alexametrics
30.3 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Promdeg Pelti Belum Ada Kejutan

Terapkan 10 Petenis untuk Porprov

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, cabang olahraga (cabor) tenis lapangan telah menentukan 10 atlet yang akan berangkat ke Porprov. Sayangnya, hasil promosi dan degradasi (promdeg) tersebut tidak ada kejutan yang terjadi, karena seluruh nama petenis yang masuk adalah tim inti.

Baca Juga : Ini Solusi Jitu Tingkatkan Produktivitas Sawah Air Asin

Penentuan atlet tersebut telah disepakati setelah melihat hasil dari training center (TC) dan pengamatan pelatih, serta pengurus Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember. Soetriono, Ketua Pelti Jember, mengatakan, penentuan sepuluh petenis untuk Porprov Jatim memerlukan proses panjang. “Yang jelas, pemilihan itu dilihat dari fisik, sopan santun, juga peringkat nasional,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, sebelum ada penentuan ini, terlebih dahulu ada seleksi dengan total 35 petenis. Setelah itu, mereka yang lolos ada 20 petenis dan selanjutnya mengikuti TC. Termasuk TC mandiri yang digelar pada awal tahun ini.

Soetriono menjelaskan, konsep dalam TC Pelti ini terdapat promosi dan degradasi. Artinya, tidak semua atlet yang masuk TC dipastikan ikut ke Porprov. “Setelah TC, kami terapkan promosi dan degradasi. Sehingga, dari 20 petenis, yang masuk ke tahap berikutnya adalah 10 petenis saja,” jelasnya.

Pemilihan 10 atlet itu juga didasarkan pada pemeringkatan. “Kami punya data base, yang di situ terdaftar peringkat dan nama-nama atlet,” katanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, cabang olahraga (cabor) tenis lapangan telah menentukan 10 atlet yang akan berangkat ke Porprov. Sayangnya, hasil promosi dan degradasi (promdeg) tersebut tidak ada kejutan yang terjadi, karena seluruh nama petenis yang masuk adalah tim inti.

Baca Juga : Ini Solusi Jitu Tingkatkan Produktivitas Sawah Air Asin

Penentuan atlet tersebut telah disepakati setelah melihat hasil dari training center (TC) dan pengamatan pelatih, serta pengurus Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember. Soetriono, Ketua Pelti Jember, mengatakan, penentuan sepuluh petenis untuk Porprov Jatim memerlukan proses panjang. “Yang jelas, pemilihan itu dilihat dari fisik, sopan santun, juga peringkat nasional,” terangnya.

Dia menjelaskan, sebelum ada penentuan ini, terlebih dahulu ada seleksi dengan total 35 petenis. Setelah itu, mereka yang lolos ada 20 petenis dan selanjutnya mengikuti TC. Termasuk TC mandiri yang digelar pada awal tahun ini.

Soetriono menjelaskan, konsep dalam TC Pelti ini terdapat promosi dan degradasi. Artinya, tidak semua atlet yang masuk TC dipastikan ikut ke Porprov. “Setelah TC, kami terapkan promosi dan degradasi. Sehingga, dari 20 petenis, yang masuk ke tahap berikutnya adalah 10 petenis saja,” jelasnya.

Pemilihan 10 atlet itu juga didasarkan pada pemeringkatan. “Kami punya data base, yang di situ terdaftar peringkat dan nama-nama atlet,” katanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim, cabang olahraga (cabor) tenis lapangan telah menentukan 10 atlet yang akan berangkat ke Porprov. Sayangnya, hasil promosi dan degradasi (promdeg) tersebut tidak ada kejutan yang terjadi, karena seluruh nama petenis yang masuk adalah tim inti.

Baca Juga : Ini Solusi Jitu Tingkatkan Produktivitas Sawah Air Asin

Penentuan atlet tersebut telah disepakati setelah melihat hasil dari training center (TC) dan pengamatan pelatih, serta pengurus Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember. Soetriono, Ketua Pelti Jember, mengatakan, penentuan sepuluh petenis untuk Porprov Jatim memerlukan proses panjang. “Yang jelas, pemilihan itu dilihat dari fisik, sopan santun, juga peringkat nasional,” terangnya.

Dia menjelaskan, sebelum ada penentuan ini, terlebih dahulu ada seleksi dengan total 35 petenis. Setelah itu, mereka yang lolos ada 20 petenis dan selanjutnya mengikuti TC. Termasuk TC mandiri yang digelar pada awal tahun ini.

Soetriono menjelaskan, konsep dalam TC Pelti ini terdapat promosi dan degradasi. Artinya, tidak semua atlet yang masuk TC dipastikan ikut ke Porprov. “Setelah TC, kami terapkan promosi dan degradasi. Sehingga, dari 20 petenis, yang masuk ke tahap berikutnya adalah 10 petenis saja,” jelasnya.

Pemilihan 10 atlet itu juga didasarkan pada pemeringkatan. “Kami punya data base, yang di situ terdaftar peringkat dan nama-nama atlet,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/