alexametrics
29.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Dualisme ‘Harga Mati’

Tiada Nama Persid di Asprov PSSI Jatim

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim yang diagendakan 27 Maret nanti bakal tidak ada nama Persid di dalamnya. Hal itu tidak lain karena Asprov PSSI Jatim menilai masih terjadi dualisme di tubuh Persid.

Bahkan, bila kondisi itu terus berlarut-larut, maka bukan tidak mungkin Persid hanya tinggal nama. Sebab, jika kompetisi Liga 3 digulirkan, tim kebanggaan warga Jember itu terancam tak bisa mengikutinya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin mengatakan, terkait Kongres Asprov Jatim PSSI tidak memasukan nama Persid menjadi bagian anggota atau peserta kongres yang memiliki hak suara, lantaran masih terjadi dualisme. “Selama Persid masih dualisme, keduanya tidak akan kami undang,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, agar Persid mendapatkan suara dalam kongres, maka harus ada satu kepengurusan dan tidak ada pihak lain yang klaim Persid. “Kalau mau bersengketa, silakan bersengketa dulu. Dan Aasprov terus berkonsultasi dengan Askab PSSI Jember,” terangnya.

Dia mengakui, dari seluruh klub di bawah Asprov PSSI Jatim, hanya Persid satu-satunya kesebelasan yang mengalami dualisme. Terkait apakah tidak ikut kongres bakal dicoret, Amir mengatakan, bukan dicoret dari kompetisi, karena belum ada pembukaan untuk peserta kompetisi.

Sementara itu, terkait kapan kompetisi Liga 3 digulirkan, Amir sendiri tidak tahu dan menunggu keputusan pusat. “Nunggu keputusan dari PSSI pusat. Karena Liga 1 dan Liga 2 juga belum ditetapkan,” ungkapnya.

Yayasan Persid Jember (YPJ) versi Sunardi menyebut, Asprov Jatim hingga kini masih menganggap Persid terjadi dualisme. Hal itu lantaran tidak ada undangan sama sekali terkait kongres PSSI Jatim ke Persid. “Kalau dualisme ya tidak bisa ikut kongres,” jelasnya.

Sepengetahuan Sunardi, agar Persid bisa mengikuti kongres, dualisme di tubuh Persid harus sudah beres. Jika tidak ada dualisme, maka Persid bakal diundang untuk mengikuti kongres dan memiliki hak suara. “Bila sampai H-7 masih dualisme, berarti Persid tidak diundang dalam kongres PSSI Jatim,” ucapnya.

Sunardi berharap, pihaknya bisa segera beraudiensi dengan Bupati Jember Hendy Siswanto terkait nasib dualisme Persid. “Kami sudah berkirim surat untuk mengajukan audiensi,” katanya.

Mengapa dualisme Persid tersebut harus diselesaikan? Menurut Sunardi, karena yang dirugikan adalah Persid sendiri, serta masyarakat Jember pecinta bola. “Kalau Persid tidak ikut Kongres Asprov PSSI Jatim, maka risikonya Persid tidak bisa berkompetisi di Liga 3. Walau sampai sekarang keputusan kompetisi liga belum ada kejelasan,” paparnya.

Pria yang juga anggota DPRD Jember ini mengaku menyerahkan hasil terbaik ke bupati. “Tapi juga ada catatannya, yaitu mengakomodasi semua, dua kubu Persid melalui peleburan,” terangnya. Selain itu, Sunardi menambahkan, keputusan bupati nantinya diharapkan dapat melegalkan satu YPJ saja. Sekaligus memberi dukungan anggaran untuk kompetisi Persid ke depan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim yang diagendakan 27 Maret nanti bakal tidak ada nama Persid di dalamnya. Hal itu tidak lain karena Asprov PSSI Jatim menilai masih terjadi dualisme di tubuh Persid.

Bahkan, bila kondisi itu terus berlarut-larut, maka bukan tidak mungkin Persid hanya tinggal nama. Sebab, jika kompetisi Liga 3 digulirkan, tim kebanggaan warga Jember itu terancam tak bisa mengikutinya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin mengatakan, terkait Kongres Asprov Jatim PSSI tidak memasukan nama Persid menjadi bagian anggota atau peserta kongres yang memiliki hak suara, lantaran masih terjadi dualisme. “Selama Persid masih dualisme, keduanya tidak akan kami undang,” tegasnya.

Menurut dia, agar Persid mendapatkan suara dalam kongres, maka harus ada satu kepengurusan dan tidak ada pihak lain yang klaim Persid. “Kalau mau bersengketa, silakan bersengketa dulu. Dan Aasprov terus berkonsultasi dengan Askab PSSI Jember,” terangnya.

Dia mengakui, dari seluruh klub di bawah Asprov PSSI Jatim, hanya Persid satu-satunya kesebelasan yang mengalami dualisme. Terkait apakah tidak ikut kongres bakal dicoret, Amir mengatakan, bukan dicoret dari kompetisi, karena belum ada pembukaan untuk peserta kompetisi.

Sementara itu, terkait kapan kompetisi Liga 3 digulirkan, Amir sendiri tidak tahu dan menunggu keputusan pusat. “Nunggu keputusan dari PSSI pusat. Karena Liga 1 dan Liga 2 juga belum ditetapkan,” ungkapnya.

