Motivasi Dwi Andika Cakra Yudha, Pesepak Bola Asal Tanggul

Tertantang Bawa Kembali Sriwijaya FC ke Liga 1

Bergabung klub besar di Liga Indonesia menjadi sebuah kebanggaan. Itu yang dialami Dwi Andika Cakra Yudha, pesepak bola asal Tanggul yang kini menjadi penggawa Sriwijaya FC. Apalagi, dia juga termotivasi ingin mencatatkan prestasi bersama klub tersebut.

GABUNG TIM BESAR: Pemain asal Tanggul, Cakra Yudha, termotivasi membawa SFC untuk promosi lagi ke Liga 1.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Musim ini Dwi Andika Cakra Yudha bergabung bersama salah satu klub besar di sepak bola nasional. Cakra, panggilan akrabnya, resmi menjadi bagian dari tim Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC (SFC) Palembang. Pemuda asal Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul, ini siap memberikan performa terbaiknya bersama SFC tahun ini.

IKLAN

Sebab, target tinggi dicanangkan oleh manajemen SFC. Yakni kembali ke kasta tertinggi Liga 1. Sebab, tahun 2018 lalu, tim kebanggaan warga Palembang itu harus rela terlempar dari Liga 1, setelah finis di peringkat kedua dari bawah, alias peringkat ke-17.

Misi berat, itu harus diemban penggawa SFC musim ini. Sebab, tahun lalu mereka gagal mengembalikan SFC ke Liga 1. Target tinggi tak lantas membuat Cakra terbebani. Menurutnya, dia justru semakin termotivasi dengan target yang diberikan pihak manajemen tim.

“Sriwijaya ini tim besar dan punya sejarah. Ini pasti memotivasi dan menjadi tantangan buat saya dan rekan-rekan lainnya agar kami bisa membawa promosi Sriwijaya ke Liga 1 lagi,” ucap Cakra kepada Jawa Pos Radar Jember.

Lebih lanjut, pemain yang berusia 25 tahun ini mengaku terus berlatih intensif. “Insyaallah, tidak ada beban, tinggal kita berjuang, kerja keras dan doa, serta dukungan dari suporter,” imbuh mantan Kapten Jember United senior ini.

Sebelum bergabung bersama Laskar Wong Kito tahun ini, pada musim lalu Cakra membela PSCS Cilacap di kompetisi kasta kedua alias Liga 2. Namun, di transfer window musim ini, menurut Cakra, hanya Sriwijaya yang serius meminangnya.

Meski sebenarnya ada beberapa tim yang sudah mendekati mantan pemain Semeru FC tersebut, semisal tetap bertahan di PSCS maupun dari Sulut FC yang sama-sama bermain di Liga 2. “Hanya saja, yang langsung serius kontrak saya Sriwijaya FC. Siapa juga yang tidak mau bermain di klub besar seperti Sriwijaya,” tuturnya.

Laskar Wong Kito menjadi salah satu klub raksasa di Indonesia saat berlaga di Liga 1. Sebab, sederet prestasi mentereng sudah ditorehkan klub yang memakai jersey dominan kuning ini. Dua kali menyabet gelar juara Indonesia Super League (ISL) tahun 2008 dan 2012 sudah menjadi bukti kedigdayaannya.

Sementara, di kompetisi usia muda ISL U-21, Sriwijaya FC juga meraih gelar juara di tahun 2013 silam. Belum lagi, SFC mencatatkan hat-trick meraih gelar kampiun Piala Indonesia, tahun 2008, 2009, dan 2010.

Selain itu, menurut pemain binaan SSB Indonesia Muda ini, dirinya juga ingin mengembangkan karir sepak bolanya bersama tim-tim besar. “Di Sriwijaya saya juga cari pengalaman bermain,” paparnya.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Mahrus Sholih