Cendana Cup V Dibuka dengan Kick Off Dua Tim Perkasa

Jumai/ Radar Jember SENGIT: Laga pembuka Turnamen Cendana Cup V antara Pordes Kalisat melawan Karang Gayam Surabaya di Desa Wonojati, kemarin.

RADARJEMBER.ID – Kick off turnamen terbuka Cendana Cup V tahun 2018 dibuka dengan laga seru. Dua tim yang dianggap cukup perkasa menjadi pembuka dalam laga yang digelar di Desa Wonojati, Kecamatan Jenggawah, Jember tersebut. Yakni antara Pordes Kalisat melawan Karang Gayam Surabaya.

IKLAN

“Pordes Kalisat ini statusnya sebagai juara bertahan dari piala bergilir sebelumnya. Sedangkan Karang Gayam ini adalah tim U-16 dari Persebaya Surabaya,” tutur Muhammad Mukip atau yang akrab disapa H Amin, Ketua panitia sekaligus inisiator terselenggaranya turnamen terbuka Cendana Cup V ini.

Pertandingan pembuka itu dimenangkan oleh Pordes Kalisat dengan menceploskan satu gol tanpa balas ke gawang Karang Gayam Surabaya. Bermula dari pelanggaran yang dilakukan oleh striker Karang Gayam, wasit akhirnya menghadiahkan tendangan penalti yang sukses di eksekusi oleh penyerang Pordes Kalisat di menit ke-23.

Meski diadakan di pelosok utara Kabupaten Jember, turnamen ini sukses menyedot perhatian dari tim-tim di luar Jember. Total terdapat 32 tim yang bertanding, sebagian besar dari luar Jember. Bahkan ada pula yang berasal dari Jawa Barat.

“Saya menyelenggarakan murni dari kantong pribadi tanpa dukungan siapa pun. Untuk menghibur warga Jenggawah, khususnya warga Desa Wonojati,” tutur H Amin yang juga kepala Desa Wonojati ini.

Dengan menggunakan sistem gugur, pertandingan dilangsungkan setiap hari selama satu bulan ke depan. Setiap hari akan ada satu pertandingan. “Nanti ketika babak 8 besar, baru akan ada jeda libur satu hari per pertandingan,” lanjut H Amin.

Beberapa tim yang diperkirakan cukup tangguh antara lain Asifa Malang, Garda Primavera Jawa Barat, Persik Kediri serta Karang Gayam Surabaya. Asifa yang merupakan kepanjangan dari Aji Santoso International Football Academy merupakan sekolah sepak bola yang didirikan oleh Aji Santoso yang kini menjadi pelatih Persela Lamongan. Tim ini bermarkas di Malang dan dikenal banyak menelurkan pesepak bola andal.

“Bisa jadi akan banyak kejutan. Seperti tahun lalu, Asifa yang diunggulkan justru gugur di 16 besar,” pungkas H Amin.

Reporter : Adi Faizin, Jumai
Editor : Hadi Sumarsono
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Jumai

Reporter :

Fotografer :

Editor :