alexametrics
21.3 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Dianggap Minim, Anggaran Porprov Ditambah?

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Porprov Jatim tahun 2022 bakal menjadi gawe besar di Jember. Kendati demikian, persiapan belum sepenuhnya dilakukan untuk menopang keinginan besar agar Jember bisa masuk tiga besar peraih medali. Perlu kerja keras yang ditopang dengan segala potensi yang ada.

Mengenai rencana itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jember Nurhasan mengaku telah melakukan berkonsultasi dengan Dispora Jatim dan KONI Jatim, dalam rangka menyusun langkah-langkah guna mencapai target Porprov. Setelah konsultasi, Komisi D berencana mengumpulkan Dispora, KONI Jember, dan para cabor untuk membahas apa saja yang harus dilakukan menghadapi Porprov Jatim. “Minggu depan agendanya,” tutur Nur Hasan.

Namun demikian, melihat polemik KONI Jember yang belum tuntas, Nur Hasan belum bisa memastikan apakah pertemuan itu akan bisa efektif atau justru muspro alias sia-sia. Pihaknya juga perlu mengetahui potensi semua cabor dan kondisinya. Termasuk atlet, cabor apa saja yang berpotensi mendulang medali, dan sejauh apa persiapannya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain kondisi cabor dan para atlet, hal yang tak kalah penting adalah anggaran. Pada awalnya, dana untuk persiapan Porprov Pemkab Jember sekitar Rp 1,5 Miliar. Komisi D mengusulkan penambahan dan disepakati dalam APBD menjadi sekitar Rp 2,5 miliar. “Saya kira bangga menambah Rp 1 miliar. Ternyata, bila dibandingkan daerah lain seperti Sidoarjo, anggarannya jauh sekali. Apalagi ingin masuk tiga besar,” tuturnya.

Melihat anggaran yang dinilai masih cukup kecil, menurut Nur Hasan, akan diupayakan agar ada penambahan anggaran. Satu-satunya cara yang bisa ditempuh yaitu melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). “PAK akan diusahakan,” jelasnya.

Nur Hasan menambahkan, perihal venue olahraga, ada hal yang menurutnya ganjil. Yakni pengelolaan Jember Sport Garden, yang hingga kini belum diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga. “Dari dulu belum diserahkan. Masa pemeliharaan itu habis satu tahun setelah pembangunan selesai. Setelah itu diserahkan. Sampai saat ini prosesnya tidak jelas,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispora Jember M Yusuf mengakui, jumlah Rp 2,5 miliar untuk persiapan Porprov termasuk kecil. “Rp 2,5 miliar besarannya tidak sebanding dengan daerah lain. Kabarnya, daerah lain ada yang sampai belasan miliar untuk persiapan Porprov,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Porprov Jatim tahun 2022 bakal menjadi gawe besar di Jember. Kendati demikian, persiapan belum sepenuhnya dilakukan untuk menopang keinginan besar agar Jember bisa masuk tiga besar peraih medali. Perlu kerja keras yang ditopang dengan segala potensi yang ada.

Mengenai rencana itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jember Nurhasan mengaku telah melakukan berkonsultasi dengan Dispora Jatim dan KONI Jatim, dalam rangka menyusun langkah-langkah guna mencapai target Porprov. Setelah konsultasi, Komisi D berencana mengumpulkan Dispora, KONI Jember, dan para cabor untuk membahas apa saja yang harus dilakukan menghadapi Porprov Jatim. “Minggu depan agendanya,” tutur Nur Hasan.

Namun demikian, melihat polemik KONI Jember yang belum tuntas, Nur Hasan belum bisa memastikan apakah pertemuan itu akan bisa efektif atau justru muspro alias sia-sia. Pihaknya juga perlu mengetahui potensi semua cabor dan kondisinya. Termasuk atlet, cabor apa saja yang berpotensi mendulang medali, dan sejauh apa persiapannya.

