alexametrics
24.8 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Mantan Pengurus KONI Dipanggil Kejari

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyelewengan dana hibah untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI tahun 2019 lalu dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur ke KONI Jember rupanya terendus oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Selasa (15/6) kemarin, Kejari Jember memanggil tiga mantan pengurus inti KONI Jember. Yaitu mantan ketua umum Abdul Haris Afianto, sekretaris Ardhianto Oky Wijaya, dan bendahara Sapto Nugroho. Ketiganya diperiksa saat penyelidikan oleh kejaksaan di ruang berbeda, selama lebih dari lima jam.

Usai menjalani pemeriksaan, Abdul Haris Alfianto menuturkan kepada Jawa Pos Radar Jember bahwa pemanggilan itu berkaitan dengan data-data LPJ Porprov 2019 lalu. “LPJ Porprov itu sudah kami serahkan ke penyelidik, lengkap, aliran dananya,” kata pria yang akrab disapa Alfin tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pemanggilan ketiganya itu juga diduga berangkat dari laporan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Jember, yang melaporkan pengurus KONI Jember saat itu ke Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jawa Timur. Laporan ini dilakukan medio April lalu, karena dinilai ada penyelewengan dana. Dari laporan pertanggungjawaban fiktif hingga pemalsuan tanda tangan.

Diketahui, dana bantuan operasional Porprov dari KONI Jatim saat itu senilai Rp 135,5 juta dan dana dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember untuk Porprov saat itu sebesar Rp 1,4 miliar. Alfin juga meyakini, dia dan pengurusnya telah membuat LPJ itu sesuai ketentuan yang ada. “Selanjutnya, bisa dilengkapi atau ditanyakan dari penyelidiknya,” tambahnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyelewengan dana hibah untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI tahun 2019 lalu dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur ke KONI Jember rupanya terendus oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Selasa (15/6) kemarin, Kejari Jember memanggil tiga mantan pengurus inti KONI Jember. Yaitu mantan ketua umum Abdul Haris Afianto, sekretaris Ardhianto Oky Wijaya, dan bendahara Sapto Nugroho. Ketiganya diperiksa saat penyelidikan oleh kejaksaan di ruang berbeda, selama lebih dari lima jam.

Usai menjalani pemeriksaan, Abdul Haris Alfianto menuturkan kepada Jawa Pos Radar Jember bahwa pemanggilan itu berkaitan dengan data-data LPJ Porprov 2019 lalu. “LPJ Porprov itu sudah kami serahkan ke penyelidik, lengkap, aliran dananya,” kata pria yang akrab disapa Alfin tersebut.

Pemanggilan ketiganya itu juga diduga berangkat dari laporan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Jember, yang melaporkan pengurus KONI Jember saat itu ke Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jawa Timur. Laporan ini dilakukan medio April lalu, karena dinilai ada penyelewengan dana. Dari laporan pertanggungjawaban fiktif hingga pemalsuan tanda tangan.

Diketahui, dana bantuan operasional Porprov dari KONI Jatim saat itu senilai Rp 135,5 juta dan dana dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember untuk Porprov saat itu sebesar Rp 1,4 miliar. Alfin juga meyakini, dia dan pengurusnya telah membuat LPJ itu sesuai ketentuan yang ada. “Selanjutnya, bisa dilengkapi atau ditanyakan dari penyelidiknya,” tambahnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dugaan penyelewengan dana hibah untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI tahun 2019 lalu dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur ke KONI Jember rupanya terendus oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Selasa (15/6) kemarin, Kejari Jember memanggil tiga mantan pengurus inti KONI Jember. Yaitu mantan ketua umum Abdul Haris Afianto, sekretaris Ardhianto Oky Wijaya, dan bendahara Sapto Nugroho. Ketiganya diperiksa saat penyelidikan oleh kejaksaan di ruang berbeda, selama lebih dari lima jam.

Usai menjalani pemeriksaan, Abdul Haris Alfianto menuturkan kepada Jawa Pos Radar Jember bahwa pemanggilan itu berkaitan dengan data-data LPJ Porprov 2019 lalu. “LPJ Porprov itu sudah kami serahkan ke penyelidik, lengkap, aliran dananya,” kata pria yang akrab disapa Alfin tersebut.

Pemanggilan ketiganya itu juga diduga berangkat dari laporan LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Jember, yang melaporkan pengurus KONI Jember saat itu ke Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Jawa Timur. Laporan ini dilakukan medio April lalu, karena dinilai ada penyelewengan dana. Dari laporan pertanggungjawaban fiktif hingga pemalsuan tanda tangan.

Diketahui, dana bantuan operasional Porprov dari KONI Jatim saat itu senilai Rp 135,5 juta dan dana dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jember untuk Porprov saat itu sebesar Rp 1,4 miliar. Alfin juga meyakini, dia dan pengurusnya telah membuat LPJ itu sesuai ketentuan yang ada. “Selanjutnya, bisa dilengkapi atau ditanyakan dari penyelidiknya,” tambahnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/