alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Enggan Terlalu Berharap Dana Hibah

Pelti Punya Strategi Sendiri

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono berharap dana hibah untuk pemusatan latihan atau training center (TC) segera cair. Namun, bila tak kunjung cair, Pelti punya ancang-ancang sendiri. Yakni memilih TC mandiri daripada berharap yang tidak pasti tentang dana hibah dari Pemkab Jember ke KONI Jember.

Baca Juga : Tim Sepak Bola Porprov Masih Saja Otak- Atik Pemain 

Soetriono menambahkan, meski anggaran untuk cabang olahraga (cabor) belum juga cair, namun para atlet tetap berlatih mempersiapkan diri menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII pada Juni mendatang. Langkah awal yang dilakukan yaitu TC mandiri dan dilakukan pada awal tahun ini.

Mobile_AP_Rectangle 2

Baginya, anggaran TC sangat memengaruhi kualitas berlatih dan hasil akhir meraih prestasi. Mengingat waktu sudah semakin dekat, pihaknya belum mendapatkan dana hibah dan hanya memaksimalkan TC mandiri.
Kendati demikian, pria yang bekerja sebagai pengajar di Universitas Jember (Unej) ini mengaku tak pantang menyerah. Meski belum diberi anggaran, petenis yang disiapkan untuk Porprov tetap berlatih menggunakan anggaran pribadi. Termasuk memakai dana pribadi untuk membeli kebutuhan pemenuhan gizi dan nutrisi. “Sebenarnya anggaran tersebut sangat dibutuhkan, bahkan sangat penting untuk menunjang para atlet. Karena kami tahu jika latihan terus-menerus tapi tidak diimbangi dengan gizi, maka ya sama saja hasilnya,” katanya.

Jika dana hibah tak kunjung cair, maka menurut Soetriono, akan sulit bagi cabor memperebutkan medali di Porprov. “Kalau kami masih bisa melakukan TC mandiri dan menggenjot para atlet. Tapi, bagaimana dengan cabor lainnya?” tanyanya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono berharap dana hibah untuk pemusatan latihan atau training center (TC) segera cair. Namun, bila tak kunjung cair, Pelti punya ancang-ancang sendiri. Yakni memilih TC mandiri daripada berharap yang tidak pasti tentang dana hibah dari Pemkab Jember ke KONI Jember.

Baca Juga : Tim Sepak Bola Porprov Masih Saja Otak- Atik Pemain 

Soetriono menambahkan, meski anggaran untuk cabang olahraga (cabor) belum juga cair, namun para atlet tetap berlatih mempersiapkan diri menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII pada Juni mendatang. Langkah awal yang dilakukan yaitu TC mandiri dan dilakukan pada awal tahun ini.

Baginya, anggaran TC sangat memengaruhi kualitas berlatih dan hasil akhir meraih prestasi. Mengingat waktu sudah semakin dekat, pihaknya belum mendapatkan dana hibah dan hanya memaksimalkan TC mandiri.
Kendati demikian, pria yang bekerja sebagai pengajar di Universitas Jember (Unej) ini mengaku tak pantang menyerah. Meski belum diberi anggaran, petenis yang disiapkan untuk Porprov tetap berlatih menggunakan anggaran pribadi. Termasuk memakai dana pribadi untuk membeli kebutuhan pemenuhan gizi dan nutrisi. “Sebenarnya anggaran tersebut sangat dibutuhkan, bahkan sangat penting untuk menunjang para atlet. Karena kami tahu jika latihan terus-menerus tapi tidak diimbangi dengan gizi, maka ya sama saja hasilnya,” katanya.

Jika dana hibah tak kunjung cair, maka menurut Soetriono, akan sulit bagi cabor memperebutkan medali di Porprov. “Kalau kami masih bisa melakukan TC mandiri dan menggenjot para atlet. Tapi, bagaimana dengan cabor lainnya?” tanyanya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ketua Persatuan Lawn Tenis Indonesia (Pelti) Jember Soetriono berharap dana hibah untuk pemusatan latihan atau training center (TC) segera cair. Namun, bila tak kunjung cair, Pelti punya ancang-ancang sendiri. Yakni memilih TC mandiri daripada berharap yang tidak pasti tentang dana hibah dari Pemkab Jember ke KONI Jember.

Baca Juga : Tim Sepak Bola Porprov Masih Saja Otak- Atik Pemain 

Soetriono menambahkan, meski anggaran untuk cabang olahraga (cabor) belum juga cair, namun para atlet tetap berlatih mempersiapkan diri menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VII pada Juni mendatang. Langkah awal yang dilakukan yaitu TC mandiri dan dilakukan pada awal tahun ini.

Baginya, anggaran TC sangat memengaruhi kualitas berlatih dan hasil akhir meraih prestasi. Mengingat waktu sudah semakin dekat, pihaknya belum mendapatkan dana hibah dan hanya memaksimalkan TC mandiri.
Kendati demikian, pria yang bekerja sebagai pengajar di Universitas Jember (Unej) ini mengaku tak pantang menyerah. Meski belum diberi anggaran, petenis yang disiapkan untuk Porprov tetap berlatih menggunakan anggaran pribadi. Termasuk memakai dana pribadi untuk membeli kebutuhan pemenuhan gizi dan nutrisi. “Sebenarnya anggaran tersebut sangat dibutuhkan, bahkan sangat penting untuk menunjang para atlet. Karena kami tahu jika latihan terus-menerus tapi tidak diimbangi dengan gizi, maka ya sama saja hasilnya,” katanya.

Jika dana hibah tak kunjung cair, maka menurut Soetriono, akan sulit bagi cabor memperebutkan medali di Porprov. “Kalau kami masih bisa melakukan TC mandiri dan menggenjot para atlet. Tapi, bagaimana dengan cabor lainnya?” tanyanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/