alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Perempuan Jember yang Sumbang Medali Emas di Porprov

Jadi Hitam di Lapangan, Siapa Takut?

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Tenis bukan menjadi olahraga yang asing di masyarakat, termasuk di Jember. Bahkan, beberapa kali Jember juga meraih medali di ajang bergengsi sekelas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim lewat cabang olahraga tersebut. Khususnya dari sektor putri.

Ya, dari tangan manis petenis putri inilah nama kabupaten berlogo tembakau tersebut harus diperhitungkan. Lantas, bagaimana mengolah kemampuan atlet tenis putri?

Mobile_AP_Rectangle 2

Siang kemarin (17/9), penampilan petenis putri Jember yang telah lolos seleksi cabor tenis lapangan untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim berbeda. Mereka lebih fresh dan lebih kece. Mahkota petenis putri yaitu rambut diubah sedikit dengan tambahan warna. Ada yang ditambah warna merah dan pirang. Tapi, juga ada yang memilih untuk berhijab, salah satunya yaitu Fauziah Azzahro.

Pada ajang Porprov Jatim 2019 lalu, perempuan 21 tahun ini mempersembahkan medali emas di nomor ganda putri bersama Chofifah Indar Paraswati. Dia bisa tampil oke karena terus konsisten latihan. Tantangan menjadi petenis putri untuk siap bermain di bawah terik matahari juga diakui oleh Fauziah. “Sempat takut hitam. Ya, memang begitu. Sampai sekarang, ya, masih,” terangnya.

Perasaan ini mulai muncul ketika sudah memasuki bangku SMA dan kuliah. Apalagi gadis yang akrab disapa Uzi ini sering menghabiskan waktu dengan berlatih di bawah terik matahari.

Menurutnya, hal itu juga wajar dan normal bagi perempuan. Meski demikian, Uzi akhirnya bisa melawan rasa takut hitam dan memilih tetap berlatih walau di terik matahari, karena sudah telanjur meniti prestasi di dunia tenis. “Kalau takut hitam dan tidak mau latihan lagi, ya eman. Karena waktu kecil dulu telah menghabiskan waktu untuk berlatih. Jadi, ya, sayang untuk berhenti, hanya karena takut kulit hitam,” ungkapnya.

Masa-masa tersebut telah dilewati oleh Fauziah. Hingga kini dia terus berlatih bersama skuad tim tenis lapangan Kabupaten Jember yang disiapkan untuk Porprov Jatim 2022. Justru, menurut dia, berlatih di bawah terik matahari lebih memperkuat ketahanan fisiknya. “Apalagi saat ini pandemi, orang rajin-rajin berjemur. Kami atlet tenis sudah jadi sarapan kalau berdiri di bawah sinar matahari,” terangnya.

- Advertisement -

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Tenis bukan menjadi olahraga yang asing di masyarakat, termasuk di Jember. Bahkan, beberapa kali Jember juga meraih medali di ajang bergengsi sekelas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim lewat cabang olahraga tersebut. Khususnya dari sektor putri.

Ya, dari tangan manis petenis putri inilah nama kabupaten berlogo tembakau tersebut harus diperhitungkan. Lantas, bagaimana mengolah kemampuan atlet tenis putri?

Siang kemarin (17/9), penampilan petenis putri Jember yang telah lolos seleksi cabor tenis lapangan untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim berbeda. Mereka lebih fresh dan lebih kece. Mahkota petenis putri yaitu rambut diubah sedikit dengan tambahan warna. Ada yang ditambah warna merah dan pirang. Tapi, juga ada yang memilih untuk berhijab, salah satunya yaitu Fauziah Azzahro.

Pada ajang Porprov Jatim 2019 lalu, perempuan 21 tahun ini mempersembahkan medali emas di nomor ganda putri bersama Chofifah Indar Paraswati. Dia bisa tampil oke karena terus konsisten latihan. Tantangan menjadi petenis putri untuk siap bermain di bawah terik matahari juga diakui oleh Fauziah. “Sempat takut hitam. Ya, memang begitu. Sampai sekarang, ya, masih,” terangnya.

