alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Joko Suprianto Sempat Larang Putrinya Jadi Atlet

Mobile_AP_Rectangle 1

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Pernah menjuarai Piala Thomas dan Uber, Joko Suprianto dan Zelin Resiana tak lantas mengharuskan putrinya Bilqis Prasista, mengikuti jejaknya. Bahkan mereka sama-sama meminta Bilqis Prasista menekuni pendidikan saja setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia. Mantan juara dunia pada 1994 dan 1996 dan mengingatkan sang putri tentang konsekuensi ekspektasi publik yang jadi lebih tinggi.

BACA JUGA : Jajaki Kerjasama, Elon Musk Tertarik Masa Depan Indonesia 

Tapi, keduanya sepakat melarang putri kembar mereka, Bilqis Prasista dan Bilqis Pratista, untuk menekuni bulu tangkis. Alasannya lebih pada karena ’’tidak tega’’. ’’Ya, waktu itu kan saya dan ibunya Bilqis sama-sama tahu betul bagaimana capeknya latihan (menjadi atlet),’’ ungkap Joko Suprianto, sang ayah, saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Joko dan sang istri, Zelin Rosiana, bagian dari masa kehebatan bulu tangkis Indonesia pada era 90-an. Dekade yang diwarnai keberhasilan merebut emas di Olimpiade 1992, 1996, serta 2000. Juga dominasi di Piala Thomas serta dua gelar terakhir Piala Uber yang berhasil direbut Indonesia.

Toh pada akhirnya buah tak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Kedua putri Joko tetap jatuh hati pada bulu tangkis. Dan, bertahun-tahun kemudian, di Impact Arena, Bangkok, Thailand, tempat Piala Thomas dan Uber 2022 dihelat, salah satu putri mereka, Bilqis Prasista, mencatat sejarah besar.

Berperingkat 333, Bilqis yang di laga-laga sebelumnya hanya menjadi tunggal ketiga berhasil menundukkan Akane Yamaguchi, tunggal pertama Jepang sekaligus pemain tunggal putri nomor satu dunia, dalam duel terakhir fase grup.

Keesokan harinya, Bilqis yang pada 24 Mei mendatang baru berusia 19 tahun itu mengajak He Bingjiao, tunggal kedua Tiongkok, peringkat ke-9 dunia, bermain rubber game. Kemenangan Sista –sapaan akrab Bilqis– atas Akane juga sangat mengejutkan sang ayah. ’’Jangankan mengalahkan, bisa bertemu Akane saja saya sangat kaget. Sebab, dari sisi peringkat kan dia pemain tunggal ketiga,” katanya.

Sista bermain lepas, dengan pukulan-pukulan variatif, saat melawan Akane. Yang juga kemudian dia ulangi ketika menghadapi He Bingjiao, setidaknya di game pertama yang dia menangkan. ’’Di game kedua saya kurang sabar. Di game ketiga kaki saya juga sudah berat,” tutur Sista kepada tim Humas PBSI.

Tim Uber Indonesia akhirnya memang terhenti di tangan Tiongkok pada perempat final. Tapi, dengan kekuatan terbelah karena lapisan pertama diturunkan di SEA Games, raihan tersebut sudah sesuai target. Mengulangi raihan di ajang yang sama tahun lalu ketika skuad Uber Merah Putih full team.

Dan, Bilqis adalah salah satu bintang kecil yang bersinar terang. Joko ingat betul, saat sang putri ingin fokus 100 persen ke badminton, dia tak langsung mengiyakan.

Pelatih di PB Victory, Jakarta, itu berunding dengan sang istri. Apakah memang Bilqis kuat di pelajaran yang membuatnya cenderung ingin sang anak fokus belajar?

Joko menyebutkan bahwa minat Bilqis di pelajaran memang ada. Tapi, akhirnya dia sadar. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimpahan juga. ’’Memang di olahraga ini dia lebih menunjukkan kemauan yang keras. Sebagai orang tua, melihat kemauan seperti itu, dan saya melihat dia ada bakat di situ, ya sudah akhirnya saya mengalah,’’ ujarnya.

Namun, lagi-lagi, sejak dini Joko sudah menekankan bahwa menjadi atlet tidak mudah. Dia memberikan wejangan kepada sang putri tentang tanggung jawab dan tuntutan prestasi.

Di sisi lain, menurut Zelin Resiana, mendiang ayahnya Sumeri adalah sosok yang bersikeras mengenalkan raket dan dunia bulu tangkis kepada cucunya itu. Bahkan sejak kecil, sang kakek sudah melihat bakat besar bulu tangkis pada diri Bilqis. Dia juga mengatakan kelak Bilqis akan menjadi juara dunia.

