alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Atlet Jember Jadi Barometer PSAI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) menjadikan Jember sebagai percontohan sepak bola amputasi se-Indonesia. Hal itu terjadi karena banyak prestasi yang diraih atlet sepak bola amputasi, termasuk mengantarkan timnas ke piala dunia.

Baca Juga : Akui Insiden Carok Hanya karena Rumah, Sepakat Tak Saling Lapor

Pernyataan ini disampaikan Ketua PSAI Yudhi Yahya kepada tim Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia Jember (Persaid) setelah timnya beberapa kali mendapatkan prestasi. Menurutnya, Persaid Jember layak untuk menjadi barometer tim sepak bola amputasi se-Indonesia.

Mobile_AP_Rectangle 2

Alasannya, Persaid Jember memiliki empat pemain hebat yang berhasil membawa timnas menjadi runner-up pada kualifikasi Asia Timur, Kamis kemarin (10/03), setelah mengalahkan Bangladesh dan Malaysia.

Dengan itu, Indonesia Amputee Football (INAF), sebutan timnas, dinyatakan lolos Piala Dunia Sepak Bola Amputasi di Turki, Oktober 2022. “Meski baru dua tahun berdiri, Jember sudah dijadikan percontohan sepak bola amputasi nasional oleh Pak Yudhi,” kata Bahtiar Elhamidi, ofisial Persaid Jember.

Bahtiar menjelaskan, empat pemain yang masuk timnas itu, tiga di antaranya adalah putra daerah. Sementara itu, satu berasal dari Kota Pasuruan. Namun, mereka berangkat dari tim yang sama, yakni Persaid Jember. “Muhammad Lukyono dari Sumbersari, Budianto asal Panti, Muhammad Sidiq Bahiri asal Puger, dan Fredi dari Pasuruan. Mereka asli Jember semua. Kecuali kiper dari Pasuruan. Tapi, semua sama-sama lahir dari tim Persaid,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) menjadikan Jember sebagai percontohan sepak bola amputasi se-Indonesia. Hal itu terjadi karena banyak prestasi yang diraih atlet sepak bola amputasi, termasuk mengantarkan timnas ke piala dunia.

Baca Juga : Akui Insiden Carok Hanya karena Rumah, Sepakat Tak Saling Lapor

Pernyataan ini disampaikan Ketua PSAI Yudhi Yahya kepada tim Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia Jember (Persaid) setelah timnya beberapa kali mendapatkan prestasi. Menurutnya, Persaid Jember layak untuk menjadi barometer tim sepak bola amputasi se-Indonesia.

Alasannya, Persaid Jember memiliki empat pemain hebat yang berhasil membawa timnas menjadi runner-up pada kualifikasi Asia Timur, Kamis kemarin (10/03), setelah mengalahkan Bangladesh dan Malaysia.

Dengan itu, Indonesia Amputee Football (INAF), sebutan timnas, dinyatakan lolos Piala Dunia Sepak Bola Amputasi di Turki, Oktober 2022. “Meski baru dua tahun berdiri, Jember sudah dijadikan percontohan sepak bola amputasi nasional oleh Pak Yudhi,” kata Bahtiar Elhamidi, ofisial Persaid Jember.

Bahtiar menjelaskan, empat pemain yang masuk timnas itu, tiga di antaranya adalah putra daerah. Sementara itu, satu berasal dari Kota Pasuruan. Namun, mereka berangkat dari tim yang sama, yakni Persaid Jember. “Muhammad Lukyono dari Sumbersari, Budianto asal Panti, Muhammad Sidiq Bahiri asal Puger, dan Fredi dari Pasuruan. Mereka asli Jember semua. Kecuali kiper dari Pasuruan. Tapi, semua sama-sama lahir dari tim Persaid,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia (PSAI) menjadikan Jember sebagai percontohan sepak bola amputasi se-Indonesia. Hal itu terjadi karena banyak prestasi yang diraih atlet sepak bola amputasi, termasuk mengantarkan timnas ke piala dunia.

Baca Juga : Akui Insiden Carok Hanya karena Rumah, Sepakat Tak Saling Lapor

Pernyataan ini disampaikan Ketua PSAI Yudhi Yahya kepada tim Perkumpulan Sepakbola Amputasi Indonesia Jember (Persaid) setelah timnya beberapa kali mendapatkan prestasi. Menurutnya, Persaid Jember layak untuk menjadi barometer tim sepak bola amputasi se-Indonesia.

Alasannya, Persaid Jember memiliki empat pemain hebat yang berhasil membawa timnas menjadi runner-up pada kualifikasi Asia Timur, Kamis kemarin (10/03), setelah mengalahkan Bangladesh dan Malaysia.

Dengan itu, Indonesia Amputee Football (INAF), sebutan timnas, dinyatakan lolos Piala Dunia Sepak Bola Amputasi di Turki, Oktober 2022. “Meski baru dua tahun berdiri, Jember sudah dijadikan percontohan sepak bola amputasi nasional oleh Pak Yudhi,” kata Bahtiar Elhamidi, ofisial Persaid Jember.

Bahtiar menjelaskan, empat pemain yang masuk timnas itu, tiga di antaranya adalah putra daerah. Sementara itu, satu berasal dari Kota Pasuruan. Namun, mereka berangkat dari tim yang sama, yakni Persaid Jember. “Muhammad Lukyono dari Sumbersari, Budianto asal Panti, Muhammad Sidiq Bahiri asal Puger, dan Fredi dari Pasuruan. Mereka asli Jember semua. Kecuali kiper dari Pasuruan. Tapi, semua sama-sama lahir dari tim Persaid,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/