alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Detik Akhir, Minta Musorkablub Ditunda

Surat KONI Jatim Picu Polemik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jelang sehari pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember, tiba-tiba muncul surat keterangan tidak boleh dilaksanakan Musorkablub dari KONI Jatim. Namun, KONI Jatim menegaskan surat tersebut bukan melarang pelaksanaan Musorkablub. Melainkan penundaan lantaran butuh waktu mencermati dan meneliti rencana Musorkablub tersebut.

Agendanya, Musorkablub oleh cabang olahraga (cabor) pengusung yang dikoordinasi oleh Tim 9 tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa (18/5), di salah satu rumah makan di Kelurahan Mangli, Kaliwates. Namun, kemarin (17/5) beredar surat dari KONI Jatim tertanggal 17 Mei yang menyebutkan Musorkablub tidak boleh dilaksanakan. Surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Umum KONI Jatim Suwanto.

Melalui sambungan telepon, Suwanto menjelaskan, surat tersebut bukan berarti KONI Jatim tidak menghendaki adanya Musorkablub di tubuh KONI Jember. Melainkan, KONI Jatim perlu waktu untuk mencermati surat dari usulan cabor untuk Musorkablub. Setidaknya, dalam kurun waktu seminggu ke depan akan ada hasil dari KONI Jatim. “Bukan dilarang Musorkablub, tapi ditunda. Karena KONI Jatim perlu waktu mencermati surat terlebih dahulu. Untuk kapannya, ya secepatnya,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suwanto beralasan, belakangan ini KONI Jatim memang banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah agenda Pekan Olahraga Nasional (PON), serta bagaimana agar atlet kontingen Jatim tidak tertular Covid-19.

Menurut dia, mencermati surat usulan untuk Musorkablub tersebut salah satunya adalah mengecek surat dukungan dari cabor dan apakah alasannya sesuai dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga atau AD/ART. “Pada intinya, KONI Jatim tidak ingin ikut campur intern di Jember. Sehingga KONI Jatim melakukan pengecekan dulu, karena ingin semuanya klir,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jember Abdul Haris Alfianto mengklaim, surat dari KONI Jatim tersebut merupakan bentuk larangan terhadap pelaksanaan Musorkablub di Jember. “Tidak boleh sama KONI Jatim pelaksanaan Musorkablub,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember melalui pesan singkat.

Dia menjelaskan, surat dari KONI Jatim tersebut sudah dianggap sesuai prosedur. Artinya, surat mosi tidak percaya yang dikirim Tim 9 ke KONI Jatim pada 31 Maret lalu tidak semuanya sah, dan oleh KONI Jember telah diverifikasi. Hasilnya, kata dia, hanya ada delapan cabor yang secara legal formalnya jelas untuk keinginan Musorkablub. Selain itu, surat mosi tidak percaya itu tak dilengkapi dengan kop surat. Serta tidak ada logo dan alamat sekretariat.

Alfin juga mengaku telah mengirimkan hasil verifikasi tersebut ke KONI Jatim untuk dipelajari. Dia menegaskan, yang berhak menggelar Musorkablub adalah KONI Jember. Bukan pihak lain, termasuk Tim 9. “Tim 9 itu tidak ada di struktur KONI Jember,” jelasnya.

Karena itu, bila Tim 9 menggelar Musorkablub, maka pendapat Alfin adalah cacat hukum karena hasil verifikasi yang dilakukan tidak sampai 2/3 dari jumlah cabor yang ada, sesuai amanat AD/ART. “Dari 39 cabor harusnya minimal 27 cabor. Ini hanya delapan cabor,” klaimnya.

Masih Konsultasi dengan Bupati

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jelang sehari pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember, tiba-tiba muncul surat keterangan tidak boleh dilaksanakan Musorkablub dari KONI Jatim. Namun, KONI Jatim menegaskan surat tersebut bukan melarang pelaksanaan Musorkablub. Melainkan penundaan lantaran butuh waktu mencermati dan meneliti rencana Musorkablub tersebut.

Agendanya, Musorkablub oleh cabang olahraga (cabor) pengusung yang dikoordinasi oleh Tim 9 tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa (18/5), di salah satu rumah makan di Kelurahan Mangli, Kaliwates. Namun, kemarin (17/5) beredar surat dari KONI Jatim tertanggal 17 Mei yang menyebutkan Musorkablub tidak boleh dilaksanakan. Surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Umum KONI Jatim Suwanto.

Melalui sambungan telepon, Suwanto menjelaskan, surat tersebut bukan berarti KONI Jatim tidak menghendaki adanya Musorkablub di tubuh KONI Jember. Melainkan, KONI Jatim perlu waktu untuk mencermati surat dari usulan cabor untuk Musorkablub. Setidaknya, dalam kurun waktu seminggu ke depan akan ada hasil dari KONI Jatim. “Bukan dilarang Musorkablub, tapi ditunda. Karena KONI Jatim perlu waktu mencermati surat terlebih dahulu. Untuk kapannya, ya secepatnya,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Suwanto beralasan, belakangan ini KONI Jatim memang banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah agenda Pekan Olahraga Nasional (PON), serta bagaimana agar atlet kontingen Jatim tidak tertular Covid-19.

