Belum Balik ke Pelatnas

BELUM AKTIF: Atlet taekwondo asal Jember, Raymond Arya Krisna Kalalo, masih belum dapat kembali dalam Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) PBTI Taekwondo di Jakarta karena masa pandemi Covid-19.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu atlet taekwondo asal Jember, Raymond Arya Krisna Kalalo, masih belum dapat kembali ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Sebab, faktor utamanya pun masih dalam masa pandemi Covid-19 sekarang ini. Selain itu, Pelatnas PBTI juga masih memfokuskan atlet kyorugi terlebih dahulu.

IKLAN

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Jember, pelatnas PBTI hingga sekarang ini masih menggelar latihan terpusat di GOR Pupki Cibubur, Jakarta. Terdapat enam atlet putra dan putri dari tiga nomor pertandingan kyorugi. Mereka terus menempa fisik dan teknik demi tiket untuk gelaran Olimpiade Tokyo. Sebab, mereka harus melalui babak kualifikasi terlebih dahulu yang dihelat di Yordania, Juni mendatang.

Raymond sendiri sudah beberapa bulan terakhir kembali ke Jember setelah pulang dari Pelatnas PBTI. Raymond tidak bergabung di pelatnas kali ini, karena alumnus SMPN 2 Jember ini, tidak bertanding di nomor kyorugi, melainkan poomsae. “Kalau atlet yang bermain di poomsae memang lagi tidak ada pemusatan latihan sekarang ini,” ungkap remaja kelahiran 17 September 2001 ini.

Raymond pun membenarkan jika sementara ini yang aktif latihan rutin di pelatnas hanya atlet kyorugi. Sama halnya di pelatnas, Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) taekwondo Jawa Timur pun masih diliburkan sementara ini. “Memang agenda persiapan praolimpiade. Terus yang poomsae ada event juga nanti kejuaraan dunia di Denmark,” ungkap Raymond.

Prestasi Raymond sendiri cukup mentereng. Tahun lalu saja, dirinya berhasil meraih beberapa medali kejuaraan bergengsi. Mulai dari Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XV di Jakarta mendapat medali emas, dilanjutkan meraih medali perunggu dalam Kualifikasi Pra-PON, serta meraih peringkat keenam dalam Asian Open Taekwondo Championship di Ho Chi Minh City, Vietnam.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Lintang Anis Bena Kinanti