Perasaan ini mulai muncul ketika sudah memasuki bangku SMA dan kuliah. Apalagi gadis yang akrab disapa Uzi ini sering menghabiskan waktu dengan berlatih di bawah terik matahari.

Menurutnya, hal itu juga wajar dan normal bagi perempuan. Meski demikian, Uzi akhirnya bisa melawan rasa takut hitam dan memilih tetap berlatih walau di terik matahari, karena sudah telanjur meniti prestasi di dunia tenis. “Kalau takut hitam dan tidak mau latihan lagi, ya eman. Karena waktu kecil dulu telah menghabiskan waktu untuk berlatih. Jadi, ya, sayang untuk berhenti, hanya karena takut kulit hitam,” ungkapnya.

Masa-masa tersebut telah dilewati oleh Fauziah. Hingga kini dia terus berlatih bersama skuad tim tenis lapangan Kabupaten Jember yang disiapkan untuk Porprov Jatim 2022. Justru, menurut dia, berlatih di bawah terik matahari lebih memperkuat ketahanan fisiknya. “Apalagi saat ini pandemi, orang rajin-rajin berjemur. Kami atlet tenis sudah jadi sarapan kalau berdiri di bawah sinar matahari,” terangnya.

SUMBERSARI, RADARJEMBER.ID – Tenis bukan menjadi olahraga yang asing di masyarakat, termasuk di Jember. Bahkan, beberapa kali Jember juga meraih medali di ajang bergengsi sekelas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim lewat cabang olahraga tersebut. Khususnya dari sektor putri.

Ya, dari tangan manis petenis putri inilah nama kabupaten berlogo tembakau tersebut harus diperhitungkan. Lantas, bagaimana mengolah kemampuan atlet tenis putri?

Siang kemarin (17/9), penampilan petenis putri Jember yang telah lolos seleksi cabor tenis lapangan untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim berbeda. Mereka lebih fresh dan lebih kece. Mahkota petenis putri yaitu rambut diubah sedikit dengan tambahan warna. Ada yang ditambah warna merah dan pirang. Tapi, juga ada yang memilih untuk berhijab, salah satunya yaitu Fauziah Azzahro.

Pada ajang Porprov Jatim 2019 lalu, perempuan 21 tahun ini mempersembahkan medali emas di nomor ganda putri bersama Chofifah Indar Paraswati. Dia bisa tampil oke karena terus konsisten latihan. Tantangan menjadi petenis putri untuk siap bermain di bawah terik matahari juga diakui oleh Fauziah. “Sempat takut hitam. Ya, memang begitu. Sampai sekarang, ya, masih,” terangnya.

Perasaan ini mulai muncul ketika sudah memasuki bangku SMA dan kuliah. Apalagi gadis yang akrab disapa Uzi ini sering menghabiskan waktu dengan berlatih di bawah terik matahari.

Menurutnya, hal itu juga wajar dan normal bagi perempuan. Meski demikian, Uzi akhirnya bisa melawan rasa takut hitam dan memilih tetap berlatih walau di terik matahari, karena sudah telanjur meniti prestasi di dunia tenis. “Kalau takut hitam dan tidak mau latihan lagi, ya eman. Karena waktu kecil dulu telah menghabiskan waktu untuk berlatih. Jadi, ya, sayang untuk berhenti, hanya karena takut kulit hitam,” ungkapnya.

Masa-masa tersebut telah dilewati oleh Fauziah. Hingga kini dia terus berlatih bersama skuad tim tenis lapangan Kabupaten Jember yang disiapkan untuk Porprov Jatim 2022. Justru, menurut dia, berlatih di bawah terik matahari lebih memperkuat ketahanan fisiknya. “Apalagi saat ini pandemi, orang rajin-rajin berjemur. Kami atlet tenis sudah jadi sarapan kalau berdiri di bawah sinar matahari,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/