Yayasan Persid Jember (YPJ) versi Sunardi menyebut, Asprov Jatim hingga kini masih menganggap Persid terjadi dualisme. Hal itu lantaran tidak ada undangan sama sekali terkait kongres PSSI Jatim ke Persid. “Kalau dualisme ya tidak bisa ikut kongres,” jelasnya.

Sepengetahuan Sunardi, agar Persid bisa mengikuti kongres, dualisme di tubuh Persid harus sudah beres. Jika tidak ada dualisme, maka Persid bakal diundang untuk mengikuti kongres dan memiliki hak suara. “Bila sampai H-7 masih dualisme, berarti Persid tidak diundang dalam kongres PSSI Jatim,” ucapnya.

Sunardi berharap, pihaknya bisa segera beraudiensi dengan Bupati Jember Hendy Siswanto terkait nasib dualisme Persid. “Kami sudah berkirim surat untuk mengajukan audiensi,” katanya.

Mengapa dualisme Persid tersebut harus diselesaikan? Menurut Sunardi, karena yang dirugikan adalah Persid sendiri, serta masyarakat Jember pecinta bola. “Kalau Persid tidak ikut Kongres Asprov PSSI Jatim, maka risikonya Persid tidak bisa berkompetisi di Liga 3. Walau sampai sekarang keputusan kompetisi liga belum ada kejelasan,” paparnya.

Pria yang juga anggota DPRD Jember ini mengaku menyerahkan hasil terbaik ke bupati. “Tapi juga ada catatannya, yaitu mengakomodasi semua, dua kubu Persid melalui peleburan,” terangnya. Selain itu, Sunardi menambahkan, keputusan bupati nantinya diharapkan dapat melegalkan satu YPJ saja. Sekaligus memberi dukungan anggaran untuk kompetisi Persid ke depan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kongres Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim yang diagendakan 27 Maret nanti bakal tidak ada nama Persid di dalamnya. Hal itu tidak lain karena Asprov PSSI Jatim menilai masih terjadi dualisme di tubuh Persid.

Bahkan, bila kondisi itu terus berlarut-larut, maka bukan tidak mungkin Persid hanya tinggal nama. Sebab, jika kompetisi Liga 3 digulirkan, tim kebanggaan warga Jember itu terancam tak bisa mengikutinya.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asprov PSSI Jatim Amir Burhanuddin mengatakan, terkait Kongres Asprov Jatim PSSI tidak memasukan nama Persid menjadi bagian anggota atau peserta kongres yang memiliki hak suara, lantaran masih terjadi dualisme. “Selama Persid masih dualisme, keduanya tidak akan kami undang,” tegasnya.

Menurut dia, agar Persid mendapatkan suara dalam kongres, maka harus ada satu kepengurusan dan tidak ada pihak lain yang klaim Persid. “Kalau mau bersengketa, silakan bersengketa dulu. Dan Aasprov terus berkonsultasi dengan Askab PSSI Jember,” terangnya.

Dia mengakui, dari seluruh klub di bawah Asprov PSSI Jatim, hanya Persid satu-satunya kesebelasan yang mengalami dualisme. Terkait apakah tidak ikut kongres bakal dicoret, Amir mengatakan, bukan dicoret dari kompetisi, karena belum ada pembukaan untuk peserta kompetisi.

Sementara itu, terkait kapan kompetisi Liga 3 digulirkan, Amir sendiri tidak tahu dan menunggu keputusan pusat. “Nunggu keputusan dari PSSI pusat. Karena Liga 1 dan Liga 2 juga belum ditetapkan,” ungkapnya.

Yayasan Persid Jember (YPJ) versi Sunardi menyebut, Asprov Jatim hingga kini masih menganggap Persid terjadi dualisme. Hal itu lantaran tidak ada undangan sama sekali terkait kongres PSSI Jatim ke Persid. “Kalau dualisme ya tidak bisa ikut kongres,” jelasnya.

Sepengetahuan Sunardi, agar Persid bisa mengikuti kongres, dualisme di tubuh Persid harus sudah beres. Jika tidak ada dualisme, maka Persid bakal diundang untuk mengikuti kongres dan memiliki hak suara. “Bila sampai H-7 masih dualisme, berarti Persid tidak diundang dalam kongres PSSI Jatim,” ucapnya.

Sunardi berharap, pihaknya bisa segera beraudiensi dengan Bupati Jember Hendy Siswanto terkait nasib dualisme Persid. “Kami sudah berkirim surat untuk mengajukan audiensi,” katanya.

Mengapa dualisme Persid tersebut harus diselesaikan? Menurut Sunardi, karena yang dirugikan adalah Persid sendiri, serta masyarakat Jember pecinta bola. “Kalau Persid tidak ikut Kongres Asprov PSSI Jatim, maka risikonya Persid tidak bisa berkompetisi di Liga 3. Walau sampai sekarang keputusan kompetisi liga belum ada kejelasan,” paparnya.

Pria yang juga anggota DPRD Jember ini mengaku menyerahkan hasil terbaik ke bupati. “Tapi juga ada catatannya, yaitu mengakomodasi semua, dua kubu Persid melalui peleburan,” terangnya. Selain itu, Sunardi menambahkan, keputusan bupati nantinya diharapkan dapat melegalkan satu YPJ saja. Sekaligus memberi dukungan anggaran untuk kompetisi Persid ke depan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/