26 C
Jember
Thursday, 8 June 2023

Piala Bupati Jember Akhirnya Bisa Dilaksanakan, Ini Jadwalnya

Jadwal Sempat Tertunda Akibat PPKM, Piala Bupati Jangan PHP Lagi

Mobile_AP_Rectangle 1

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember akhirnya bisa menentukan kapan pelaksanaan kompetisi Piala Bupati Jember. Perhelatan dengan format setengah kompetisi tersebut digulirkan pada 25 Oktober dan digelar di 29 kecamatan.

Sebelumnya, Piala Bupati Jember tersebut santer terdengar karena Bupati Jember Hendy Siswanto ingin adanya olahraga bisa menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat yang selama ini terdampak pandemi. Namun, lantaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang, akhirnya kompetisi Piala Bupati tidak menemukan waktu yang tepat hingga ditunda.

Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana mengatakan, karena waktu itu Covid-19 terus meningkat dan ada kebijakan PPKM darurat, maka pada waktu itu Piala Bupati ditunda. “Tapi sekarang Jember masih level 1, maka kami putuskan akan menggelar Piala Bupati,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Politikus Partai Demokrat tersebut juga telah melakukan rapat dengan panitia pelaksana dan disepakati untuk kick off pada 25 Oktober mendatang yang sekaligus peluncuran tim sepak bola Porprov Jatim 2022.

Tujuan kompetisi ini, kata dia, tidak hanya menggairahkan dunia sepak bola setelah dua tahun tidak ada kompetisi. Namun, juga mewujudkan cita-cita bupati yang menginginkan olahraga bisa menjadi daya ungkit ekonomi dengan menggerakkan sektor UMKM di perdesaan.

Sementara itu, Adi Purnomo, Anggota Exco Askab PSSI bidang kompetisi, menjelaskan, Piala Bupati formatnya adalah setengah kompetisi. “Nanti akan ada beberapa grup,” ucapnya.

Untuk pelaksanaannya, kata dia, digelar di 29 kecamatan dari 31 kecamatan di Jember. Ini artinya, hanya ada dua kecamatan yang tidak menjadi lokasi kompetisi sepak bola tersebut. “Yaitu Jelbuk dan Mayang,” tuturnya.

Purnomo mengungkapkan asalan kenapa dua kecamatan itu tak ditempati kompetisi. Jelbuk memiliki lapangan sepak bola yang terlalu kecil dan tidak standar. Sedangkan Mayang, lapangan sepak bolanya rusak parah. Untuk jumlah peserta Piala Bupati, sejauh ini belum ada perubahan, yaitu tetap 76 klub.

Purnomo juga menjelaskan, ada ketentuan batas usia bagi atlet yang bakal berlaga, yaitu maksimal 27 tahun atau kelahiran 1994. Direncanakan, Piala Bupati tersebut selesai pada 15 Desember dengan prioritas lokasi empat besar hingga final di dua tempat. Stadion Jember Sport Garden (JSG) atau Stadion Notohadinegoro di Kecamatan Patrang. Namun, dua stadion itu bisa saja tidak dipakai, karena ada rencana perbaikan. “Kalau JSG dan Noto tidak bisa dipakai, maka opsinya memakai lapangan sepak bola milik TNI, yaitu Brigif atau Yonif 509,” pungkasnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

- Advertisement -

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember akhirnya bisa menentukan kapan pelaksanaan kompetisi Piala Bupati Jember. Perhelatan dengan format setengah kompetisi tersebut digulirkan pada 25 Oktober dan digelar di 29 kecamatan.

Sebelumnya, Piala Bupati Jember tersebut santer terdengar karena Bupati Jember Hendy Siswanto ingin adanya olahraga bisa menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat yang selama ini terdampak pandemi. Namun, lantaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang, akhirnya kompetisi Piala Bupati tidak menemukan waktu yang tepat hingga ditunda.

Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana mengatakan, karena waktu itu Covid-19 terus meningkat dan ada kebijakan PPKM darurat, maka pada waktu itu Piala Bupati ditunda. “Tapi sekarang Jember masih level 1, maka kami putuskan akan menggelar Piala Bupati,” terangnya.

Politikus Partai Demokrat tersebut juga telah melakukan rapat dengan panitia pelaksana dan disepakati untuk kick off pada 25 Oktober mendatang yang sekaligus peluncuran tim sepak bola Porprov Jatim 2022.

Tujuan kompetisi ini, kata dia, tidak hanya menggairahkan dunia sepak bola setelah dua tahun tidak ada kompetisi. Namun, juga mewujudkan cita-cita bupati yang menginginkan olahraga bisa menjadi daya ungkit ekonomi dengan menggerakkan sektor UMKM di perdesaan.