Menurut dia, mencermati surat usulan untuk Musorkablub tersebut salah satunya adalah mengecek surat dukungan dari cabor dan apakah alasannya sesuai dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga atau AD/ART. “Pada intinya, KONI Jatim tidak ingin ikut campur intern di Jember. Sehingga KONI Jatim melakukan pengecekan dulu, karena ingin semuanya klir,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jember Abdul Haris Alfianto mengklaim, surat dari KONI Jatim tersebut merupakan bentuk larangan terhadap pelaksanaan Musorkablub di Jember. “Tidak boleh sama KONI Jatim pelaksanaan Musorkablub,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember melalui pesan singkat.

Dia menjelaskan, surat dari KONI Jatim tersebut sudah dianggap sesuai prosedur. Artinya, surat mosi tidak percaya yang dikirim Tim 9 ke KONI Jatim pada 31 Maret lalu tidak semuanya sah, dan oleh KONI Jember telah diverifikasi. Hasilnya, kata dia, hanya ada delapan cabor yang secara legal formalnya jelas untuk keinginan Musorkablub. Selain itu, surat mosi tidak percaya itu tak dilengkapi dengan kop surat. Serta tidak ada logo dan alamat sekretariat.

Alfin juga mengaku telah mengirimkan hasil verifikasi tersebut ke KONI Jatim untuk dipelajari. Dia menegaskan, yang berhak menggelar Musorkablub adalah KONI Jember. Bukan pihak lain, termasuk Tim 9. “Tim 9 itu tidak ada di struktur KONI Jember,” jelasnya.

Karena itu, bila Tim 9 menggelar Musorkablub, maka pendapat Alfin adalah cacat hukum karena hasil verifikasi yang dilakukan tidak sampai 2/3 dari jumlah cabor yang ada, sesuai amanat AD/ART. “Dari 39 cabor harusnya minimal 27 cabor. Ini hanya delapan cabor,” klaimnya.

Masih Konsultasi dengan Bupati

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Jelang sehari pelaksanaan Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jember, tiba-tiba muncul surat keterangan tidak boleh dilaksanakan Musorkablub dari KONI Jatim. Namun, KONI Jatim menegaskan surat tersebut bukan melarang pelaksanaan Musorkablub. Melainkan penundaan lantaran butuh waktu mencermati dan meneliti rencana Musorkablub tersebut.

Agendanya, Musorkablub oleh cabang olahraga (cabor) pengusung yang dikoordinasi oleh Tim 9 tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa (18/5), di salah satu rumah makan di Kelurahan Mangli, Kaliwates. Namun, kemarin (17/5) beredar surat dari KONI Jatim tertanggal 17 Mei yang menyebutkan Musorkablub tidak boleh dilaksanakan. Surat itu ditandatangani oleh Sekretaris Umum KONI Jatim Suwanto.

Melalui sambungan telepon, Suwanto menjelaskan, surat tersebut bukan berarti KONI Jatim tidak menghendaki adanya Musorkablub di tubuh KONI Jember. Melainkan, KONI Jatim perlu waktu untuk mencermati surat dari usulan cabor untuk Musorkablub. Setidaknya, dalam kurun waktu seminggu ke depan akan ada hasil dari KONI Jatim. “Bukan dilarang Musorkablub, tapi ditunda. Karena KONI Jatim perlu waktu mencermati surat terlebih dahulu. Untuk kapannya, ya secepatnya,” jelasnya saat dihubungi Jawa Pos Radar Jember.

Suwanto beralasan, belakangan ini KONI Jatim memang banyak disibukkan dengan berbagai kegiatan. Salah satunya adalah agenda Pekan Olahraga Nasional (PON), serta bagaimana agar atlet kontingen Jatim tidak tertular Covid-19.

Menurut dia, mencermati surat usulan untuk Musorkablub tersebut salah satunya adalah mengecek surat dukungan dari cabor dan apakah alasannya sesuai dengan anggaran dasar anggaran rumah tangga atau AD/ART. “Pada intinya, KONI Jatim tidak ingin ikut campur intern di Jember. Sehingga KONI Jatim melakukan pengecekan dulu, karena ingin semuanya klir,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Jember Abdul Haris Alfianto mengklaim, surat dari KONI Jatim tersebut merupakan bentuk larangan terhadap pelaksanaan Musorkablub di Jember. “Tidak boleh sama KONI Jatim pelaksanaan Musorkablub,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Jember melalui pesan singkat.

Dia menjelaskan, surat dari KONI Jatim tersebut sudah dianggap sesuai prosedur. Artinya, surat mosi tidak percaya yang dikirim Tim 9 ke KONI Jatim pada 31 Maret lalu tidak semuanya sah, dan oleh KONI Jember telah diverifikasi. Hasilnya, kata dia, hanya ada delapan cabor yang secara legal formalnya jelas untuk keinginan Musorkablub. Selain itu, surat mosi tidak percaya itu tak dilengkapi dengan kop surat. Serta tidak ada logo dan alamat sekretariat.

Alfin juga mengaku telah mengirimkan hasil verifikasi tersebut ke KONI Jatim untuk dipelajari. Dia menegaskan, yang berhak menggelar Musorkablub adalah KONI Jember. Bukan pihak lain, termasuk Tim 9. “Tim 9 itu tidak ada di struktur KONI Jember,” jelasnya.

Karena itu, bila Tim 9 menggelar Musorkablub, maka pendapat Alfin adalah cacat hukum karena hasil verifikasi yang dilakukan tidak sampai 2/3 dari jumlah cabor yang ada, sesuai amanat AD/ART. “Dari 39 cabor harusnya minimal 27 cabor. Ini hanya delapan cabor,” klaimnya.

Masih Konsultasi dengan Bupati

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/