alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Berakhir Tragis Sang Legenda Bola Gagal Juara

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari terakhir pertandingan tenis Liga Seduluran VII di Lapangan Tenis Universitas Jember (Unej), kemarin (19/12), berakhir tragis bagi legenda hidup sepak bola Indonesia. Ya, Aji Santoso, yang sukses di dunia sepak bola dan sekarang menukangi Persebaya Surabaya, harus gigit jari di pertandingan tenis. Aji yang bermain di ganda putra gugur terlebih dahulu.

Aji yang berpasangan dengan Dodik melawan Sunup/Nurcahyo. Pertandingan tersebut cukup sengit hingga tiebreak. Aji/Dodik kalah 7-6. Kepada Jawa Pos Radar Jember, Aji mengatakan, dirinya memang menjadi salah satu pendiri ajang tenis seduluran ini sejak 2019 lalu. “Tahun 2019 kami dirikan di Malang. Tujuannya ingin silaturahmi pencinta tenis,” ucapnya.

Dari awalnya ingin bersenang-senang dalam bermain tenis, sekarang kualitas dan kuantitasnya terus bertambah. Bahkan, menjadi wadah para mantan petenis nasional untuk kembali angkat raket setelah pensiun menjadi atlet. “Setidaknya tiga bulan sekali ada kompetisinya,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bermain di Jember dan melihat langsung kemampuan atlet tenis Jember yang masih muda, Aji mengaku cukup salut dengan dunia tenis Jember. Terlebih, juga memiliki beberapa fasilitas tenis serta ada tokoh yang peduli dan cinta dunia tenis. “Jember ini layak. Pemain mudanya bagus asal diprogramkan secara terus-menerus,” imbuhnya.

Bagi Aji, tenis adalah olahraga selain sepak bola yang dia tekuni. Bahkan, tenis juga menjadi salah satu cara mantan pemain Timnas dan Persebaya itu menjaga kebugaran serta menghilangkan kejenuhan. Walau Aji kalah, namun permainan tenisnya juga tidak jauh dengan rata-rata petenis yang tampil di Liga Saduluran Bupati Jember Cup tersebut. Apalagi, kekalahan Aji hingga mencapai tiebreak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari terakhir pertandingan tenis Liga Seduluran VII di Lapangan Tenis Universitas Jember (Unej), kemarin (19/12), berakhir tragis bagi legenda hidup sepak bola Indonesia. Ya, Aji Santoso, yang sukses di dunia sepak bola dan sekarang menukangi Persebaya Surabaya, harus gigit jari di pertandingan tenis. Aji yang bermain di ganda putra gugur terlebih dahulu.

Aji yang berpasangan dengan Dodik melawan Sunup/Nurcahyo. Pertandingan tersebut cukup sengit hingga tiebreak. Aji/Dodik kalah 7-6. Kepada Jawa Pos Radar Jember, Aji mengatakan, dirinya memang menjadi salah satu pendiri ajang tenis seduluran ini sejak 2019 lalu. “Tahun 2019 kami dirikan di Malang. Tujuannya ingin silaturahmi pencinta tenis,” ucapnya.

Dari awalnya ingin bersenang-senang dalam bermain tenis, sekarang kualitas dan kuantitasnya terus bertambah. Bahkan, menjadi wadah para mantan petenis nasional untuk kembali angkat raket setelah pensiun menjadi atlet. “Setidaknya tiga bulan sekali ada kompetisinya,” katanya.

Bermain di Jember dan melihat langsung kemampuan atlet tenis Jember yang masih muda, Aji mengaku cukup salut dengan dunia tenis Jember. Terlebih, juga memiliki beberapa fasilitas tenis serta ada tokoh yang peduli dan cinta dunia tenis. “Jember ini layak. Pemain mudanya bagus asal diprogramkan secara terus-menerus,” imbuhnya.

Bagi Aji, tenis adalah olahraga selain sepak bola yang dia tekuni. Bahkan, tenis juga menjadi salah satu cara mantan pemain Timnas dan Persebaya itu menjaga kebugaran serta menghilangkan kejenuhan. Walau Aji kalah, namun permainan tenisnya juga tidak jauh dengan rata-rata petenis yang tampil di Liga Saduluran Bupati Jember Cup tersebut. Apalagi, kekalahan Aji hingga mencapai tiebreak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Hari terakhir pertandingan tenis Liga Seduluran VII di Lapangan Tenis Universitas Jember (Unej), kemarin (19/12), berakhir tragis bagi legenda hidup sepak bola Indonesia. Ya, Aji Santoso, yang sukses di dunia sepak bola dan sekarang menukangi Persebaya Surabaya, harus gigit jari di pertandingan tenis. Aji yang bermain di ganda putra gugur terlebih dahulu.

Aji yang berpasangan dengan Dodik melawan Sunup/Nurcahyo. Pertandingan tersebut cukup sengit hingga tiebreak. Aji/Dodik kalah 7-6. Kepada Jawa Pos Radar Jember, Aji mengatakan, dirinya memang menjadi salah satu pendiri ajang tenis seduluran ini sejak 2019 lalu. “Tahun 2019 kami dirikan di Malang. Tujuannya ingin silaturahmi pencinta tenis,” ucapnya.

Dari awalnya ingin bersenang-senang dalam bermain tenis, sekarang kualitas dan kuantitasnya terus bertambah. Bahkan, menjadi wadah para mantan petenis nasional untuk kembali angkat raket setelah pensiun menjadi atlet. “Setidaknya tiga bulan sekali ada kompetisinya,” katanya.

Bermain di Jember dan melihat langsung kemampuan atlet tenis Jember yang masih muda, Aji mengaku cukup salut dengan dunia tenis Jember. Terlebih, juga memiliki beberapa fasilitas tenis serta ada tokoh yang peduli dan cinta dunia tenis. “Jember ini layak. Pemain mudanya bagus asal diprogramkan secara terus-menerus,” imbuhnya.

Bagi Aji, tenis adalah olahraga selain sepak bola yang dia tekuni. Bahkan, tenis juga menjadi salah satu cara mantan pemain Timnas dan Persebaya itu menjaga kebugaran serta menghilangkan kejenuhan. Walau Aji kalah, namun permainan tenisnya juga tidak jauh dengan rata-rata petenis yang tampil di Liga Saduluran Bupati Jember Cup tersebut. Apalagi, kekalahan Aji hingga mencapai tiebreak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/