alexametrics
23.8 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bagaimana Optimalisasi Dana Rp 2,5 M?

Ada yang Fokus TC, Ada yang Harapkan Seleksi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anggaran olahraga yang kini tantangannya adalah untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jember resmi telah dinaikkan. Dari sekitar Rp 1,5 miliar, menjadi Rp 2,5 miliar pada tahun anggaran 2021. Sejumlah cabor berharap dana tersebut bisa dioptimalkan untuk training center (TC) daripada seleksi.

Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jember Mujiono kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, dengan dana sebesar Rp 2,5 miliar tersebut, bisa dikatakan minimalis. Apalagi Jember tahun depan menjadi tuan rumah Porprov.

Kaitannya dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut untuk seleksi dan TC, Mujiono menilai, lebih baik diprioritaskan untuk TC. Sebab, jauh sebelum pengesahan APBD cabor-cabor mulai membentuk kerangka tim secara mandiri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengaku, persiapan Jember masih jauh dibandingkan daerah lain yang secara pemerintah stabil, tidak ada pergantian pimpinan. “Jember ini bisa dikatakan telat. Sehingga, banyak cabor berinisiatif menyiapkan diri untuk atletnya yang berlaga di Porprov Jatim 2022,” terangnya.

Untuk cabor gulat, tambah Mujiono, pihaknya telah melakukan pembentukan atlet di Porprov. “Sekarang ini kami ya latihan terus,” ucapnya.

Mujiono beralasan, TC layak menjadi prioritas, pasalnya biaya TC cukup mahal. Apalagi Jember juga bisa dikatakan ketinggalan untuk mempersiapkan pemusatan latihan atlet.

Dia mencontohkan, atlet gulat di beberapa daerah telah dikirim untuk menjalani pemusatan latihan bersama. “TC bersama di Malang, biaya per bulan per atlet Rp 2,5 juta,” terangnya. Langkah itu diisi dengan agenda latih tanding bersama senior. “Biasanya yang meraih medali di Porprov itu yang ikut pemusatan latihan bersama. Ada yang di Malang dan Surabaya,” tuturnya.

Apalagi, seyogianya TC persiapan ajang bergengsi seperti Porprov tersebut tidak hanya diperhatikan perihal latihan saja. Tapi juga asupan gizi serta kesejahteraan atlet.

Hal sebaliknya justru diungkapkan oleh Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono. Dia berpendapat seleksi sangat diperlukan. Sebab, sebelum ada kerangka atlet yang ikut TC, maka perlu seleksi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anggaran olahraga yang kini tantangannya adalah untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jember resmi telah dinaikkan. Dari sekitar Rp 1,5 miliar, menjadi Rp 2,5 miliar pada tahun anggaran 2021. Sejumlah cabor berharap dana tersebut bisa dioptimalkan untuk training center (TC) daripada seleksi.

Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jember Mujiono kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, dengan dana sebesar Rp 2,5 miliar tersebut, bisa dikatakan minimalis. Apalagi Jember tahun depan menjadi tuan rumah Porprov.

Kaitannya dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut untuk seleksi dan TC, Mujiono menilai, lebih baik diprioritaskan untuk TC. Sebab, jauh sebelum pengesahan APBD cabor-cabor mulai membentuk kerangka tim secara mandiri.

Dia mengaku, persiapan Jember masih jauh dibandingkan daerah lain yang secara pemerintah stabil, tidak ada pergantian pimpinan. “Jember ini bisa dikatakan telat. Sehingga, banyak cabor berinisiatif menyiapkan diri untuk atletnya yang berlaga di Porprov Jatim 2022,” terangnya.

Untuk cabor gulat, tambah Mujiono, pihaknya telah melakukan pembentukan atlet di Porprov. “Sekarang ini kami ya latihan terus,” ucapnya.

Mujiono beralasan, TC layak menjadi prioritas, pasalnya biaya TC cukup mahal. Apalagi Jember juga bisa dikatakan ketinggalan untuk mempersiapkan pemusatan latihan atlet.

Dia mencontohkan, atlet gulat di beberapa daerah telah dikirim untuk menjalani pemusatan latihan bersama. “TC bersama di Malang, biaya per bulan per atlet Rp 2,5 juta,” terangnya. Langkah itu diisi dengan agenda latih tanding bersama senior. “Biasanya yang meraih medali di Porprov itu yang ikut pemusatan latihan bersama. Ada yang di Malang dan Surabaya,” tuturnya.

Apalagi, seyogianya TC persiapan ajang bergengsi seperti Porprov tersebut tidak hanya diperhatikan perihal latihan saja. Tapi juga asupan gizi serta kesejahteraan atlet.

Hal sebaliknya justru diungkapkan oleh Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono. Dia berpendapat seleksi sangat diperlukan. Sebab, sebelum ada kerangka atlet yang ikut TC, maka perlu seleksi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Anggaran olahraga yang kini tantangannya adalah untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jember resmi telah dinaikkan. Dari sekitar Rp 1,5 miliar, menjadi Rp 2,5 miliar pada tahun anggaran 2021. Sejumlah cabor berharap dana tersebut bisa dioptimalkan untuk training center (TC) daripada seleksi.

Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jember Mujiono kepada Jawa Pos Radar Jember mengatakan, dengan dana sebesar Rp 2,5 miliar tersebut, bisa dikatakan minimalis. Apalagi Jember tahun depan menjadi tuan rumah Porprov.

Kaitannya dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tersebut untuk seleksi dan TC, Mujiono menilai, lebih baik diprioritaskan untuk TC. Sebab, jauh sebelum pengesahan APBD cabor-cabor mulai membentuk kerangka tim secara mandiri.

Dia mengaku, persiapan Jember masih jauh dibandingkan daerah lain yang secara pemerintah stabil, tidak ada pergantian pimpinan. “Jember ini bisa dikatakan telat. Sehingga, banyak cabor berinisiatif menyiapkan diri untuk atletnya yang berlaga di Porprov Jatim 2022,” terangnya.

Untuk cabor gulat, tambah Mujiono, pihaknya telah melakukan pembentukan atlet di Porprov. “Sekarang ini kami ya latihan terus,” ucapnya.

Mujiono beralasan, TC layak menjadi prioritas, pasalnya biaya TC cukup mahal. Apalagi Jember juga bisa dikatakan ketinggalan untuk mempersiapkan pemusatan latihan atlet.

Dia mencontohkan, atlet gulat di beberapa daerah telah dikirim untuk menjalani pemusatan latihan bersama. “TC bersama di Malang, biaya per bulan per atlet Rp 2,5 juta,” terangnya. Langkah itu diisi dengan agenda latih tanding bersama senior. “Biasanya yang meraih medali di Porprov itu yang ikut pemusatan latihan bersama. Ada yang di Malang dan Surabaya,” tuturnya.

Apalagi, seyogianya TC persiapan ajang bergengsi seperti Porprov tersebut tidak hanya diperhatikan perihal latihan saja. Tapi juga asupan gizi serta kesejahteraan atlet.

Hal sebaliknya justru diungkapkan oleh Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Prof Soetriono. Dia berpendapat seleksi sangat diperlukan. Sebab, sebelum ada kerangka atlet yang ikut TC, maka perlu seleksi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/