Sindo Dharaka Hanya Modal Semangat meski Tak Dapat Gaji dan Fasilitas Pas-pasan

WAWAN DWI SISWANTO / RADAR JEMBER GIGIT JARI: Pemain Sindo Dharaka berjuang keras melawan Putra Sunan Giri, kemarin di JSG. Hanya butuh seri untuk menuju semifinal Liga III Zona III, nyatanya satu-satunya wakil Jember tersebut justru kalah.

RADARJEMBER.ID- Pupus sudah harapan Samudera Indonesia Dharaka (Sindo Dharaka) untuk sekadar lolos dari Grup J babak 16 besar Liga 3 Jawa Timur. Dengan menjadi juara grup agar masuk ke semifinal. Ataupun runner up atau bahkan peringkat ketiga terbaik untuk melanjutkan langkahnya ke Liga 3 zona Jawa. Keuntungan menjadi tuan rumah di Stadion Jember Sports Garden pun tak bisa dimanfaatkan Sindo.

IKLAN

Tiga kali bermain dengan format setengah kompetisi, Sindo hanya mampu meraih satu poin saja kala ditahan imbang Persiga Trenggalek 2-2 (16/8). Dua laga lainnya melawan Persem Mojokerto (15/8) kalah telak 0-3, dan laga terakhir (18/8) versus Putra Sinar Giri Gresik kembali menelan kekalahan 0-1

Asa untuk mengamankan satu tiket ke zona Jawa, sebenarnya terbuka di laga terakhir Grup J sabtu malam (18/8) kontra Putra Sinar Giri. Sindo minimal harus meraih satu poin, untuk menjadi peringkat tiga terbaik. Sayang, di pertandingan yang berjalan keras bagi kedua tim, karena beberapa pemain tamu mengalami cedera akibat benturan keras. Sindo Dharaka harus dipecundangi dengan skor tipis 0-1.

Gol semata wayang Putra Sinar Giri dicetak oleh bomber andalannya Rizky Sena menit ke-26 melalui heading, memanfaatkan sepak pojok. Beberapa peluang emas yang didapat Sindo, mulai dari tendangan penalti yang tak membuahkan gol, sampai keuntungan melawan 10 pemain di lima menit jelang laga berakhir, karena pemain lawan cedera dan sudah melakukan tiga pergantian. Gagal dimanfaatkan Sindo.

“Pemain sudah bermain maksimal. Anak-anak sudah berusaha keras mengurung lini belakang lawan, tetapi kami belum bisa menyamakan kedudukan. Ini sepak bola, menang dan kalah,” tutur Hendri Puji pelatih kepala Sindo Dharaka, usai pertandingan.

Hendri menyebut, berhasil juara grup di babak penyisihan Grup H dan lolos ke 16 besar, semua lawannya sama rata, tidak ada perbedaan. Masalah persiapan yang kurang matang saja, ditambah selama ini para pemainnya tak mendapat gaji sama sekali. Fasilitas tim yang sangat pas-pasan dan tidak mendapat makan. Menjadi beberapa kendala utama bagi timnya.

“Kami tidak menyesal atas hasil tersebut, dengan keadaan kami yang minim namun bisa melangkah sejauh ini. Karena nilai pembinaan para pemain untuk menambah jam terbang lebih penting,” ungkapnya.

Hendri Puji sangat mengapresiasi anak asuhnya di babak 16 besar ini. Dengan masih bertekad tetap bermain fight di kandang sendiri dengan keadaan tim yang serba kekurangan tanpa gaji. Namun, para pemainnya mampu menunjukkan semangat tinggi di lapangan, walaupun hasil akhir yang manis belum berpihak pada Sindo Dharaka. “Ya setelah gagal di Liga 3 Jatim ini, tim langsung bubar,” tutup Hendri Puji.

Reporter : mg-1
Editor : M. Shodiq Sharif
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Dwi Siswanto

Reporter :

Fotografer :

Editor :