alexametrics
23.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Dualisme Persid Berakhir

Semua Diserahkan Tanpa Syarat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perseteruan dua kubu Yayasan Persid Jember (YPJ) mencapai puncak. Kedua belah pihak yang sebelumnya berseberangan, saat ini telah sama-sama legawa. Keduanya juga telah menyerahkan YPJ ke Bupati Jember tanpa syarat. Ini artinya, Persid Jember bisa kembali menatap kompetisi Liga III. Publik sepak bola di Jember pun bisa kembali bernapas lega. Plong! Dualisme Persid berakhir.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, kini tidak ada lagi dualisme di tubuh Persid Jember. Dia pun mengaku bahagia. “Amal ini tidak akan saya sia-siakan. Tidak mengecewakan, baik dari (kubu, Red) Sunardi maupun Suparno. Paling besar tidak mengecewakan masyarakat Jember, khususnya pencinta bola,” katanya kepada awak media, kemarin (14/6).

Kebahagiaan Hendy tidak lain karena dua yayasan Persid yang berselisih dan berakibat dualisme telah diserahkan semuanya. Baik kubu Sunardi maupun kubu Suparno. Bahkan, Hendy punya strategi bagaimana Persid ini solid dan tidak berkonflik lagi di masa mendatang, termasuk mencegah terjadinya dualisme kembali. “Bagaimana strategi ke depan, saya yang tanggung. Ayo, bareng-bareng membuat Persid ini hebat. Jember ini wajib hebat dan insyaallah akan selesaikan persoalan bola, dan bisa juara nasional. Saya yakin itu,” ucapnya, optimistis.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah dua yayasan diserahkan ke bupati, hal yang cepat dilakukan pertama adalah untuk segera mendaftar ke Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim untuk kompetisi Liga III. Setelah itu, baru melakukan seleksi pemain dan sambil jalan membuat struktur baru di yayasan. “Semua saya libatkan. Dari Askab PSSI, DPRD, swasta, hingga teman-teman jurnalis,” terangnya.

Hendy juga menyatakan bersedia untuk melekat langsung di struktur yayasan tersebut. Namun, dia menegaskan, Persid adalah milik Pemkab Jember. “Persid ini milik Pemkab Jember, milik Bupati Jember. Bukan milik Hendy. Kebetulan saja saya yang jadi bupati,” tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk menyikapi agar di kemudian hari tidak terjadi persoalan, struktur yang masuk di yayasan adalah nama instansi. Bukan nama perseorangan. “Dispora nanti masuk, bukan nama orangnya. Tapi Dispora-nya. Jadi, kalau Kepala Dispora ganti, ya ikut ganti juga. Begitu juga dengan bupati,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Pembina YPJ Sirajuddin menegaskan, yayasan telah diserahkan seluruhnya dan tanpa syarat. Sebelumnya memang telah melayangkan surat untuk menyerahkan yayasan ke bupati. Namun, ada kesalahan redaksional dan telah diperbaiki. “Sudah diserahkan dan diperbaiki,” tuturnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perseteruan dua kubu Yayasan Persid Jember (YPJ) mencapai puncak. Kedua belah pihak yang sebelumnya berseberangan, saat ini telah sama-sama legawa. Keduanya juga telah menyerahkan YPJ ke Bupati Jember tanpa syarat. Ini artinya, Persid Jember bisa kembali menatap kompetisi Liga III. Publik sepak bola di Jember pun bisa kembali bernapas lega. Plong! Dualisme Persid berakhir.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, kini tidak ada lagi dualisme di tubuh Persid Jember. Dia pun mengaku bahagia. “Amal ini tidak akan saya sia-siakan. Tidak mengecewakan, baik dari (kubu, Red) Sunardi maupun Suparno. Paling besar tidak mengecewakan masyarakat Jember, khususnya pencinta bola,” katanya kepada awak media, kemarin (14/6).

Kebahagiaan Hendy tidak lain karena dua yayasan Persid yang berselisih dan berakibat dualisme telah diserahkan semuanya. Baik kubu Sunardi maupun kubu Suparno. Bahkan, Hendy punya strategi bagaimana Persid ini solid dan tidak berkonflik lagi di masa mendatang, termasuk mencegah terjadinya dualisme kembali. “Bagaimana strategi ke depan, saya yang tanggung. Ayo, bareng-bareng membuat Persid ini hebat. Jember ini wajib hebat dan insyaallah akan selesaikan persoalan bola, dan bisa juara nasional. Saya yakin itu,” ucapnya, optimistis.