- Advertisement -

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Pernah menjuarai Piala Thomas dan Uber, Joko Suprianto dan Zelin Resiana tak lantas mengharuskan putrinya Bilqis Prasista, mengikuti jejaknya. Bahkan mereka sama-sama meminta Bilqis Prasista menekuni pendidikan saja setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia. Mantan juara dunia pada 1994 dan 1996 dan mengingatkan sang putri tentang konsekuensi ekspektasi publik yang jadi lebih tinggi.

BACA JUGA : Jajaki Kerjasama, Elon Musk Tertarik Masa Depan Indonesia 

Tapi, keduanya sepakat melarang putri kembar mereka, Bilqis Prasista dan Bilqis Pratista, untuk menekuni bulu tangkis. Alasannya lebih pada karena ’’tidak tega’’. ’’Ya, waktu itu kan saya dan ibunya Bilqis sama-sama tahu betul bagaimana capeknya latihan (menjadi atlet),’’ ungkap Joko Suprianto, sang ayah, saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Joko dan sang istri, Zelin Rosiana, bagian dari masa kehebatan bulu tangkis Indonesia pada era 90-an. Dekade yang diwarnai keberhasilan merebut emas di Olimpiade 1992, 1996, serta 2000. Juga dominasi di Piala Thomas serta dua gelar terakhir Piala Uber yang berhasil direbut Indonesia.

Toh pada akhirnya buah tak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Kedua putri Joko tetap jatuh hati pada bulu tangkis. Dan, bertahun-tahun kemudian, di Impact Arena, Bangkok, Thailand, tempat Piala Thomas dan Uber 2022 dihelat, salah satu putri mereka, Bilqis Prasista, mencatat sejarah besar.

Berperingkat 333, Bilqis yang di laga-laga sebelumnya hanya menjadi tunggal ketiga berhasil menundukkan Akane Yamaguchi, tunggal pertama Jepang sekaligus pemain tunggal putri nomor satu dunia, dalam duel terakhir fase grup.

Keesokan harinya, Bilqis yang pada 24 Mei mendatang baru berusia 19 tahun itu mengajak He Bingjiao, tunggal kedua Tiongkok, peringkat ke-9 dunia, bermain rubber game. Kemenangan Sista –sapaan akrab Bilqis– atas Akane juga sangat mengejutkan sang ayah. ’’Jangankan mengalahkan, bisa bertemu Akane saja saya sangat kaget. Sebab, dari sisi peringkat kan dia pemain tunggal ketiga,” katanya.

Sista bermain lepas, dengan pukulan-pukulan variatif, saat melawan Akane. Yang juga kemudian dia ulangi ketika menghadapi He Bingjiao, setidaknya di game pertama yang dia menangkan. ’’Di game kedua saya kurang sabar. Di game ketiga kaki saya juga sudah berat,” tutur Sista kepada tim Humas PBSI.

Tim Uber Indonesia akhirnya memang terhenti di tangan Tiongkok pada perempat final. Tapi, dengan kekuatan terbelah karena lapisan pertama diturunkan di SEA Games, raihan tersebut sudah sesuai target. Mengulangi raihan di ajang yang sama tahun lalu ketika skuad Uber Merah Putih full team.

Dan, Bilqis adalah salah satu bintang kecil yang bersinar terang. Joko ingat betul, saat sang putri ingin fokus 100 persen ke badminton, dia tak langsung mengiyakan.

Pelatih di PB Victory, Jakarta, itu berunding dengan sang istri. Apakah memang Bilqis kuat di pelajaran yang membuatnya cenderung ingin sang anak fokus belajar?

Joko menyebutkan bahwa minat Bilqis di pelajaran memang ada. Tapi, akhirnya dia sadar. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimpahan juga. ’’Memang di olahraga ini dia lebih menunjukkan kemauan yang keras. Sebagai orang tua, melihat kemauan seperti itu, dan saya melihat dia ada bakat di situ, ya sudah akhirnya saya mengalah,’’ ujarnya.

Namun, lagi-lagi, sejak dini Joko sudah menekankan bahwa menjadi atlet tidak mudah. Dia memberikan wejangan kepada sang putri tentang tanggung jawab dan tuntutan prestasi.

Di sisi lain, menurut Zelin Resiana, mendiang ayahnya Sumeri adalah sosok yang bersikeras mengenalkan raket dan dunia bulu tangkis kepada cucunya itu. Bahkan sejak kecil, sang kakek sudah melihat bakat besar bulu tangkis pada diri Bilqis. Dia juga mengatakan kelak Bilqis akan menjadi juara dunia.

JAKARTA, RADARJEMBER.ID –  Pernah menjuarai Piala Thomas dan Uber, Joko Suprianto dan Zelin Resiana tak lantas mengharuskan putrinya Bilqis Prasista, mengikuti jejaknya. Bahkan mereka sama-sama meminta Bilqis Prasista menekuni pendidikan saja setelah mengalahkan pemain nomor satu dunia. Mantan juara dunia pada 1994 dan 1996 dan mengingatkan sang putri tentang konsekuensi ekspektasi publik yang jadi lebih tinggi.

BACA JUGA : Jajaki Kerjasama, Elon Musk Tertarik Masa Depan Indonesia 

Tapi, keduanya sepakat melarang putri kembar mereka, Bilqis Prasista dan Bilqis Pratista, untuk menekuni bulu tangkis. Alasannya lebih pada karena ’’tidak tega’’. ’’Ya, waktu itu kan saya dan ibunya Bilqis sama-sama tahu betul bagaimana capeknya latihan (menjadi atlet),’’ ungkap Joko Suprianto, sang ayah, saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Joko dan sang istri, Zelin Rosiana, bagian dari masa kehebatan bulu tangkis Indonesia pada era 90-an. Dekade yang diwarnai keberhasilan merebut emas di Olimpiade 1992, 1996, serta 2000. Juga dominasi di Piala Thomas serta dua gelar terakhir Piala Uber yang berhasil direbut Indonesia.

Toh pada akhirnya buah tak pernah jatuh jauh dari pohonnya. Kedua putri Joko tetap jatuh hati pada bulu tangkis. Dan, bertahun-tahun kemudian, di Impact Arena, Bangkok, Thailand, tempat Piala Thomas dan Uber 2022 dihelat, salah satu putri mereka, Bilqis Prasista, mencatat sejarah besar.

Berperingkat 333, Bilqis yang di laga-laga sebelumnya hanya menjadi tunggal ketiga berhasil menundukkan Akane Yamaguchi, tunggal pertama Jepang sekaligus pemain tunggal putri nomor satu dunia, dalam duel terakhir fase grup.

Keesokan harinya, Bilqis yang pada 24 Mei mendatang baru berusia 19 tahun itu mengajak He Bingjiao, tunggal kedua Tiongkok, peringkat ke-9 dunia, bermain rubber game. Kemenangan Sista –sapaan akrab Bilqis– atas Akane juga sangat mengejutkan sang ayah. ’’Jangankan mengalahkan, bisa bertemu Akane saja saya sangat kaget. Sebab, dari sisi peringkat kan dia pemain tunggal ketiga,” katanya.

Sista bermain lepas, dengan pukulan-pukulan variatif, saat melawan Akane. Yang juga kemudian dia ulangi ketika menghadapi He Bingjiao, setidaknya di game pertama yang dia menangkan. ’’Di game kedua saya kurang sabar. Di game ketiga kaki saya juga sudah berat,” tutur Sista kepada tim Humas PBSI.

Tim Uber Indonesia akhirnya memang terhenti di tangan Tiongkok pada perempat final. Tapi, dengan kekuatan terbelah karena lapisan pertama diturunkan di SEA Games, raihan tersebut sudah sesuai target. Mengulangi raihan di ajang yang sama tahun lalu ketika skuad Uber Merah Putih full team.

Dan, Bilqis adalah salah satu bintang kecil yang bersinar terang. Joko ingat betul, saat sang putri ingin fokus 100 persen ke badminton, dia tak langsung mengiyakan.

Pelatih di PB Victory, Jakarta, itu berunding dengan sang istri. Apakah memang Bilqis kuat di pelajaran yang membuatnya cenderung ingin sang anak fokus belajar?

Joko menyebutkan bahwa minat Bilqis di pelajaran memang ada. Tapi, akhirnya dia sadar. Air cucuran atap jatuhnya ke pelimpahan juga. ’’Memang di olahraga ini dia lebih menunjukkan kemauan yang keras. Sebagai orang tua, melihat kemauan seperti itu, dan saya melihat dia ada bakat di situ, ya sudah akhirnya saya mengalah,’’ ujarnya.

Namun, lagi-lagi, sejak dini Joko sudah menekankan bahwa menjadi atlet tidak mudah. Dia memberikan wejangan kepada sang putri tentang tanggung jawab dan tuntutan prestasi.

Di sisi lain, menurut Zelin Resiana, mendiang ayahnya Sumeri adalah sosok yang bersikeras mengenalkan raket dan dunia bulu tangkis kepada cucunya itu. Bahkan sejak kecil, sang kakek sudah melihat bakat besar bulu tangkis pada diri Bilqis. Dia juga mengatakan kelak Bilqis akan menjadi juara dunia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/