alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Dualisme ‘Harga Mati’

Tiada Nama Persid di Asprov PSSI Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

Sementara itu, Ketua Persid versi lainnya, M Sholahuddin Amrulloh, tidak mengakui bila kondisi Persid itu terjadi dualisme. “Bagi kami, kepengurusan Persid itu hanya satu. Jika ada pihak lain mengatasnamakan Persid, mungkin itu klaim. Secara organisasi, bagi kami Persid itu cuma satu dan tidak ada dualisme,” jelasnya.

Lantas, bagaimana posisi Persid pada Kongres Asprov PSSI Jatim? Kata Jo, sapaan akrabnya, masih menunggu keputusan dari Asprov.

Sebelumnya, Ketua Askab PSSI Jember Sutikno, pada saat seleksi pemain Jember untuk timnas, mengatakan, untuk menyelesaikan dualisme Persid itu cukup mudah. “Lekas saja merapat ke bupati, maunya bupati seperti apa,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut pria asal Ambulu itu, bupati sudah jelas untuk semua cabang olahraga akan dimajukan. Seharusnya, kata dia, semua pihak YPJ itu proaktif untuk meminta kepada bupati agar segera menyelesaikan. Sebab, Persid adalah milik masyarakat Jember. “Bukan milik orang per orang. Seharusnya audiensi dengan bupati bagaimana Persid ini ke depannya. Bukan menunggu dipanggil bupati,” kata Sutikno.

Bila Askab PSSI Jember ditunjuk oleh bupati untuk menyelesaikan dualisme itu, Sutikno mengaku siap. “Askab pada intinya siap untuk menyelesaikan yang terbaik sesuai dengan arahan bupati,” jelasnya.

Kenapa masih butuh arahan bupati? Menurut Sutikno, karena Persid masih di Liga 3, yang membutuhkan kucuran dana APBD. Karena itu, bupati punya wewenang penuh bagaimana Persid ke depannya.

Saat ini, posisi Ketua YPJ diklaim dua orang. Yakni Sholahuddin Amulloh dan Sunardi. Sholahuddin adalah salah satu tokoh suporter Berni, pendukung setia Persid. Sementara itu, Sunardi adalah legislator di DPRD Jember. Keduanya sama-sama mengklaim paling berhak mendaftarkan Persid untuk ikut kompetisi Liga 3 tahun ini.

Catatan Jawa Pos Radar Jember, dualisme ini terjadi dalam persiapan menuju kompetisi Liga 3 tahun 2020 lalu. Asprov Jatim menerima dua nama Persid yang mendaftar di Liga 3. Oleh karenanya, Asprov tidak bisa menerima keduanya untuk mengikuti kompetisi. Namun belakangan, akibat pandemi, kompetisi semua liga sepak bola ditiadakan.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

- Advertisement -

Sementara itu, Ketua Persid versi lainnya, M Sholahuddin Amrulloh, tidak mengakui bila kondisi Persid itu terjadi dualisme. “Bagi kami, kepengurusan Persid itu hanya satu. Jika ada pihak lain mengatasnamakan Persid, mungkin itu klaim. Secara organisasi, bagi kami Persid itu cuma satu dan tidak ada dualisme,” jelasnya.

Lantas, bagaimana posisi Persid pada Kongres Asprov PSSI Jatim? Kata Jo, sapaan akrabnya, masih menunggu keputusan dari Asprov.

Sebelumnya, Ketua Askab PSSI Jember Sutikno, pada saat seleksi pemain Jember untuk timnas, mengatakan, untuk menyelesaikan dualisme Persid itu cukup mudah. “Lekas saja merapat ke bupati, maunya bupati seperti apa,” ucapnya.

Menurut pria asal Ambulu itu, bupati sudah jelas untuk semua cabang olahraga akan dimajukan. Seharusnya, kata dia, semua pihak YPJ itu proaktif untuk meminta kepada bupati agar segera menyelesaikan. Sebab, Persid adalah milik masyarakat Jember. “Bukan milik orang per orang. Seharusnya audiensi dengan bupati bagaimana Persid ini ke depannya. Bukan menunggu dipanggil bupati,” kata Sutikno.

