Embrio Bangkitnya Olahraga Berkuda

JUMAI/RADAR JEMBER JARANG DILOMBAKAN: Sedikitnya 75 peserta yang ambil bagian dalam lomba Pacuan Kuda Piala Abdul Rochim di lapangan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, kemarin.

RADARJEMBER.ID – Lomba pacuan kuda piala Abdul Rochim yang berlangsung di lapangan Desa Badean, Kecamatan Bangsalsari, diharapkan menjadi embrio olahraga berkuda di Kabupaten Jember. Karena dalam ajang perlombaan yang digelar selama dua hari, (Rabu-Kamis kemarin ini, antusiasme masyarakat cukup besar.

IKLAN

Ketua Panitia Kegiatan Purnanto mengatakan, ada 75 peserta yang ambil bagian dalam lomba tersebut. Dari jumlah itu lebih dari 35 persen berasal dari Jember. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat di Jember banyak yang menggemari olahraga berkuda.

“Ada yang berasal dari Mumbulsari, Bangsalsari, Mayang, dan Kecamatan Puger. totalnya yang dari Jember sebanyak 27 peserta,” katanya.

Namun sayangnya, olahraga adu cepat kuda tersebut belum memiliki induk organisasi resmi Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi). Sehingga selama persiapan lomba, pihaknya berkoordinasi dengan Pordasi Jawa Timur. Untuk itu, dia berharap, momen ini sekaligus dapat menjadi embrio terbentuknya Pordasi di Jember. “Sehingga juga bisa menumbuhkan atlet berkuda dari Jember,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat kepala Desa Badean ini mengungkapkan, meski ajang itu berangkat dari guyonan dengan sesama penggemar olahraga berkuda. Namun, saat penyelenggaraan dirinya mengaku kaget karena pesertanya membeludak, sehingga butuh waktu dua hari untuk menuntaskan lomba tersebut.

Kamis kemarin, merupakan hari kedua pelaksanaan pacuan kuda yang mempertandingkan 10 kelas dengan empat kategori, yaitu kategori mini, pony, sandel, dan ekstra pony. Di antara kelas-kelas tersebut ada satu kelas pemula dengan joki remaja.

“Mudah-mudahan bisa lomba ini bisa menjadi kalender olahraga rutin di Jember. Sehingga tiap tahun bisa menggelar pacuan kuda,” harapnya.

Awalnya, Purnanto kurang percaya jika perlombaan yang akan digelar ini bakal sukses. Karena persiapannya cuma 20 hari. Sedangkan waktu normal persiapan sesuai standar Pordasi adalah dua bulan. Namun berkat dukungan berbagai pihak, penyelenggaraan olahraga berkuda ini bisa sukses. “Bahkan KONI dan Pemkab Jember juga mendukung kegiatan ini,” akunya.

Dia pun optimistis, olahraga berkuda ini akan disambut baik oleh masyarakat di Jember. Terbukti, selama dua hari perlombaan berkuda yang baru pertama kali digelar di Jember ini, belasan ribu warga memadati lapangan yang disulap menjadi arena pacuan kuda.

Bahkan, tak hanya dari warga Jember saja, banyak juga penggemar kuda dari Kabupaten Lumajang dan Bondowoso, yang juga hadir menyaksikan lomba tersebut.

Reporter : Mahrus Sholih
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :