanya bisa melihat rekan-rekannya dari layar kaca.

“Musim ini saya main putaran pertama dengan catatan memberi empat kali assist yang berbuah gol. Tapi sayang, saya belum bisa cetak gol di klub untuk tahun ini,” ungkap pemain kelahiran 1997 tersebut.

Pada Desember, kompetisi Liga 1 2019 memasuki masa pertandingan terakhir. Rizky mengaku tak sabar ingin segera memulai debutnya di liga tahun 2020. “Kalau musim depan insyaallah saya bisa main lagi. Tidak sabar rasanya ingin segera main lagi,” ujarnya.

Disinggung mengenai apakah ada tawaran dari klub lain, Rizky buka suara. Dia bilang, beberapa klub Liga 1 lainnya sudah mulai memberi tawaran via telepon. Karena, Kalteng Putra resmi terdegradasi alias harus turun kasta dari Liga 1 2019 dan bermain di Liga 2 2020. “Sudah ada dua tim yang telepon saya. Tapi nanti dulu lah soal pindah klub. Saya masih fokus pemulihan cedera dulu,” ucapnya.

Cedera yang diderita Rizky saat membela timnas, memupuskan impiannya bermain di ajang bergengsi internasional lainnya yang dijalani timnas. Seperti Sea Games belum lama ini di Filipina. “Ini pertama kalinya cedera saya bersama timnas, juga cedera saya dengan waktu yang cukup lama. Sebelum-sebelumnya tidak separah ini,” imbuhnya.

Rizky menambahkan, dia hanya membela Timnas U-23 asuhan Pelatih Kepala Indra Sjafri di satu turnamen internasional saja. Yakni Merlion Cup pada Juni lalu di Singapura. Namun, dalam turnamen tersebut, Rizky punya kenangan manis. “Itu pertama kalinya saya membela timnas dan main di turnamen luar negeri. Alhamdulillah bisa membawa timnas juara tiga, meski belum bisa meraih juara pertama,” lanjut anak kedua dari pasangan Muzamil dan Mamik Suhaemi tersebut.

Bersama Timnas U-23, Rizky dkk berhasil mengalahkan Filipina dalam perebutan juara tiga Merlion Cup dengan skor 5-0. Waktu itu, Rizky mampu menyumbangkan satu gol. Golnya terlahir di menit ke-47 setelah dia dilanggar di kotak penalti.

Gol tersebut, menjadi gol perdananya membela timnas dalam pertandingan turnamen internasional. “Saya sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa mencetak gol buat Indonesia,” kenang pemain yang pada 2018 lalu membela Madura United ini.

Ke depan, Rizky berharap bisa kembali bergabung bersama skuad Garuda. Sebab, membela Timnas dan mengenakan jersey berlambang Garuda di dada sudah menjadi cita-cita bagi seluruh pesepakbola di Tanah Air. “Impian saya semoga bisa bersama timnas lagi dalam turnamen internasional yang lebih besar,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/