alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Cara Membangun Teamwork Pemain Baru Persid Jember

Pemain Makin Menyatu di Lapangan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Belum genap satu bulan skuad Persid Jember terbentuk, kini antarpemain mulai menyatu. Tidak hanya akrab dalam komunikasi. Mereka juga semakin paham dengan permintaan kawannya dalam menerima bola.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asisten Pelatih Persid Jember Anang Dwi Prasetyo mengatakan, sejak pemain diasramakan, ada perubahan mendasar dan sangat penting. Yaitu saling akrab dan menyatu antarpemain. “Tidak hanya saling kenal dan komunikasi enak. Tapi, juga makin menyatu saat di lapangan,” tuturnya.

Dia mengaku, pada awal seleksi, hal yang paling dikeluhkan oleh Head Coach Persid Jember Riono Asnan adalah tentang tidak pahamnya antara pemain membawa bola dan penerima bola. Bahkan, hal tersebut tetap terjadi pada awal-awal latihan setelah pembentukan tim selesai. “Pemain yang mau memberikan umpan itu tidak tahu keinginan pemain penerima umpan,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bila hal dasar seperti itu masih jadi kendala, menurut Anang, maka skema permainan yang diinginkan head coach sulit untuk berjalan. Namun, sejak adanya tambal sulam pemain dan menambah sejumlah pemain, lambat laun skema permainan yang dinginkan kepala pelatih mulai dipahami oleh penggawa Persid.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Belum genap satu bulan skuad Persid Jember terbentuk, kini antarpemain mulai menyatu. Tidak hanya akrab dalam komunikasi. Mereka juga semakin paham dengan permintaan kawannya dalam menerima bola.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asisten Pelatih Persid Jember Anang Dwi Prasetyo mengatakan, sejak pemain diasramakan, ada perubahan mendasar dan sangat penting. Yaitu saling akrab dan menyatu antarpemain. “Tidak hanya saling kenal dan komunikasi enak. Tapi, juga makin menyatu saat di lapangan,” tuturnya.

Dia mengaku, pada awal seleksi, hal yang paling dikeluhkan oleh Head Coach Persid Jember Riono Asnan adalah tentang tidak pahamnya antara pemain membawa bola dan penerima bola. Bahkan, hal tersebut tetap terjadi pada awal-awal latihan setelah pembentukan tim selesai. “Pemain yang mau memberikan umpan itu tidak tahu keinginan pemain penerima umpan,” ungkapnya.

Bila hal dasar seperti itu masih jadi kendala, menurut Anang, maka skema permainan yang diinginkan head coach sulit untuk berjalan. Namun, sejak adanya tambal sulam pemain dan menambah sejumlah pemain, lambat laun skema permainan yang dinginkan kepala pelatih mulai dipahami oleh penggawa Persid.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Belum genap satu bulan skuad Persid Jember terbentuk, kini antarpemain mulai menyatu. Tidak hanya akrab dalam komunikasi. Mereka juga semakin paham dengan permintaan kawannya dalam menerima bola.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Asisten Pelatih Persid Jember Anang Dwi Prasetyo mengatakan, sejak pemain diasramakan, ada perubahan mendasar dan sangat penting. Yaitu saling akrab dan menyatu antarpemain. “Tidak hanya saling kenal dan komunikasi enak. Tapi, juga makin menyatu saat di lapangan,” tuturnya.

Dia mengaku, pada awal seleksi, hal yang paling dikeluhkan oleh Head Coach Persid Jember Riono Asnan adalah tentang tidak pahamnya antara pemain membawa bola dan penerima bola. Bahkan, hal tersebut tetap terjadi pada awal-awal latihan setelah pembentukan tim selesai. “Pemain yang mau memberikan umpan itu tidak tahu keinginan pemain penerima umpan,” ungkapnya.

Bila hal dasar seperti itu masih jadi kendala, menurut Anang, maka skema permainan yang diinginkan head coach sulit untuk berjalan. Namun, sejak adanya tambal sulam pemain dan menambah sejumlah pemain, lambat laun skema permainan yang dinginkan kepala pelatih mulai dipahami oleh penggawa Persid.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/