Bila Askab PSSI Jember ditunjuk oleh bupati untuk menyelesaikan dualisme itu, Sutikno mengaku siap. “Askab pada intinya siap untuk menyelesaikan yang terbaik sesuai dengan arahan bupati,” jelasnya.

Kenapa masih butuh arahan bupati? Menurut Sutikno, karena Persid masih di Liga 3, yang membutuhkan kucuran dana APBD. Karena itu, bupati punya wewenang penuh bagaimana Persid ke depannya.

Saat ini, posisi Ketua YPJ diklaim dua orang. Yakni Sholahuddin Amulloh dan Sunardi. Sholahuddin adalah salah satu tokoh suporter Berni, pendukung setia Persid. Sementara itu, Sunardi adalah legislator di DPRD Jember. Keduanya sama-sama mengklaim paling berhak mendaftarkan Persid untuk ikut kompetisi Liga 3 tahun ini.

Catatan Jawa Pos Radar Jember, dualisme ini terjadi dalam persiapan menuju kompetisi Liga 3 tahun 2020 lalu. Asprov Jatim menerima dua nama Persid yang mendaftar di Liga 3. Oleh karenanya, Asprov tidak bisa menerima keduanya untuk mengikuti kompetisi. Namun belakangan, akibat pandemi, kompetisi semua liga sepak bola ditiadakan.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

Sementara itu, Ketua Persid versi lainnya, M Sholahuddin Amrulloh, tidak mengakui bila kondisi Persid itu terjadi dualisme. “Bagi kami, kepengurusan Persid itu hanya satu. Jika ada pihak lain mengatasnamakan Persid, mungkin itu klaim. Secara organisasi, bagi kami Persid itu cuma satu dan tidak ada dualisme,” jelasnya.

Lantas, bagaimana posisi Persid pada Kongres Asprov PSSI Jatim? Kata Jo, sapaan akrabnya, masih menunggu keputusan dari Asprov.

Sebelumnya, Ketua Askab PSSI Jember Sutikno, pada saat seleksi pemain Jember untuk timnas, mengatakan, untuk menyelesaikan dualisme Persid itu cukup mudah. “Lekas saja merapat ke bupati, maunya bupati seperti apa,” ucapnya.

Menurut pria asal Ambulu itu, bupati sudah jelas untuk semua cabang olahraga akan dimajukan. Seharusnya, kata dia, semua pihak YPJ itu proaktif untuk meminta kepada bupati agar segera menyelesaikan. Sebab, Persid adalah milik masyarakat Jember. “Bukan milik orang per orang. Seharusnya audiensi dengan bupati bagaimana Persid ini ke depannya. Bukan menunggu dipanggil bupati,” kata Sutikno.

Bila Askab PSSI Jember ditunjuk oleh bupati untuk menyelesaikan dualisme itu, Sutikno mengaku siap. “Askab pada intinya siap untuk menyelesaikan yang terbaik sesuai dengan arahan bupati,” jelasnya.

Kenapa masih butuh arahan bupati? Menurut Sutikno, karena Persid masih di Liga 3, yang membutuhkan kucuran dana APBD. Karena itu, bupati punya wewenang penuh bagaimana Persid ke depannya.

Saat ini, posisi Ketua YPJ diklaim dua orang. Yakni Sholahuddin Amulloh dan Sunardi. Sholahuddin adalah salah satu tokoh suporter Berni, pendukung setia Persid. Sementara itu, Sunardi adalah legislator di DPRD Jember. Keduanya sama-sama mengklaim paling berhak mendaftarkan Persid untuk ikut kompetisi Liga 3 tahun ini.

Catatan Jawa Pos Radar Jember, dualisme ini terjadi dalam persiapan menuju kompetisi Liga 3 tahun 2020 lalu. Asprov Jatim menerima dua nama Persid yang mendaftar di Liga 3. Oleh karenanya, Asprov tidak bisa menerima keduanya untuk mengikuti kompetisi. Namun belakangan, akibat pandemi, kompetisi semua liga sepak bola ditiadakan.

 

 

Jurnalis : Dwi Siswanto
Fotografer : Dokumentasi Radar Jember
Redaktur : Mahrus Sholih

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/