Setelah dua yayasan diserahkan ke bupati, hal yang cepat dilakukan pertama adalah untuk segera mendaftar ke Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim untuk kompetisi Liga III. Setelah itu, baru melakukan seleksi pemain dan sambil jalan membuat struktur baru di yayasan. “Semua saya libatkan. Dari Askab PSSI, DPRD, swasta, hingga teman-teman jurnalis,” terangnya.

Hendy juga menyatakan bersedia untuk melekat langsung di struktur yayasan tersebut. Namun, dia menegaskan, Persid adalah milik Pemkab Jember. “Persid ini milik Pemkab Jember, milik Bupati Jember. Bukan milik Hendy. Kebetulan saja saya yang jadi bupati,” tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk menyikapi agar di kemudian hari tidak terjadi persoalan, struktur yang masuk di yayasan adalah nama instansi. Bukan nama perseorangan. “Dispora nanti masuk, bukan nama orangnya. Tapi Dispora-nya. Jadi, kalau Kepala Dispora ganti, ya ikut ganti juga. Begitu juga dengan bupati,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Pembina YPJ Sirajuddin menegaskan, yayasan telah diserahkan seluruhnya dan tanpa syarat. Sebelumnya memang telah melayangkan surat untuk menyerahkan yayasan ke bupati. Namun, ada kesalahan redaksional dan telah diperbaiki. “Sudah diserahkan dan diperbaiki,” tuturnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Perseteruan dua kubu Yayasan Persid Jember (YPJ) mencapai puncak. Kedua belah pihak yang sebelumnya berseberangan, saat ini telah sama-sama legawa. Keduanya juga telah menyerahkan YPJ ke Bupati Jember tanpa syarat. Ini artinya, Persid Jember bisa kembali menatap kompetisi Liga III. Publik sepak bola di Jember pun bisa kembali bernapas lega. Plong! Dualisme Persid berakhir.

Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan, kini tidak ada lagi dualisme di tubuh Persid Jember. Dia pun mengaku bahagia. “Amal ini tidak akan saya sia-siakan. Tidak mengecewakan, baik dari (kubu, Red) Sunardi maupun Suparno. Paling besar tidak mengecewakan masyarakat Jember, khususnya pencinta bola,” katanya kepada awak media, kemarin (14/6).

Kebahagiaan Hendy tidak lain karena dua yayasan Persid yang berselisih dan berakibat dualisme telah diserahkan semuanya. Baik kubu Sunardi maupun kubu Suparno. Bahkan, Hendy punya strategi bagaimana Persid ini solid dan tidak berkonflik lagi di masa mendatang, termasuk mencegah terjadinya dualisme kembali. “Bagaimana strategi ke depan, saya yang tanggung. Ayo, bareng-bareng membuat Persid ini hebat. Jember ini wajib hebat dan insyaallah akan selesaikan persoalan bola, dan bisa juara nasional. Saya yakin itu,” ucapnya, optimistis.

Setelah dua yayasan diserahkan ke bupati, hal yang cepat dilakukan pertama adalah untuk segera mendaftar ke Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Jatim untuk kompetisi Liga III. Setelah itu, baru melakukan seleksi pemain dan sambil jalan membuat struktur baru di yayasan. “Semua saya libatkan. Dari Askab PSSI, DPRD, swasta, hingga teman-teman jurnalis,” terangnya.

Hendy juga menyatakan bersedia untuk melekat langsung di struktur yayasan tersebut. Namun, dia menegaskan, Persid adalah milik Pemkab Jember. “Persid ini milik Pemkab Jember, milik Bupati Jember. Bukan milik Hendy. Kebetulan saja saya yang jadi bupati,” tuturnya.

Oleh sebab itu, untuk menyikapi agar di kemudian hari tidak terjadi persoalan, struktur yang masuk di yayasan adalah nama instansi. Bukan nama perseorangan. “Dispora nanti masuk, bukan nama orangnya. Tapi Dispora-nya. Jadi, kalau Kepala Dispora ganti, ya ikut ganti juga. Begitu juga dengan bupati,” tukasnya.

Sementara itu, Anggota Pembina YPJ Sirajuddin menegaskan, yayasan telah diserahkan seluruhnya dan tanpa syarat. Sebelumnya memang telah melayangkan surat untuk menyerahkan yayasan ke bupati. Namun, ada kesalahan redaksional dan telah diperbaiki. “Sudah diserahkan dan diperbaiki,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/