Selain kondisi cabor dan para atlet, hal yang tak kalah penting adalah anggaran. Pada awalnya, dana untuk persiapan Porprov Pemkab Jember sekitar Rp 1,5 Miliar. Komisi D mengusulkan penambahan dan disepakati dalam APBD menjadi sekitar Rp 2,5 miliar. “Saya kira bangga menambah Rp 1 miliar. Ternyata, bila dibandingkan daerah lain seperti Sidoarjo, anggarannya jauh sekali. Apalagi ingin masuk tiga besar,” tuturnya.

Melihat anggaran yang dinilai masih cukup kecil, menurut Nur Hasan, akan diupayakan agar ada penambahan anggaran. Satu-satunya cara yang bisa ditempuh yaitu melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). “PAK akan diusahakan,” jelasnya.

Nur Hasan menambahkan, perihal venue olahraga, ada hal yang menurutnya ganjil. Yakni pengelolaan Jember Sport Garden, yang hingga kini belum diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga. “Dari dulu belum diserahkan. Masa pemeliharaan itu habis satu tahun setelah pembangunan selesai. Setelah itu diserahkan. Sampai saat ini prosesnya tidak jelas,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispora Jember M Yusuf mengakui, jumlah Rp 2,5 miliar untuk persiapan Porprov termasuk kecil. “Rp 2,5 miliar besarannya tidak sebanding dengan daerah lain. Kabarnya, daerah lain ada yang sampai belasan miliar untuk persiapan Porprov,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan Porprov Jatim tahun 2022 bakal menjadi gawe besar di Jember. Kendati demikian, persiapan belum sepenuhnya dilakukan untuk menopang keinginan besar agar Jember bisa masuk tiga besar peraih medali. Perlu kerja keras yang ditopang dengan segala potensi yang ada.

Mengenai rencana itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jember Nurhasan mengaku telah melakukan berkonsultasi dengan Dispora Jatim dan KONI Jatim, dalam rangka menyusun langkah-langkah guna mencapai target Porprov. Setelah konsultasi, Komisi D berencana mengumpulkan Dispora, KONI Jember, dan para cabor untuk membahas apa saja yang harus dilakukan menghadapi Porprov Jatim. “Minggu depan agendanya,” tutur Nur Hasan.

Namun demikian, melihat polemik KONI Jember yang belum tuntas, Nur Hasan belum bisa memastikan apakah pertemuan itu akan bisa efektif atau justru muspro alias sia-sia. Pihaknya juga perlu mengetahui potensi semua cabor dan kondisinya. Termasuk atlet, cabor apa saja yang berpotensi mendulang medali, dan sejauh apa persiapannya.

Selain kondisi cabor dan para atlet, hal yang tak kalah penting adalah anggaran. Pada awalnya, dana untuk persiapan Porprov Pemkab Jember sekitar Rp 1,5 Miliar. Komisi D mengusulkan penambahan dan disepakati dalam APBD menjadi sekitar Rp 2,5 miliar. “Saya kira bangga menambah Rp 1 miliar. Ternyata, bila dibandingkan daerah lain seperti Sidoarjo, anggarannya jauh sekali. Apalagi ingin masuk tiga besar,” tuturnya.

Melihat anggaran yang dinilai masih cukup kecil, menurut Nur Hasan, akan diupayakan agar ada penambahan anggaran. Satu-satunya cara yang bisa ditempuh yaitu melalui perubahan anggaran keuangan (PAK). “PAK akan diusahakan,” jelasnya.

Nur Hasan menambahkan, perihal venue olahraga, ada hal yang menurutnya ganjil. Yakni pengelolaan Jember Sport Garden, yang hingga kini belum diserahkan ke Dinas Pemuda dan Olahraga. “Dari dulu belum diserahkan. Masa pemeliharaan itu habis satu tahun setelah pembangunan selesai. Setelah itu diserahkan. Sampai saat ini prosesnya tidak jelas,” terangnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dispora Jember M Yusuf mengakui, jumlah Rp 2,5 miliar untuk persiapan Porprov termasuk kecil. “Rp 2,5 miliar besarannya tidak sebanding dengan daerah lain. Kabarnya, daerah lain ada yang sampai belasan miliar untuk persiapan Porprov,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/