alexametrics
25 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Jember Siapkan Sepuluh Pemain Inti dan Cadangan Atlet Sepak Takraw

Mobile_AP_Rectangle 1

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Seluruh atlet pemain sepak takraw semakin menunjukkan kegigihannya untuk mendapatkan posisi menjadi pemain inti dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan digelar pada 2022 mendatang. Setelah melalui serangkaian seleksi yang digelar di GOR Kaliwates, bakal ada total sepuluh pemain inti dan pemain cadangan yang disiapkan.

Beberapa hari sebelumnya, sejak hari pertama, seleksi sepak takraw dilakukan dengan pemberian materi dan game untuk melihat kompetensi peserta. Sehari sebelum penentuan, materi masih meliputi smash dan feeder. Sedangkan materi lainnya yakni ketahanan dan game untuk menentukan pemain inti.

“Mulai hari pertama seleksi sepak takraw ada 21 materi. Kami ambil sekitar delapan materi setiap harinya. Tim yang akan dibentuk ada lima tim pemain inti, kemudian juga lima tim untuk pemain cadangan,” ungkap Ketua Panitia Seleksi Sepak Takraw Dwi Ade.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selama teknis training center (TC), proses seleksi sepak takraw akan terus dilakukan. Namun, dalam seleksi tersebut hanya dilakukan perubahan posisi dari pemain inti ke pemain cadangan. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kualitas serta kompetensi para pemain.

Artinya, selama pemain inti mempertahankan kualitasnya, maka dia tidak akan tergeser atau tidak akan diganti oleh pemain cadangan. “Bukan berarti, selama proses jalannya TC, pemain cadangan itu santai. Pemain inti juga harus hati-hati. Selama dia tidak menjaga kualitasnya atau fisiknya, maka dia bisa digantikan oleh yang lima cadangan itu tadi,” imbuhnya.

- Advertisement -

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Seluruh atlet pemain sepak takraw semakin menunjukkan kegigihannya untuk mendapatkan posisi menjadi pemain inti dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan digelar pada 2022 mendatang. Setelah melalui serangkaian seleksi yang digelar di GOR Kaliwates, bakal ada total sepuluh pemain inti dan pemain cadangan yang disiapkan.

Beberapa hari sebelumnya, sejak hari pertama, seleksi sepak takraw dilakukan dengan pemberian materi dan game untuk melihat kompetensi peserta. Sehari sebelum penentuan, materi masih meliputi smash dan feeder. Sedangkan materi lainnya yakni ketahanan dan game untuk menentukan pemain inti.

“Mulai hari pertama seleksi sepak takraw ada 21 materi. Kami ambil sekitar delapan materi setiap harinya. Tim yang akan dibentuk ada lima tim pemain inti, kemudian juga lima tim untuk pemain cadangan,” ungkap Ketua Panitia Seleksi Sepak Takraw Dwi Ade.

Selama teknis training center (TC), proses seleksi sepak takraw akan terus dilakukan. Namun, dalam seleksi tersebut hanya dilakukan perubahan posisi dari pemain inti ke pemain cadangan. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kualitas serta kompetensi para pemain.

Artinya, selama pemain inti mempertahankan kualitasnya, maka dia tidak akan tergeser atau tidak akan diganti oleh pemain cadangan. “Bukan berarti, selama proses jalannya TC, pemain cadangan itu santai. Pemain inti juga harus hati-hati. Selama dia tidak menjaga kualitasnya atau fisiknya, maka dia bisa digantikan oleh yang lima cadangan itu tadi,” imbuhnya.

KALIWATES, RADARJEMBER.ID – Seluruh atlet pemain sepak takraw semakin menunjukkan kegigihannya untuk mendapatkan posisi menjadi pemain inti dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan digelar pada 2022 mendatang. Setelah melalui serangkaian seleksi yang digelar di GOR Kaliwates, bakal ada total sepuluh pemain inti dan pemain cadangan yang disiapkan.

Beberapa hari sebelumnya, sejak hari pertama, seleksi sepak takraw dilakukan dengan pemberian materi dan game untuk melihat kompetensi peserta. Sehari sebelum penentuan, materi masih meliputi smash dan feeder. Sedangkan materi lainnya yakni ketahanan dan game untuk menentukan pemain inti.

“Mulai hari pertama seleksi sepak takraw ada 21 materi. Kami ambil sekitar delapan materi setiap harinya. Tim yang akan dibentuk ada lima tim pemain inti, kemudian juga lima tim untuk pemain cadangan,” ungkap Ketua Panitia Seleksi Sepak Takraw Dwi Ade.

Selama teknis training center (TC), proses seleksi sepak takraw akan terus dilakukan. Namun, dalam seleksi tersebut hanya dilakukan perubahan posisi dari pemain inti ke pemain cadangan. Hal ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kualitas serta kompetensi para pemain.

Artinya, selama pemain inti mempertahankan kualitasnya, maka dia tidak akan tergeser atau tidak akan diganti oleh pemain cadangan. “Bukan berarti, selama proses jalannya TC, pemain cadangan itu santai. Pemain inti juga harus hati-hati. Selama dia tidak menjaga kualitasnya atau fisiknya, maka dia bisa digantikan oleh yang lima cadangan itu tadi,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/