Sementara itu, Adi Purnomo, Anggota Exco Askab PSSI bidang kompetisi, menjelaskan, Piala Bupati formatnya adalah setengah kompetisi. “Nanti akan ada beberapa grup,” ucapnya.

Untuk pelaksanaannya, kata dia, digelar di 29 kecamatan dari 31 kecamatan di Jember. Ini artinya, hanya ada dua kecamatan yang tidak menjadi lokasi kompetisi sepak bola tersebut. “Yaitu Jelbuk dan Mayang,” tuturnya.

Purnomo mengungkapkan asalan kenapa dua kecamatan itu tak ditempati kompetisi. Jelbuk memiliki lapangan sepak bola yang terlalu kecil dan tidak standar. Sedangkan Mayang, lapangan sepak bolanya rusak parah. Untuk jumlah peserta Piala Bupati, sejauh ini belum ada perubahan, yaitu tetap 76 klub.

Purnomo juga menjelaskan, ada ketentuan batas usia bagi atlet yang bakal berlaga, yaitu maksimal 27 tahun atau kelahiran 1994. Direncanakan, Piala Bupati tersebut selesai pada 15 Desember dengan prioritas lokasi empat besar hingga final di dua tempat. Stadion Jember Sport Garden (JSG) atau Stadion Notohadinegoro di Kecamatan Patrang. Namun, dua stadion itu bisa saja tidak dipakai, karena ada rencana perbaikan. “Kalau JSG dan Noto tidak bisa dipakai, maka opsinya memakai lapangan sepak bola milik TNI, yaitu Brigif atau Yonif 509,” pungkasnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

AJUNG, RADARJEMBER.ID – Asosiasi Kabupaten (Askab) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jember akhirnya bisa menentukan kapan pelaksanaan kompetisi Piala Bupati Jember. Perhelatan dengan format setengah kompetisi tersebut digulirkan pada 25 Oktober dan digelar di 29 kecamatan.

Sebelumnya, Piala Bupati Jember tersebut santer terdengar karena Bupati Jember Hendy Siswanto ingin adanya olahraga bisa menjadi daya ungkit ekonomi masyarakat yang selama ini terdampak pandemi. Namun, lantaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang, akhirnya kompetisi Piala Bupati tidak menemukan waktu yang tepat hingga ditunda.

Ketua Askab PSSI Jember Try Sandi Apriana mengatakan, karena waktu itu Covid-19 terus meningkat dan ada kebijakan PPKM darurat, maka pada waktu itu Piala Bupati ditunda. “Tapi sekarang Jember masih level 1, maka kami putuskan akan menggelar Piala Bupati,” terangnya.

Politikus Partai Demokrat tersebut juga telah melakukan rapat dengan panitia pelaksana dan disepakati untuk kick off pada 25 Oktober mendatang yang sekaligus peluncuran tim sepak bola Porprov Jatim 2022.

Tujuan kompetisi ini, kata dia, tidak hanya menggairahkan dunia sepak bola setelah dua tahun tidak ada kompetisi. Namun, juga mewujudkan cita-cita bupati yang menginginkan olahraga bisa menjadi daya ungkit ekonomi dengan menggerakkan sektor UMKM di perdesaan.

Sementara itu, Adi Purnomo, Anggota Exco Askab PSSI bidang kompetisi, menjelaskan, Piala Bupati formatnya adalah setengah kompetisi. “Nanti akan ada beberapa grup,” ucapnya.

Untuk pelaksanaannya, kata dia, digelar di 29 kecamatan dari 31 kecamatan di Jember. Ini artinya, hanya ada dua kecamatan yang tidak menjadi lokasi kompetisi sepak bola tersebut. “Yaitu Jelbuk dan Mayang,” tuturnya.

Purnomo mengungkapkan asalan kenapa dua kecamatan itu tak ditempati kompetisi. Jelbuk memiliki lapangan sepak bola yang terlalu kecil dan tidak standar. Sedangkan Mayang, lapangan sepak bolanya rusak parah. Untuk jumlah peserta Piala Bupati, sejauh ini belum ada perubahan, yaitu tetap 76 klub.

Purnomo juga menjelaskan, ada ketentuan batas usia bagi atlet yang bakal berlaga, yaitu maksimal 27 tahun atau kelahiran 1994. Direncanakan, Piala Bupati tersebut selesai pada 15 Desember dengan prioritas lokasi empat besar hingga final di dua tempat. Stadion Jember Sport Garden (JSG) atau Stadion Notohadinegoro di Kecamatan Patrang. Namun, dua stadion itu bisa saja tidak dipakai, karena ada rencana perbaikan. “Kalau JSG dan Noto tidak bisa dipakai, maka opsinya memakai lapangan sepak bola milik TNI, yaitu Brigif atau Yonif 509,” pungkasnya.

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca