alexametrics
23.3 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Menjelang Porprov Jatim VII, Kerja Lemot Seperti Tidak Siap!

- Progres Pekerjaan Venue Porprov Rendah

- Panggil Rekanan agar Proyek Tidak Gagal

Mobile_AP_Rectangle 1

AJUNG, Radar Jember – Menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Porprov Jatim VII bukan perkara mudah. Ada banyak manfaat yang dapat diambil. Namun, jika teledor, akan mencoreng nama baik Jember. Pasalnya, menjelang laga bergengsi itu banyak pelaksana proyek venue yang kerjanya lemot, meski kontraknya sudah cukup lama.

BACA JUGA : Tim Sepak Bola Bondowoso Gagal Berlaga di Porprov

Menjelang Porprov Jatim VII, DPRD Jember terjun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak), kemarin. Di antara yang didatangi adalah venue GOR Argopuro, Stadion Notohadinegoro, Kolam Renang Kebonagung, GOR PKPSO Kaliwates, Lapangan Tenis Kaliwates, dan di Stadion Jember Sport Garden (JSG).

Mobile_AP_Rectangle 2

Saat sidak, DPRD mendapati banyak pekerjaan perbaikan keenam venue yang digelontor anggaran mencapai sekitar Rp 10 miliar tersebut jauh dari harapan. Rata-rata di bawah 80 persen. Bahkan ada progres pekerjaan yang baru mencapai 17 persen. Hak itu terjadi seperti pada venue lintasan atletik di JSG Jember (selengkapnya baca grafis). “Apa yang dikerjakan rekanan sejak kemarin, progresnya masih sekian persen,” gerutu Sunardi, anggota Komisi A DPRD Jember, ketika mendapati hasil garapan rekanan yang jauh dari ekspektasi.

Kedatangan wakil rakyat ke sejumlah venue itu mengingat pelaksanaan Porprov yang tinggal menghitung pekan, atau sekitar tiga minggu lagi. Sebelum grand opening pada 25 Juni mendatang dan diisi dengan geladi bersih. Namun, dari fakta-fakta di lapangan, venuevenue tersebut masih menyisakan sejumlah pekerjaan.

Seperti halnya di GOR Kaliwates dan Lapangan Tenis Kaliwates. Di sana, rekanan telah melakukan pekerjaan sekitar tujuh minggu dengan progres 29 persen. Sementara, tersisa tenggat waktu sekitar empat minggu, atau efektif tiga minggu. “Yang tujuh minggu diselesaikan 29 persen. Nah, sisanya itu mau butuh berapa lama. Waktunya tinggal empat minggu lagi ini,” sesal Nurhasan, anggota Komisi A DPRD Jember.

- Advertisement -

AJUNG, Radar Jember – Menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Porprov Jatim VII bukan perkara mudah. Ada banyak manfaat yang dapat diambil. Namun, jika teledor, akan mencoreng nama baik Jember. Pasalnya, menjelang laga bergengsi itu banyak pelaksana proyek venue yang kerjanya lemot, meski kontraknya sudah cukup lama.

BACA JUGA : Tim Sepak Bola Bondowoso Gagal Berlaga di Porprov

Menjelang Porprov Jatim VII, DPRD Jember terjun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak), kemarin. Di antara yang didatangi adalah venue GOR Argopuro, Stadion Notohadinegoro, Kolam Renang Kebonagung, GOR PKPSO Kaliwates, Lapangan Tenis Kaliwates, dan di Stadion Jember Sport Garden (JSG).

Saat sidak, DPRD mendapati banyak pekerjaan perbaikan keenam venue yang digelontor anggaran mencapai sekitar Rp 10 miliar tersebut jauh dari harapan. Rata-rata di bawah 80 persen. Bahkan ada progres pekerjaan yang baru mencapai 17 persen. Hak itu terjadi seperti pada venue lintasan atletik di JSG Jember (selengkapnya baca grafis). “Apa yang dikerjakan rekanan sejak kemarin, progresnya masih sekian persen,” gerutu Sunardi, anggota Komisi A DPRD Jember, ketika mendapati hasil garapan rekanan yang jauh dari ekspektasi.

Kedatangan wakil rakyat ke sejumlah venue itu mengingat pelaksanaan Porprov yang tinggal menghitung pekan, atau sekitar tiga minggu lagi. Sebelum grand opening pada 25 Juni mendatang dan diisi dengan geladi bersih. Namun, dari fakta-fakta di lapangan, venuevenue tersebut masih menyisakan sejumlah pekerjaan.

Seperti halnya di GOR Kaliwates dan Lapangan Tenis Kaliwates. Di sana, rekanan telah melakukan pekerjaan sekitar tujuh minggu dengan progres 29 persen. Sementara, tersisa tenggat waktu sekitar empat minggu, atau efektif tiga minggu. “Yang tujuh minggu diselesaikan 29 persen. Nah, sisanya itu mau butuh berapa lama. Waktunya tinggal empat minggu lagi ini,” sesal Nurhasan, anggota Komisi A DPRD Jember.

AJUNG, Radar Jember – Menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan Porprov Jatim VII bukan perkara mudah. Ada banyak manfaat yang dapat diambil. Namun, jika teledor, akan mencoreng nama baik Jember. Pasalnya, menjelang laga bergengsi itu banyak pelaksana proyek venue yang kerjanya lemot, meski kontraknya sudah cukup lama.

BACA JUGA : Tim Sepak Bola Bondowoso Gagal Berlaga di Porprov

Menjelang Porprov Jatim VII, DPRD Jember terjun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak), kemarin. Di antara yang didatangi adalah venue GOR Argopuro, Stadion Notohadinegoro, Kolam Renang Kebonagung, GOR PKPSO Kaliwates, Lapangan Tenis Kaliwates, dan di Stadion Jember Sport Garden (JSG).

Saat sidak, DPRD mendapati banyak pekerjaan perbaikan keenam venue yang digelontor anggaran mencapai sekitar Rp 10 miliar tersebut jauh dari harapan. Rata-rata di bawah 80 persen. Bahkan ada progres pekerjaan yang baru mencapai 17 persen. Hak itu terjadi seperti pada venue lintasan atletik di JSG Jember (selengkapnya baca grafis). “Apa yang dikerjakan rekanan sejak kemarin, progresnya masih sekian persen,” gerutu Sunardi, anggota Komisi A DPRD Jember, ketika mendapati hasil garapan rekanan yang jauh dari ekspektasi.

Kedatangan wakil rakyat ke sejumlah venue itu mengingat pelaksanaan Porprov yang tinggal menghitung pekan, atau sekitar tiga minggu lagi. Sebelum grand opening pada 25 Juni mendatang dan diisi dengan geladi bersih. Namun, dari fakta-fakta di lapangan, venuevenue tersebut masih menyisakan sejumlah pekerjaan.

Seperti halnya di GOR Kaliwates dan Lapangan Tenis Kaliwates. Di sana, rekanan telah melakukan pekerjaan sekitar tujuh minggu dengan progres 29 persen. Sementara, tersisa tenggat waktu sekitar empat minggu, atau efektif tiga minggu. “Yang tujuh minggu diselesaikan 29 persen. Nah, sisanya itu mau butuh berapa lama. Waktunya tinggal empat minggu lagi ini,” sesal Nurhasan, anggota Komisi A DPRD Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/